MOROWALI UTARA – Kecintaan masyarakat Morowali Utara (Morut) terhadap Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, semakin bertambah.
Ini ditandai dengan suksesnya pelaksanaan Haul Guru Tua yang ke-58 di kabupaten tersebut, Minggu (12/4/2026), bertempat di Lapangan Morokoa, Kolonodale.
Baca Juga: Ketua Utama Alkhairaat Hadir, Haul Guru Tua ke-58 di Morut Dipadati Ribuan Jamaah
Haul kali ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Morut.
Pelaksana haul adalah Ketua DPRD Morut, Hj Warda Dg Mamala beserta keluarga besarnya.
Haul ke-58 pendiri Alkhairaat di Morut, tidak hanya menjadi momentum penting yang menghadirkan sekitar tujuh ribu jamaah.
Baca Juga: Haul Guru Tua ke-58 di Morut, Warda Dg Mamala Ajak Semua Pihak Menjaga Keikhlasan
Namun, ini juga menandai komitmen besar pembangunan pesantren dan rumah sakit Alkhairaat di Kecamatan Soyo Jaya, Morut.
Keluarga besar Baso Dg Mamala (ayah Warda) menghibahkan lahan seluas 20 hektar untuk dibangun pesantren dan rumah sakit.
Dalam kesempatan tersebut, Warda menyampaikan komitmen keluarga besar Baso Dg Mamala untuk membesarkan Alkhairaat di Morowali Utara.
Baca Juga: Guru Tua, Inspirasi Pendidikan dan Dakwah di Nusantara
“Alhamdulillah, haul yang kita laksanakan hari ini berjalan dengan baik dan kondusif. Tujuh ribuan undangan menghadiri haul ini, artinya rasa cinta terhadap Guru Tua itu luar biasa,” ujarnya.
Alkhairaat, kata dia, ke depan akan lebih besar lagi di Morowali Utara. Saudaranya Hi Ahmad Dg Mamala dan Hi Mukhlis Dg Mamala, sudah melakukan peletakan batu pertama pembangunan di Soyo Jaya.
“Tinggal dilanjutkan pembangunannya, insya Allah lancar dan berkah,” kata Warda.
Baca Juga: Angelina Sondakh Jadi Rebutan Ibu-ibu di Morut untuk Berswafoto
Keluarga Mamala menyiapkan peternakan sapi dan perkebunan untuk mendukung keberadaan pembangunan pesantren dan RS Alkhairaat, yang mulai dibangun tahun ini.
“Insyaallah per hari ini kita mulai memikirkan bagaimana mendapatkan biayanya. Adik saya, Ahmad Dg Mamala, yang akan mengoordinirnya,” terang Warda.
Mengadakan haul Guru Tua untuk pertama kalinya di Morut, lanjut Warda, bukan masalah ada biaya atau tidak. Namun substansinya ada pada mahabbah (kecintaan) kepada Guru Tua.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Apresiasi Halal Bihalal, Harapkan Haul Guru Tua ke-58 di Morut Lebih Semarak
“Kecintaan kita kepada Guru Tua harus kita perbesar setiap saat. Karena mahabbah terhadap beliau, karena doa-doa ulamah Alkhairaat, semoga hidup kita berkah ke depan. Semoga doa-doa penuh cinta itu menghindarkan Morowali Utara dari bencana dan musibah. Semoga Kesejateraan selalu tercurah untuk kita,” ungkap Warda dengan suara haru.
Untuk itu, ia mengajak jamaah haul untuk terus peduli terhadap Alkhairaat. Majukan dan bangun Alkhairaat di daerah ini.
Haul Guru Tua di Morut juga dihadiri jajaran pimpinan Alkhairaat pusat dari Palu, di antaranya Ketua Utama Habib Alwi bin Saggaf Aljufri dan Ketua Umum PB Alkhairaat Mohsen Alaydrus, bersama jajaran pengurus, pemerintah daerah, dan undangan lainnya.
Baca Juga: Angelina Sondakh Ceritakan Pengalamannya Menginap di Berlian Mamala Resort
Jamaah haul membludak. Tenda yang disiapkan panitia lebih dari 80 petak terisi penuh hingga harus ditambah tenda darurat.
Antusiasme jamaah, khususnya kaum ibu yang mengenakan busana islami, menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat kepada Guru Tua di Morowali Utara. (*)





