PALU – Setelah penantian panjang selama tiga dekade, Vihara Karuna Dipa akhirnya diresmikan pada Minggu, 16 November 2025.
Peresmian vihara di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu itu tidak hanya menjadi penanda bagi umat Buddha, tetapi juga perayaan bagi kerukunan di Sulteng.
Peresmian dihadiri oleh tokoh lintas agama, termasuk Ketua FKUB Sulteng Prof. Zainal Abidin, dan jajarannya.
Baca Juga: Aman Menabung di Bank, LPS Jamin Hingga Rp2 Miliar per Nasabah

Momen pemberian penghargaan kepada beberapa pihak yang hadir di acara peresmian Vihara Karuna Dipa, Minggu 16 November 2025.
Acara peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia (STI) Bhikkhu Sri Subhapanno Mahathera.
Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny Lamadjido, diundang di acara peresmian mewakili pemerintah provinsi.
Ketua FKUB Sulteng, Prof. Zainal Abidin menyatakan dukungan penuh terhadap kehadiran vihara sebagai pusat peribadatan umat Buddha. Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada pihak yang konsisten mengawal pembangunan vihara itu.
“Kami dari FKUB sangat mendukung dan merespons positif peresmian Vihara Karuna Dipa sebagai pusat peribadatan umat Buddha. Kehadiran vihara ini adalah simbol sahnya keberagaman kita,” ujar Prof. Zainal.
Secara khusus, Prof. Zainal menyampaikan apresiasi tinggi kepada Ketua Yayasan Karuna Dipa, Wijaya Chandra, yang telah mengawal pembangunan vihara sejak peletakan batu pertama 1995 hingga peresmiannya 30 tahun kemudian.
Baca Juga: Warga LIK Tondo Bertemu Wagub, Dua ‘Surat Sakti’ Gubernur Sulteng Batalkan Penggusuran
“Ini adalah bukti nyata dedikasi yang patut dicontoh dalam membangun fasilitas keagamaan,” tambahnya.
Mengapa vihara ini berdiri berdampingan dengan Sekolah Karuna Dipa? Hal itu menurutnya memiliki peran sentral dalam membangun moderasi beragama di Sulawesi Tengah.
“Saya selalu percaya bahwa pendidikan sangat penting dalam memberikan pemahaman yang benar kepada umat. Pemahaman yang mendalam akan agama sendiri akan menjauhkan umat dari ekstremisme dan justru menguatkan toleransi,” kata dia.
Baca Juga: Kunker Sehari, Banggar DPR RI – Pemprov Sulteng Bertemu Bahas Pemangkasan TKD
Dengan adanya sekolah Karuna Dipa yang konsisten mengajarkan nilai-nilai Buddhis sejak dini, umat Buddha Palu akan memiliki fondasi karakter yang kokoh. Iman yang kuat justru akan menciptakan pribadi yang dewasa.
“Iman yang kuat tidak akan merasa terancam dengan keyakinan orang lain. Pendidikan adalah kuncinya, agar moderasi beragama dapat menjadi way of life, bukan sekadar slogan,” sambungnya.
Ketua Yayasan Karuna Dipa, Wijaya Chandra, menyampaikan peresmian itu adalah puncak dari perjalanan panjang selama 30 tahun.
Baca Juga: Berantas Tambang Ilegal di Sulteng, Gubernur Temani Menhan Turun ke Morowali
Saat itu kata dia, peletakan batu pertama Vihara Karuna Dipa dilakukan pada 20 Juli 1995 yang dihadiri Menteri Agama RI, Tarmizi Taher, dan Gubernur Sulawesi Tengah Abdul Aziz Lamadjido.
Selain itu, Yayasan Karuna Dipa juga berperan dalam pembangunan Sekolah Karuna Dipa yang telah berdiri sejak tahun 80-an.
“Sejarah Vihara Karuna Dipa ini bermula dari semangat olahraga. Dari lapangan basket, berdirilah Vihara Karuna Dipa,” ungkapnya.
Pengusaha ternama yang akrab disapa Ko Awi itu juga mengungkap, ada hikmah yang dapat dipetik dari perjalanan panjang pembangunan Vihara Karuna Dipa.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido, menekankan bahwa Vihara itu menjadi refleksi penting.
Baca Juga: Wagub Sulteng: Penulis Buku Pemimpin Era Globalisasi ala Gen Z Perempuan Hebat
“Kerukunan ini bukan sekedar slogan, melainkan tanggung jawab bersama kita harus terus merawat harmoni ini agar tidak mudah goyah oleh perbedaan,” ujar Reny Lamadjido.
Ia berharap Vihara Karuna Dipa menjadi sumber inspirasi nilai-nilai toleransi. (*)





