ITALIA – Meski gagal finis di lima besar pada balapan MotoGP Italia di Mugello, penampilan Marc Marquez justru memunculkan optimisme besar.
Bagi juara dunia sembilan kali itu, hasil akhir bukanlah sorotan utama. Yang paling penting adalah munculnya “perasaan baru” pada lengan dan bahunya setelah menjalani dua kali operasi.
Baca Juga: Ingin Otak Tetap Tajam Saat Tua? Terapkan 5 Kebiasaan Ini Mulai Sekarang
Pembalap pabrikan Ducati tersebut menunjukkan tanda-tanda positif sepanjang akhir pekan di Mugello.
Setelah mengamankan posisi start keempat saat kualifikasi, Marquez terlibat dalam duel sengit dengan bintang muda KTM, Pedro Acosta, dalam salah satu pertarungan paling menarik sepanjang balapan.
Meski akhirnya harus menyerah dari Acosta dan disalip oleh Ai Ogura serta Fabio Di Giannantonio di fase akhir lomba, Marquez merasa telah memenangkan pertarungan yang jauh lebih penting: melawan kondisi fisiknya sendiri.
Baca Juga: Mulai 1 Juni Hari Ini, Jembatan I Palu dan III Diberlakukan Sistem Dua Arah
Marquez: Tidak Ada Lagi Rasa Kebas di Bahu
Usai balapan, Marquez mengungkapkan bahwa target utama dari operasi yang dijalaninya mulai menunjukkan hasil.
“Bagi saya, hal terpenting adalah tidak ada lagi rasa kebas. Saya merasakan sensasi baru di lengan saya, dan itulah tujuan utama operasi ini,” kata Marquez.
Menurut pembalap asal Spanyol itu, kini fokusnya bukan lagi membandingkan dirinya dengan performa masa lalu, melainkan memaksimalkan kondisi fisik yang dimilikinya saat ini.
Baca Juga: Martin Odegaard Pergi? Arsenal Sudah Siapkan Dani Olmo sebagai Pengganti Ideal
“Mulai sekarang saya hanya ingin mencapai kemampuan terbaik saya setiap hari. Tidak ada yang bisa menjamin saya akan kembali seperti dulu, tetapi saya akan terus mencoba.”
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Marquez mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya setelah bertahun-tahun berjuang dengan cedera yang menghambat kariernya.
Bertarung Sampai Batas Fisik
Marquez mengakui dirinya tidak mengetahui bagaimana kondisi bahunya akan bertahan selama balapan penuh di Mugello. Karena itu, ia memilih untuk memberikan segalanya hingga tubuhnya benar-benar mencapai batas.
Baca Juga: Hadianto Rasyid Apresiasi Gerakan Kemanusiaan FKUB dan Bamag Sulteng
“Saya hanya terus menekan sampai tubuh dan lengan kanan saya mengatakan, ‘cukup’.”
Momen paling berat terjadi ketika ia melihat papan pit dan menyadari masih tersisa sepuluh lap, sementara energi fisiknya mulai terkuras habis. Meski demikian, naluri kompetitif Marquez tetap muncul.
“Saya tahu mungkin saya akan kalah dalam pertarungan itu, tetapi jika harus menyerah, saya ingin membuatnya semahal mungkin.”
Baca Juga: Sering Dikira Menyehatkan, 8 Makanan Ini Justru Perlu Diwaspadai
Semangat pantang menyerah tersebut membuatnya mampu bertarung melawan beberapa pembalap hingga lap-lap terakhir, sesuatu yang belum tentu bisa ia lakukan beberapa bulan lalu.
Cedera Bahu Jauh Lebih Berat dari Cedera Kaki
Marquez juga menyinggung cedera kaki yang dialaminya di Le Mans. Namun menurutnya, rasa sakit akibat cedera tersebut tidak sebanding dengan masalah yang dialami bahunya.
“Cedera kaki itu seperti kacang dibandingkan apa yang saya alami di bahu.”
Baca Juga: Warga Tondo Digegerkan Penemuan Pelajar Meninggal Dunia di Rumah
Ia mengungkapkan sebenarnya sudah siap tampil sejak seri Catalunya, tetapi kondisi bahu masih menjadi kekhawatiran terbesar.
Walaupun kaki kanannya belum pulih 100 persen, Marquez menegaskan hal itu bukan hambatan utama saat mengendarai motor MotoGP.
Mugello Bisa Jadi Titik Balik Musim Marquez
Walau hasil finis belum mencerminkan performa terbaiknya, akhir pekan di Mugello memberikan sesuatu yang lebih berharga bagi Marc Marquez: keyakinan bahwa tubuhnya mulai merespons dengan baik setelah operasi.
Baca Juga: Barcelona Dilema Besar, Jual Casado Demi Keuangan atau Pertahankan Talenta La Masia?
Jika perkembangan ini terus berlanjut, Ducati berpotensi mendapatkan kembali versi terbaik dari salah satu pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP.
Dengan kalender musim yang masih panjang, Mugello bisa saja dikenang sebagai titik awal kebangkitan besar Marc Marquez pada MotoGP 2026.***





