SIGI – Semangat kemanusiaan yang melampaui perbedaan agama dan latar belakang kembali ditunjukkan Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu melalui program Jam’iyyah Peduli Gempa Sulawesi Tengah.
Pada Sabtu (27/6/2026), organisasi tersebut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di RT 04 Dusun I, Desa Rejeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
Baca Juga: Tak Cukup Bukti? Kuasa Hukum Minta Kejati Sulteng Hentikan Penyidikan PT Cocoman
Sebanyak 50 paket sembako dan 50 paket makanan anak diserahkan kepada 50 kepala keluarga (KK) yang terdampak gempa.
Penyaluran bantuan dipusatkan di halaman Gereja Bala Keselamatan Pos Pelayanan Salumpondo dan dihadiri Ketua Bidang Sosial Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu, Noor Rizqa Novianty, S.Si., bersama jajaran pengurus, serta didampingi Kepala Desa Rejeki, Dedan Lampekui.
Salah seorang pengurus Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu, Melinda Christiana, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan yang diberikan tanpa memandang agama, suku, maupun latar belakang masyarakat penerima.
Baca Juga: Wagub Sulteng Sambut Kedatangan Anggota BPK RI di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri
“Musibah adalah duka kita bersama. Karena itu, kepedulian kepada sesama tidak boleh dibatasi oleh perbedaan keyakinan. Kami datang bukan melihat siapa yang dibantu, tetapi melihat siapa yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan,” ujarnya.
Dusun I Desa Rejeki menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa bumi.
Letaknya yang berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan terjal dan sulit dilalui kendaraan membuat distribusi bantuan menuju wilayah tersebut tidak mudah.
Baca Juga: Inggris Bungkam Panama 2-0! Harry Kane Pecahkan Rekor dan Three Lions Juara Grup L
Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat di dusun yang mayoritas beragama Kristiani itu belum menerima bantuan sebanyak wilayah lain yang memiliki akses lebih mudah.
Selain menyalurkan bantuan logistik, rombongan Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu juga mengunjungi SD Inpres Rejeki Kelas Jauh Salumpondo untuk melihat langsung kondisi sekolah pascagempa sekaligus memberikan dukungan moral kepada para guru dan siswa.
Rombongan turut mengunjungi sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa guna menyaksikan langsung kondisi para penyintas serta mendengarkan kebutuhan yang masih diperlukan masyarakat.
Baca Juga: Laga Pembuka 32 Besar Piala Dunia 2026: Kanada Diunggulkan Menang Bersua Afsel
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Jam’iyyah Peduli Gempa Sulawesi Tengah agar kepedulian tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga menghadirkan empati, perhatian, dan semangat bagi masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari bencana.
Kepala Desa Rejeki, Dedan Lampekui, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu kepada warganya.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan. Akses menuju dusun ini memang cukup sulit sehingga bantuan tidak selalu mudah masuk. Kehadiran Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu menjadi penyemangat bagi warga kami. Bantuan ini menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan mampu menyatukan kita semua tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang,” katanya.
Baca Juga: 5 Camilan Rendah Kalori yang Mengenyangkan dan Cocok Dikonsumsi Saat Diet
Aksi sosial tersebut menjadi contoh nyata bahwa nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan dapat diwujudkan melalui tindakan konkret.
Bantuan dari komunitas sekolah Islam kepada masyarakat yang mayoritas beragama Kristiani menjadi pesan kuat bahwa kemanusiaan selalu berada di atas segala perbedaan.
Melalui program Jam’iyyah Peduli Gempa Sulawesi Tengah, Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu berharap semangat saling membantu terus tumbuh di tengah masyarakat.
Selain bantuan material, kehadiran dan kepedulian sosial diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi para penyintas untuk bangkit dan memulihkan kehidupan mereka.***





