PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi melepas 1.751 jemaah haji asal Sulawesi Tengah di Asrama Haji Palu, Kamis (7/5/2026).
Pelepasan berlangsung penuh haru dan khidmat, disertai doa dari keluarga yang mengantar keberangkatan para calon tamu Allah menuju Tanah Suci.
Baca Juga: Kejagung Identifikasi 20 hingga 30 Perusahaan Tambang dan Sawit Ilegal di Sulteng
Didampingi jajaran Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tengah serta para pendamping haji, Gubernur menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dapat berkumpul dalam kondisi sehat sebelum memulai perjalanan menuju Balikpapan, lalu melanjutkan penerbangan ke Makkah dan Madinah.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa perjalanan haji bukan sekadar rutinitas atau hasil dari panjangnya antrean, melainkan panggilan langsung dari Allah SWT.
“Bapak dan Ibu malam ini bukan hanya menjalani perjalanan biasa. Ini perjalanan mulia karena yang mengundang adalah Allah SWT, pemilik alam semesta,” ujar Anwar Hafid di hadapan ribuan jemaah.
Baca Juga: Musda V Ditunda, Anwar Hafid Masih Dijagokan Pimpin Demokrat Sulteng
Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang yang memiliki keinginan berhaji mendapat kesempatan untuk berangkat. Karena itu, para jemaah diminta mensyukuri nikmat dan kesempatan yang diberikan Allah SWT tahun ini.
Pada kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga membagikan kisah inspiratif seorang penjual nasi kuning di Makassar yang selama bertahun-tahun menyisihkan uang Rp5 ribu setiap hari demi bisa menunaikan ibadah haji.
Menurutnya, secara logika manusia, perempuan tersebut membutuhkan waktu sangat lama untuk mewujudkan impiannya. Namun karena keyakinan dan kehendak Allah, seorang pelanggan akhirnya membiayai keberangkatannya ke Tanah Suci.
Baca Juga: Def Leppard Siapkan Album Baru, Joe Elliott Ungkap Sudah Ada 18 Lagu
“Kalau Allah sudah memanggil, tidak ada yang tidak mungkin. Haji dan umrah bukan semata-mata karena kemampuan kita, tetapi karena kehendak Allah,” katanya.
Anwar Hafid menyebut kisah tersebut sebagai bukti bahwa ibadah haji merupakan undangan istimewa dari Allah SWT. Ia bahkan membandingkan kebanggaan menerima undangan Allah dengan undangan menghadiri acara kenegaraan di Istana Presiden.
“Kalau gubernur atau presiden yang mengundang saja kita merasa bangga, apalagi Allah SWT yang mengundang langsung ke Baitullah,” ucapnya yang disambut takbir para jemaah.
Baca Juga: 6 Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Bisa Tingkatkan Risiko Demensia
Selain mengingatkan pentingnya menjaga niat ibadah, Gubernur juga meminta para calon haji untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, keyakinan bahwa Allah yang mengundang akan membuat seluruh proses ibadah terasa lebih ringan.
“Kalau kita sadar yang mengundang adalah Allah, maka tidak ada yang berat dalam perjalanan ini. Allah pasti menjaga dan memudahkan seluruh proses ibadah Bapak dan Ibu,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid turut menyinggung status Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu yang kini telah berstatus internasional.
Baca Juga: Bayern Munchen Temukan Calon Pengganti Luis Diaz, Wonderkid Ajax Jadi Target Panas
Ia menilai status tersebut menjadi peluang besar bagi Sulawesi Tengah untuk membuka penerbangan internasional, termasuk penerbangan umrah dan haji di masa mendatang.
Menurutnya, keberadaan bandara internasional di Kota Palu diharapkan semakin mempermudah pelayanan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya para jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Pelepasan jemaah berlangsung emosional. Sejumlah keluarga tampak mengiringi keberangkatan sanak saudara mereka dengan doa dan air mata, berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.***





