MOROWALI UTARA – Keresahan masih melanda perangkat desa di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Soalnya, Hingga kini, gaji mereka belum juga dibayarkan selama tiga bulan terakhir, mulai Januari hingga Maret 2026.
Akibatnya, banyak perangkat desa terpaksa merayakan Lebaran Idul Fitri tanpa menerima haknya. Kondisi ini memicu kekecewaan dan keluhan di tingkat desa.
Baca Juga: Kejaksaan mulai “Garap” Satu per Satu Kasus Korupsi Lama di Morut
Keluhan tersebut bahkan sudah sampai ke DPRD Morowali Utara. Para perangkat desa mendesak DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk mencari solusi.
Jika tidak ada kejelasan kapan gaji dibayarkan, mereka mengancam akan menggelar aksi demonstrasi.
Salah satu anggota DPRD Morowali Utara mengungkapkan, perangkat desa di sejumlah kecamatan mulai menggalang kekuatan untuk turun ke jalan.
Baca Juga: Bersuka Cita, Ribuan PPPK Morowali Utara Formasi 2024 Terima SK
“Ada rencana demo terkait gaji. Ini sudah mereka sampaikan ke DPRD. Dari beberapa kecamatan akan turun,” ujarnya.
Ia menambahkan, rencana aksi tersebut masih dalam tahap pembahasan. Namun, ia mempersilakan media untuk melakukan pengecekan langsung ke desa-desa.
Baca Juga: DPRD Morowali Utara Sahkan APBD 2026
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun hingga Rabu (25/3/2026) pukul 17.00 Wita, gaji perangkat desa—termasuk kepala desa—masih belum diterima.
“Belum ada masuk, Pak,” kata salah satu kepala desa saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara menjelaskan keterlambatan pembayaran gaji terjadi karena masih menunggu transfer dana kurang bayar (KB) Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 15 persen dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Kajati Sulteng Apresiasi Capaian Kejari Morowali Utara
Sejumlah perangkat desa pun mengaku kecewa. Mereka telah menunggu selama tiga bulan, bahkan sempat dijanjikan pembayaran akan dilakukan setelah Lebaran.
Namun hingga kini, realisasi tersebut belum juga terwujud. (*)





