Turnstile Gunakan Pesan Ayah Brendan Yates untuk Buka Coachella di Tengah Kontroversi

Turnstile Gunakan Pesan Ayah Brendan Yates untuk Buka Coachella di Tengah Kontroversi
instagram/@turnstileluvconnection

AMERIKA – Penampilan Turnstile di Coachella 2026 bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan momen emosional yang sarat makna di tengah badai kontroversi yang tengah melanda mereka.

Band hardcore asal Baltimore itu memilih membuka set mereka dengan cara yang tak terduga: memutar rekaman video dari William Yates, ayah dari vokalis Brendan Yates, sosok yang baru-baru ini menjadi korban dalam kasus serius yang melibatkan mantan gitaris mereka, Brady Ebert.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Bedakan Contoh dan Ajaran Nabi, Prof Zainal Abidin: Mana yang Harus Kita Ikuti?

Seperti diberitakan sebelumnya, Ebert diduga menabrak William Yates dengan mobilnya, yang berujung pada dakwaan percobaan pembunuhan tingkat dua dan penyerangan tingkat satu. Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami luka fisik serius dan harus menjalani operasi.

Menurut laporan, Ebert sempat datang ke rumah keluarga Yates, membunyikan klakson, dan melontarkan kata-kata kasar sebelum pergi. Ia kemudian diduga kembali dan menabrak William, bahkan sempat kembali lagi untuk melontarkan pernyataan yang mengejutkan sebelum petugas darurat tiba.

Di tengah situasi yang sensitif ini, Turnstile tidak memberikan pernyataan langsung di atas panggung. Namun, langkah mereka membuka konser dengan pesan dari William Yates terasa sebagai respons halus namun penuh arti.

Baca Juga: Rahasia Tubuh Fit! 10 Superfood Kaya Vitamin, Wajib Anda Konsumsi Setiap Hari

Dalam video tersebut, William terdengar hangat dan penuh kebanggaan:
“Saya Bill Yates, saya ayah yang bangga dari Brendan—mereka semua adalah putra saya. Mereka sudah berlatih di rumah ini selama 13 tahun… Untuk semua penggemar di luar sana: kami mencintai kalian, dan Turnstile mencintai kalian. Nikmati perjalanannya!”

Meskipun video itu diyakini direkam sebelum insiden terjadi, keputusannya untuk tetap ditampilkan di panggung Coachella dianggap sebagai bentuk penghormatan sekaligus pesan solidaritas.

Alih-alih memperkeruh suasana dengan pernyataan eksplisit, Turnstile memilih pendekatan yang lebih subtil—membiarkan suara seorang ayah berbicara di tengah situasi yang penuh ketegangan.

Baca Juga: 2030 Milik Gen-Z, Diam atau Ambil Alih Politik Daerah?

Respons penggemar pun sebagian besar positif. Banyak yang melihat langkah tersebut sebagai cara elegan untuk mengakui situasi tanpa mengalihkan fokus dari musik. Seorang penggemar bahkan menyebutnya sebagai “cara yang tulus dan cerdas untuk membahas masalah sebelum melanjutkan pertunjukan.”

Penampilan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik sorotan panggung dan energi musik yang meledak, terdapat kisah manusia yang kompleks—tentang keluarga, konflik, dan cara menghadapi krisis dengan pilihan yang penuh pertimbangan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *