Saat Mantan Wartawan Senior Jabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)

Saat Mantan Wartawan Senior Jabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
Nanik S Deyang, merupakan mantan wartawan senior yang pernah bekerja di Harian Surya di Surabaya. Kini, ia dipercayakan Presiden Prabowo Subianto menjabat Kepala BGN. (Foto: IST).

NAMA Nanik S Deyang langsung jadi perhatian, setelah namanya diumumkan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Selasa 2 Juni 2026. Ia menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya Nanik menjabat Wakil Kepala BGN – lembaga yang mengurusi Program Makan Bergizi Gratis (BGN) tersebut.

Bacaan Lainnya

Nanik S Deyang merupakan seorang mantan wartawan senior. Ia lama bekerja di Harian Surya, Surabaya. Tak jarang ia meliput seputar sepak bola. Koran ini adalah grup Kompas Gramedia.

Baca Juga: Siapa Tersangka Dugaan Korupsi MBG Berikutnya? Kejagung Tahan 3 Eks Pejabat Badan Gizi Nasional

Dahlan Iskan – mantan bos Jawa Pos Grup, mengisahkan dalam tulisannya yang rilis pada Kamis pagi (4/6/2026), cukup mengenal baik Nanik S Deyang. Bahkan Nanik juga memanggilnya dengan sebutan “bos” – seperti panggilan anak-anak Jawa Pos Grup kepada Dahlan.

Tipikal Nanik adalah tukang kritik. Ia seorang perempuan pemberani, militan, dan tidak takut risiko. Kalau dibentak, ia balik membentak. Atasannya saja di Harian Surya tidak ia takuti.

“Atasan saya hanya Tuhan,” tulis Dahlan tentang Nanik S Deyang.

Baca Juga: Warga Palu Ramai-ramai “Bully” Menu MBG, Nama Wali Kota dan Gubernur Ikut Terseret

Dahlan terakhir kali berkomunikasi saat Nanik dilantik menjadi Wakil Kepala BGN – setingkat Wakil Menteri, pada 2025 lalu. Setelah itu, Dahlan baru mendengar lagi kabarnya saat namanya diumumkan “naik kelas” menjadi Kepala BGN.

Kata Dahlan, Nanik seorang muslimah yang gemar mendirikan shalat malam. Kalau sedang memuncak, shalat malamnya lama. Ia berharap kepada Nanik banyak melakukan perbaikan Program MBG setelah menjabat Kepala BGN.

Mulai dari kualitas makanan, cara berkomunikasi dengan media, persentase keracunan, hingga izin dapur MBG, bisa ia benahi.

Baca Juga: Usut Keracunan Massal Siswa di Bangkep, Polisi Periksa Sampel Makanan MBG di Palu

Saat masih bekerja di Harian Surya Surabaya, Nanik sering kali mendapatkan berita besar dan eksklusif. Saking begitunya, namanya menjadi perhatian dan dikenal di kalangan koran-koran kompetitor.

Dahlan Iskan juga mengenal Kepala BGN yang baru ini tipe anti birokrasi, anti kemapanan, dan anti hirarki.

Saat bosnya di Harian Surya, Valens Doy – pria berdarah Flores, memilih resign dari Harian Surya, Nanik juga memilih berhenti waktu itu. Lalu mendirikan koran sendiri.

Ia juga pernah berkolaborasi dengan Valens Doy membangun koran. Dengan Dahlan Iskan juga pernah.

Baca Juga: Setahun Pemerintahan Prabowo – Gibran, Wilayah Sulteng Aman dan Kondusif

Saat tidak lagi terlalu aktif di media, Nanik mencoba peruntungan di jalur politik. Ia mendukung pencalonan Joko Widodo (Jokowi) di periode pertama presiden. Uang pribadinya rela ia korbankan demi mendukung dana kampanye. Tapi pada akhirnya ia “memberontak” kepada Jokowi karena kecewa.

Ia pun pindah perahu mendukung Prabowo Subianto. Tapi kalah lagi sama Jokowi di periode kedua. Nanik pun tetap setia bertahan di barisan Prabowo hingga menang di Pemilu Presiden 2024.

Saat dilantik menjadi Wakil Kepala BGN, Dahlan mengaku tak heran. Sebab Nanik ikut berkorban memenangkan Prabowo. Saatnya ia mendapat perhatian.

Baca Juga: Tinjau Aceh, Presiden Prabowo Pastikan Seluruh Kekuatan Dikerahkan untuk Pemulihan

Setelah menjabat, Nanik tidak pernah berubah dari prinsipnya. Tetap seperti dulu. Ia sering turun ke lapangan, mendengar langsung dan mengamati kritik media terhadap program MBG.

Yang bikin heboh lagi, banyak dapur MBG ia rekomendasikan untuk ditutup, karena tidak memenuhi syarat. Penutupan dapur MBG oleh Nanik juga diakui Don Dasco – Sufmi Dasco Ahmad – salah satu petinggi Partai Gerindra yang menjabat Wakil Ketua DPR RI.

Selama menjabat Wakil Kepala BGN sejak 2025-2026, Dahlan baru sekali bertemu. Sekilas saja. Di acara seminar keselamatan kerja yang diadakan Pertamina.

Baca Juga: Kesejahteraan Jaksa Masih Terlupakan oleh Presiden Prabowo, Sekjen LMP Khawatir

Dahlan jadi narasumber di seminar itu. Sedangkan Nanik menjadi salah satu tamu undangan.

“Saya bersyukur melihat Deyang (Nanik S Deyang): berat badannya sudah turun banyak,” tulis Dahlan dengan guyon khasnya kepada wartawan senior yang kini menjadi orang nomor satu di BGN tersebut. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *