Ed Sheeran Tuai Pujian Usai Tolak Kolaborasi Fortnite, Pilih Tetap Jaga Integritas Artistik

Ed Sheeran Tuai Pujian Usai Tolak Kolaborasi Fortnite, Pilih Tetap Jaga Integritas Artistik
instagram/@edhq

INGGRIS – Penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan bahwa dirinya pernah menolak tawaran kolaborasi dengan game battle royale populer, Fortnite. Keputusan tersebut justru menuai banyak pujian dari penggemar karena dianggap mencerminkan integritas dan kejujuran artistik yang jarang ditemukan di industri hiburan saat ini.

Seperti diketahui, Fortnite selama ini dikenal sebagai salah satu platform hiburan digital yang kerap menghadirkan kolaborasi besar dengan sederet musisi papan atas. Nama-nama seperti Billie Eilish, The Weeknd, Metallica, Chappell Roan, hingga Sabrina Carpenter pernah menjadi bagian dari Fortnite Festival, lengkap dengan skin eksklusif, emote khusus, hingga penampilan virtual yang memanjakan para pemain.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Kolaborasi Tiga Organisasi Bagikan Makan-Minum Gratis di Haul Guru Tua ke-58

Tak hanya itu, Daft Punk juga sempat menghadirkan pengalaman interaktif yang memungkinkan penggemar me-remix puluhan lagu dari katalog musik mereka, sementara Ariana Grande dan Travis Scott sukses menciptakan konser virtual spektakuler di dalam game yang menjadi perbincangan global.

Namun berbeda dari banyak musisi lain, Ed Sheeran memilih untuk tidak ikut arus.

Dalam wawancara di podcast Warne’s Way, pelantun Shape of You itu menjelaskan bahwa ia hanya ingin namanya muncul pada produk atau proyek yang benar-benar dekat dengan kehidupannya.

Baca Juga: Naik Level! Kia Seltos Siap Tambah Varian Baru, HUD dan Dashcam Berpeluang Jadi Senjata Andalan

“Setiap kali Anda melihat wajah saya di dekat produk apa pun, saya ingin itu adalah sesuatu yang benar-benar saya lakukan,” ujar Sheeran.

Ia lalu mencontohkan berbagai kolaborasi yang menurutnya terasa natural. Mulai dari kecintaannya pada saus tomat, gitar yang ia mainkan, hingga kerja sama dengan Orange untuk peluncuran speaker—karena ia memang telah lama menggunakan amplifier merek tersebut.

Ketika pihak label menawarkan kemungkinan untuk masuk ke dunia Fortnite, Sheeran mengaku menolaknya secara halus.

Baca Juga: Cokelat Hitam Ternyata Bukan Sekadar Camilan, Ini 10 Manfaat Kesehatan yang Didukung Sains

“Saya sebenarnya tidak ingin melakukan itu. Saya tidak bermain Fortnite, tetapi saya bermain Pokémon,” ungkapnya.

Pernyataan itu sekaligus menjelaskan mengapa Sheeran justru memilih menjalin koneksi dengan The Pokémon Company. Pada 2022, ia merilis lagu ‘Celestial’, yang kemudian digunakan dalam kredit penutup game Pokémon Scarlet & Violet—kolaborasi yang terasa jauh lebih personal dan relevan dengan minat pribadinya.

Sikap jujur Sheeran pun langsung disambut positif di media sosial. Banyak penggemar memuji keberaniannya untuk menolak proyek besar demi menjaga citra yang tetap autentik.

Baca Juga: Perjalanan Dinas Kominfo Buol Disoroti, Bupati Diminta Nonaktifkan Kadis

Sejumlah komentar di platform X menilai keputusan itu sebagai bentuk kemenangan integritas di tengah maraknya kolaborasi komersial. Bahkan, beberapa warganet yang mengaku bukan penggemar musik Ed Sheeran tetap memberikan respek karena ia dinilai konsisten hanya mendukung produk yang benar-benar ia gunakan dan percayai.

Sorotan terhadap keputusan ini juga muncul tak lama setelah Sheeran kembali membahas pengalaman masa lalunya saat tampil singkat di musim ketujuh Game of Thrones. Kala itu, kemunculannya sempat menuai kritik dari penonton yang merasa kehadirannya terlalu mencolok dan tidak menyatu dengan nuansa serial HBO tersebut.

Menanggapi hal itu, Sheeran mengaku sudah terbiasa dengan kritik sepanjang kariernya. Meski sering menjadi sasaran komentar negatif, ia tetap memilih menjalani proyek yang menurutnya menyenangkan dan bermakna.

Kini, keputusan menolak Fortnite justru memperkuat citra Ed Sheeran sebagai musisi yang tak sekadar mengejar eksposur, tetapi juga menjaga nilai personal di balik setiap kolaborasi. Di era ketika banyak artis berlomba-lomba hadir di berbagai platform demi viralitas, langkah Sheeran terasa seperti pengingat bahwa keaslian masih punya tempat di industri musik modern.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *