PALU – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah memilih menunda kegiatan rapat koordinasi wilayah khusus (Rakorwilsus) yang sedianya digelar pada 20 Juni mendatang. Penundaan dilakukan karena Sulteng sedang dilanda gempa bumi.
Penundaan Rakorwilsus atas arahan langsung Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, yang kemudian ditindaklanjuti pengurus di Sulteng.
Baca Juga: PSI Target Menang Pemilu 2029 di Sulteng
“Ketua Harian DPP, Ahmad Ali, minta ditunda. Tidak elok kita berkegiatan, sementara masyarakat dilanda bencana. Dan semalam sudah kami rapatkan, membahas penundaan Rakorwilsus sebagai bentuk solidaritas,” kata Ketua DPW PSI Sulteng, Agus Lamakarate, dihubungi Rabu pagi (17/6/2026) di Palu.
Agus Lamakarate belum bisa memastikan kapan Rakorwilsus akan dijadwalkan kembali. Ia hanya bilang menunggu situasi bencana di Sulteng pulih.
Baca Juga: Cek Kesiapan Menjadi Peserta Pemilu, KPU-Bawaslu Sambangi Kantor PSI Sulteng
“Setelah situasi sudah normal pokoknya. Hari dan tanggalnya belum bisa dipastikan,” ujar Agus.
PSI menyatakan duka mendalam atas bencana gempa bumi yang melanda Sulteng. Empat daerah di Sulteng yang terdampak yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong dan Kabupaten Poso.
“Pengurus PSI turut berdukacita atas musibah bencana gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kami di Sulteng. Semoga kita diberi ketabahan dan kekuatan,” doa Ketua PSI Sulteng.
Saat ini, PSI fokus membantu penanganan bencana di empat daerah terdampak. Tim medis dan relawan sudah diturunkan ke Sigi beberapa jam setelah gempa bumi.
“Hari ini, PSI Sulteng mengantar bantuan bahan-bahan pangan ke Kabupaten Sigi, khususnya dua kecamatan yakni Palolo dan Nokilalaki. Dua kecamatan ini sangat parah kerusakan rumah warga,” kata Agus.
Selain mengantar bantuan, PSI juga melakukan trauma healing di Kabupaten Sigi. Warga terdampak, terutama anak-anak, akan menjadi sasaran kegiatan trauma healing. Tujuannya agar mental mereka tetap terjaga setelah kejadian gempa.
Baca Juga: Ratusan Kader Militan PSI Sulteng Berangkat Makassar Sukseskan Rakernas
Kemudian, tim PSI di lapangan juga melakukan asssment terhadap kebutuhan-kebutuhan warga terdampak.
“Data-data warga terdampak di empat daerah, sudah beberapa yang masuk ke kami. Kami menuggu lengkap untuk proses distribusi bantuan,” sebutnya.
Sebagai informasi, gempa bumi melanda Sulteng pada Selasa siang (16/6/2026) sekitar pukul 11.42 WITA. Empat daerah terdampak, yaitu Kota Palu, Sigi, Parigi Moutong dan Kabupaten Poso.
Banyak rumah warga rusak. Jembatan dan jalan juga rusak. Bahkan wilayah Kabupaten Sigi menuju Poso terisolir. (*)





