Kolaborasi Tiga Organisasi Bagikan Makan-Minum Gratis di Haul Guru Tua ke-58

Kolaborasi Tiga Organisasi Bagikan Makan-Minum Gratis di Haul Guru Tua ke-58
Aksi bagi-bagi makan dan minum gratis di aren haul Guru Tua ke-58 di Palu, Rabu (1/4/2026). Tampak Wijaya Chandra atau Ko Awi, turun langsung membagikan makan dan minum gratis kepada jamaah haul. (Foto: Mangge Dolar).

PALU — Peringatan haul Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua ke-58 pada Rabu (1/4/2026) di Kota Palu, diwarnai aksi bagi-bagi makan dan minum gratis oleh PSMTI Sulawesi Tengah bersama APINDO dan Vihara Karuna Dipa.

Mereka menyiapkan posko makan dan minum gratis untuk jamaah haul di sekitaran kompleks Perguruan Alkhairaat Palu di Jalan Sis Aljufri.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Jelang Haul Guru Tua ke-58, Yayasan Masjid Al-Khairaat Temui Wali Kota Palu

Sebanyak 400 dus air minum atau setara 19.200 gelas dibagikan kepada para jamaah.

Kemudian 2.000 es krim dan 1.000 roti ikut dibagikan kepada jamaah yang datang dari berbagai daerah.

Posko pembagian makanan dan minuman gratis di sekitar lokasi kegiatan tampak ramai dikunjungi jamaah. Kehadiran posko tersebut disambut positif karena membantu kebutuhan konsumsi di tengah padatnya aktivitas haul.

Baca Juga: Haul Guru Tua ke-58 Dilaksanakan 1 April 2026, Persiapan Terus Dimatangkan

Ketua PSMTI Sulteng yang juga Ketua APINDO Sulteng, Wijaya Chandra mengatakan, keterlibatan mereka merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan lintas komunitas terhadap kegiatan keagamaan berskala besar.

“Haul Guru Tua menjadi momentum kebersamaan seluruh masyarakat,” ujarnya yang ikut turun langsung membagikan makanan dan minuman gratis di lokasi haul.

Ko Awi – sapaan akrab Wijaya Chandra menambahkan, sosok Guru Tua sendiri merupakan teladan dalam membangun nilai toleransi semasa hidupnya. Semangat tersebut perlu terus dilanjutkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Baca Juga: Habib Alwi Aljufri Tinjau Lokasi Pembangunan MDA Alkhairaat Huntap 1 Tondo

“Posko ini juga bertujuan mendukung kenyamanan jamaah selama mengikuti rangkaian kegiatan,” sebut Ko Awi.

Program bagi-bagi makanan dan minuman gratis di haul Guru Tua sudah berjalan lebih dari lima tahun. Awal mulanya hanya membagikan air minum. Namun seiring waktu, bantuan tersebut berkembang dengan tambahan roti dan es krim.

“Posko ini juga mencerminkan nilai toleransi dan kebersamaan di Kota Palu. Dimana berbagai elemen masyarakat dapat berkontribusi tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan,” salut pengusaha sukses di Palu itu.

Baca Juga: Hadir di Puncak Milad ke-98, Gubernur Anwar Hafid Sebut Alkhairaat Benteng Ilmu dan Iman

Kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, dan lembaga keagamaan di haul Guru Tua, menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran haul sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat

Ko Awi juga mengakui, momentum haul Guru Tua yang telah menjadi identitas Kota Palu sekaligus memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi berbasis wisata religi.

Baca Juga: Polres Sigi Rutinkan Police Go To School, Kali Ini di MTS Alkhairaat Dolo

“Haul Guru Tua dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor. Mulai dari UMKM, akomodasi, hingga kuliner,” tandas Ko Awi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *