Merasa Sudah Diet Tapi Berat Tak Turun? Mungkin Makanan Ini Penyebabnya

Merasa Sudah Diet Tapi Berat Tak Turun? Mungkin Makanan Ini Penyebabnya
Ahli Nutrisi Beberkan Makanan yang Paling Sering Menjadi Penyebab Berat Badan Sulit Turun (Pexels)

KESEHATAN – Banyak orang mengira kenaikan berat badan hanya disebabkan oleh makanan cepat saji atau makanan manis. Padahal, sejumlah makanan yang sering dianggap sehat ternyata bisa menyumbang kalori dalam jumlah besar tanpa disadari.

Menurut ahli gizi dan pelatih penurunan berat badan Tayla Dalgleish, beberapa makanan populer sebenarnya tergolong “tinggi kalori secara diam-diam”. Bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya, tetapi konsumsinya perlu diperhatikan agar tidak menghambat target kebugaran dan penurunan berat badan.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Barcelona Cari Dana Segar, Marc Casado Berpotensi Jadi Korban Bursa Transfer

Berikut 10 makanan yang sering menjadi penyebab tersembunyi kenaikan berat badan.

1. Muffin
Muffin sering dianggap pilihan sarapan praktis. Namun, ukurannya yang besar membuat kandungan kalorinya bisa sangat tinggi.

Menurut Tayla, beberapa muffin berukuran besar bahkan dapat mengandung antara 700 hingga 900 kalori per porsi, setara dengan sepotong kue besar.

Baca Juga: Raih WTP Lagi, Pemprov Sulteng Perkuat Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

Jika dikonsumsi rutin tanpa memperhatikan porsi, muffin dapat menjadi sumber kalori berlebih yang signifikan.

2. Granola
Granola dikenal sebagai makanan sehat yang sering dipadukan dengan yogurt atau smoothie.

Namun, satu cangkir granola dapat mengandung sekitar 400 hingga 500 kalori, terutama jika mengandung tambahan madu, gula, atau minyak.

Baca Juga: Rakor Produk Hukum Regional Sulawesi 2026, Gubernur Sulteng Dorong Inovasi Regulasi

Karena itu, penting untuk memperhatikan ukuran porsi saat mengonsumsinya.

3. Kacang-Kacangan
Kacang memang kaya protein, serat, vitamin, dan lemak sehat. Namun kandungan kalorinya juga cukup tinggi. Secangkir almond panggang misalnya dapat mengandung lebih dari 600 kalori.

Meski bergizi, konsumsi kacang tetap perlu dibatasi sesuai kebutuhan harian.

Baca Juga: Hadiri Olahraga Bersama, Kapolda Sulteng: Perkuat Kebugaran dan Kekompakan

Contoh kacang yang tinggi kalori:
• Almond
• Kacang mete
• Kacang tanah

4. Selai Kacang
Selai kacang merupakan sumber protein dan lemak sehat yang baik.

Namun, dua sendok makan selai kacang rata-rata mengandung sekitar 180 hingga 200 kalori. Masalahnya, banyak orang mengonsumsi jauh lebih banyak dari ukuran porsi yang direkomendasikan.

Baca Juga: Arsenal Susun Proyek Galacticos, Tiga Bintang Eropa Masuk Daftar Belanja

Karena itu, mengukur porsi sebelum mengonsumsi selai kacang menjadi langkah penting.

5. Buah Kering
Buah kering memang praktis dan kaya nutrisi, tetapi kandungan kalorinya jauh lebih padat dibandingkan buah segar.

Selain itu, beberapa produk mengandung tambahan gula yang meningkatkan total kalori secara signifikan. Buah kering juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika dikonsumsi berlebihan.

Baca Juga: Dari Musik ke Aksi Sosial, Langkah Baru Liam Gallagher Jadi Sorotan

6. Pasta
Pasta bukanlah makanan yang harus dihindari saat diet. Namun, ukurannya sering kali menjadi masalah.

Banyak orang tanpa sadar mengonsumsi dua hingga tiga kali lipat porsi yang dianjurkan. Jika dipadukan dengan saus krim, keju, atau daging olahan, total kalorinya bisa meningkat drastis.

7. Keripik
Keripik merupakan salah satu camilan yang paling mudah menyebabkan makan berlebihan.

Baca Juga: Ingin Hidup Lebih Sehat? Mulailah dengan 7 Perubahan Sederhana Ini

Satu porsi keripik biasanya jauh lebih kecil daripada yang dibayangkan banyak orang. Karena teksturnya ringan dan gurih, konsumsi berlebihan sering terjadi tanpa disadari.

8. Saus Salad
Salad memang sehat, tetapi saus yang digunakan bisa menjadi sumber kalori tersembunyi.

Banyak saus salad mengandung minyak, gula, dan bahan tambahan lainnya yang membuat kalorinya cukup tinggi.

Baca Juga: Duel Sengit Lawan Pedro Acosta, Sinyal Kebangkitan Sang Juara Mulai Terlihat?

Dua sendok makan mungkin masih wajar, tetapi sebagian orang menuangkan dua hingga tiga kali lipat jumlah tersebut.

9. Alkohol
Selain mengandung kalori tambahan, alkohol juga dapat memengaruhi proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Saat tubuh memproses alkohol, metabolisme lemak menjadi kurang optimal sehingga proses penurunan berat badan dapat melambat.

Baca Juga: Ingin Otak Tetap Tajam Saat Tua? Terapkan 5 Kebiasaan Ini Mulai Sekarang

Karena itu, konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi, terutama saat sedang menjalani program penurunan berat badan.

10. Makan di Restoran
Banyak orang menganggap makanan restoran lebih sehat karena terlihat segar atau menggunakan bahan premium.

Namun, ukuran porsi yang besar, tambahan saus, minyak, keju, dan gula sering membuat kandungan kalorinya jauh lebih tinggi dari perkiraan.

Baca Juga: Mulai 1 Juni Hari Ini, Jembatan I Palu dan III Diberlakukan Sistem Dua Arah

Bahkan beberapa menu salad di restoran dapat memiliki kalori yang setara atau lebih tinggi dibandingkan burger atau pizza.

Kunci Utamanya Bukan Menghindari, Tetapi Mengontrol Porsi
Para ahli menekankan bahwa tidak ada makanan yang sepenuhnya “jahat” atau harus dihilangkan dari pola makan.

Yang terpenting adalah memahami kandungan kalori, memperhatikan ukuran porsi, dan menjaga keseimbangan pola makan secara keseluruhan.

Dengan lebih sadar terhadap makanan yang dikonsumsi setiap hari, Anda dapat mengelola berat badan dengan lebih efektif tanpa harus menjalani diet ekstrem.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *