Dialog Perempuan KPPA Ungkap Tiga Isu Krusial di Kawasan Industri Morowali Utara

Dialog Perempuan KPPA Ungkap Tiga Isu Krusial di Kawasan Industri Morowali Utara
Dampak Industri Nikel Jadi Sorotan, KPPA Angkat Isu Keamanan Perempuan dan Ketahanan Pangan

MOROWALI UTARA – Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya perlindungan perempuan dan anak di tengah pesatnya perkembangan industri pertambangan nikel dan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara.

Isu tersebut mengemuka dalam Dialog Perempuan yang diselenggarakan KPPA Sulawesi Tengah pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Cafe Bestea, Petasia Timur.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Piala Dunia 2026: 5 Fakta Menarik di Balik Kemenangan Telak Belanda 5-1 atas Swedia

Kegiatan ini melibatkan perwakilan perempuan dari Desa Bunta, Tompira, Bungintimbe, Towara, Molino, dan Molores, serta dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3AD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali Utara.

Direktur KPPA Sulawesi Tengah Ardianti Tahir melalui Deputi Direktur Matilda Dadi mengatakan dialog tersebut menjadi wadah bagi perempuan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta kekhawatiran mereka terhadap berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terjadi di wilayah lingkar industri.

Menurut Matilda, terdapat tiga isu utama yang menjadi perhatian peserta, yakni perlindungan dan keamanan perempuan dan anak, ketahanan pangan dan air bersih berkelanjutan, serta lingkungan dan kesehatan berkelanjutan.

Baca Juga: 10 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Sendi, Bantu Kurangi Nyeri dan Peradangan

Pada aspek perlindungan dan keamanan perempuan serta anak, peserta menilai diperlukan sinergi seluruh pihak untuk memastikan tersedianya ruang aman, baik di lingkungan keluarga maupun fasilitas publik.

Mereka juga mengungkapkan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian, mulai dari dugaan praktik komersialisasi terhadap perempuan yang berlangsung secara terorganisir, dampak sosial akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berpotensi memicu tekanan psikologis dalam keluarga hingga kekerasan dalam rumah tangga, serta pentingnya tata kelola fasilitas publik yang mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Selain itu, isu ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih turut menjadi sorotan. Peserta dialog menilai perkembangan industri pertambangan dan perkebunan tidak boleh mengurangi kualitas maupun akses masyarakat terhadap sumber pangan dan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya.

Baca Juga: Anak-anak Korban Gempa Tersenyum Lagi, PSI Peduli Gelar Trauma Healing di Lembantongoa

“Pangan dan air bersih berkelanjutan harus menjadi perhatian utama dalam proses pembangunan wilayah industri, terutama di kawasan yang aktivitas pertambangannya terus berkembang,” ujar Matilda.

Pada pembahasan mengenai lingkungan dan kesehatan berkelanjutan, peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), persoalan air bersih, hingga kekhawatiran terhadap ancaman banjir dan longsor.

Peserta menilai pertumbuhan ekonomi di kawasan pertambangan nikel dan perkebunan kelapa sawit harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Baca Juga: Sang Maestro Perekam Cahaya dari Palu Itu Telah Berpulang

KPPA Sulawesi Tengah berharap hasil dialog tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah, perusahaan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih berpihak pada perlindungan perempuan dan anak.

Organisasi tersebut juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai isu perempuan dan anak di Morowali Utara melalui pendekatan dialog, advokasi, dan kolaborasi bersama berbagai pihak.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *