KESEHATAN – Dalam dunia olahraga, metabolisme adalah “mesin utama” tubuh. Ia menentukan seberapa cepat tubuh membakar energi, memulihkan otot, hingga menjaga performa tetap stabil.
Namun, menurut dokter Gowri Reddy Rocco, beberapa kebiasaan yang sering dianggap sehat justru bisa menjadi bumerang.
Baca Juga: Bursa Transfer Panas! The Gunners Menggila: Arsenal Incar Enzo dari Chelsea
“Metabolisme bukan hanya soal berat badan, tapi juga energi, hormon, dan fungsi tubuh secara keseluruhan,” jelasnya.
Jika metabolisme melambat, efeknya langsung terasa: tubuh mudah lelah, performa menurun, bahkan pemulihan jadi lebih lambat. Berikut enam kebiasaan yang perlu diwaspadai.
1. Defisit Kalori Berlebihan
Mengurangi kalori memang penting untuk menurunkan berat badan. Namun jika terlalu ekstrem, tubuh akan masuk ke “mode bertahan hidup”.
Baca Juga: Barcelona Pakai Jersey Edisi Olivia Rodrigo di El Clasico vs Real Madrid
Akibatnya, tubuh memperlambat pembakaran energi untuk menghemat cadangan. Ini membuat performa latihan menurun dan penurunan berat badan justru stagnan.
2. Sering Melewatkan Waktu Makan
Puasa atau melewatkan makan bisa berdampak pada kehilangan massa otot.
Menurut Jamie McManus, saat tubuh kekurangan energi, ia cenderung membakar otot dibanding lemak. Padahal, otot sangat penting untuk menjaga laju metabolisme tetap tinggi.
Baca Juga: Hari Diknas: Menyeduh Literasi di Cangkir Negeri
Semakin sedikit massa otot, semakin sedikit kalori yang terbakar—bahkan saat istirahat.
3. Terlalu Banyak Kardio, Minim Latihan Kekuatan
Latihan kardio memang bagus untuk jantung, tetapi jika dilakukan berlebihan tanpa latihan kekuatan, hasilnya tidak optimal.
Otot berperan besar dalam meningkatkan pembakaran kalori. Tanpa latihan beban atau latihan kekuatan, metabolisme tubuh sulit meningkat.
Baca Juga: 7 Superfood Malam Hari yang Bikin Tidur Lebih Nyenyak dan Otot Cepat Pulih
Kombinasi seimbang antara kardio dan latihan kekuatan adalah kunci performa atletik.
4. Menghindari Protein demi “Makanan Ringan Sehat”
Mengganti makanan tinggi protein dengan camilan ringan seperti buah saja bisa jadi kesalahan besar.
Protein penting untuk membangun dan mempertahankan massa otot. Tanpa cukup protein, tubuh justru memecah otot, yang berdampak langsung pada penurunan metabolisme.
Baca Juga: Liverpool Siapkan 3 Rekrutan Besar Usai Era Mohamed Salah, Ini Target Utama Arne Slot!
5. Terlalu Bergantung pada Makanan “Diet”
Produk rendah lemak atau bebas gula sering dianggap pilihan terbaik. Padahal, banyak di antaranya minim nutrisi penting.
Beberapa bahkan mengandung pemanis buatan yang dapat mengganggu kesehatan usus—padahal usus berperan penting dalam metabolisme energi.
6. Terlalu Sering Minum Smoothie atau Jus
Smoothie dan jus memang praktis, tetapi seringkali tinggi gula alami dan rendah protein.
Baca Juga: Hari Buruh: Keringat dan Ancaman yang Tak Lagi Sunyi
Ini bisa menyebabkan lonjakan energi yang cepat diikuti penurunan drastis, sehingga tubuh kesulitan membakar lemak secara efisien.
Untuk hasil optimal, tambahkan protein, serat, dan lemak sehat agar energi lebih stabil.
Kenapa Ini Penting untuk Performa Olahraga?
Metabolisme yang optimal membantu:
• Membakar energi lebih efisien
• Mempercepat pemulihan otot
• Menjaga stamina saat latihan dan kompetisi
Kesalahan kecil dalam pola makan dan latihan bisa berdampak besar pada performa jangka panjang.***





