AMERIKA – Kisah hidup penuh luka, perjuangan, dan kebangkitan Travis Barker akhirnya akan hadir dalam sebuah dokumenter emosional berjudul Travis Barker: Louder Than Fear.
Film dokumenter berdurasi 90 menit tersebut dipastikan menggelar pemutaran perdana dunia pada 13 Juni mendatang di Tribeca Festival yang berlangsung di Spring Studios, New York.
Baca Juga: Gufran Ahmad Menang, Pimpin Kadin Sulteng Periode 2026-2031
Setelah penayangan perdana, Barker juga dijadwalkan mengikuti sesi diskusi khusus mengenai proyek tersebut.
Sementara itu, perilisan global film dokumenter ini akan dilakukan pada 13 Agustus melalui disneyplus dan hulu untuk wilayah Amerika Serikat.
Kisah Kelam Travis Barker Setelah Kecelakaan Maut
Disutradarai oleh Justin Krook dan Michael Dwyer, Louder Than Fear akan membawa penonton menyelami perjalanan hidup Travis Barker mulai dari karier musiknya bersama Blink 182 hingga tragedi kecelakaan pesawat tahun 2008 yang hampir merenggut nyawanya.
Baca Juga: Nasib Johann Zarco Memprihatinkan, LCR Honda Update Cedera Mengejutkan
Film ini disebut akan menghadirkan potret “tanpa filter” tentang bagaimana Barker berjuang menghadapi rasa sakit fisik, trauma mental, hingga perjuangan emosional setelah selamat dari kecelakaan mengerikan tersebut.
Dalam sinopsis resminya, dokumenter ini menggambarkan Barker sebagai sosok yang “berjuang melawan rasa sakit, kesedihan, dan garis tipis antara bertahan hidup dan menyerah”.
Tak hanya itu, film ini juga menghadirkan berbagai penampilan dari para kolaborator musik, ikon budaya pop, hingga orang-orang terdekat yang membantu Barker melewati masa tergelap dalam hidupnya.
Baca Juga: Berat Badan Tak Kunjung Turun? Coba Terapkan 5 Strategi Ini
“Kisah Pria di Balik Tato”
Travis Barker sendiri menyebut proyek ini sebagai dokumentasi paling jujur tentang perjalanan hidupnya setelah tragedi besar yang mengubah segalanya.
“Ini adalah kisah pria di balik tato-tato itu,” ujar Barker.
“Sebuah penghormatan bagi mereka yang terus berjuang ketika musik hampir berhenti.”
Baca Juga: Pemkab Parigi Moutong Dorong Penguatan Kerja Sama Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Drummer berusia 50 tahun itu juga mengungkap bahwa proses pembuatan dokumenter ini sebenarnya telah dimulai lebih dari satu dekade lalu.
“Film dokumenter ini dimulai lebih dari 10 tahun yang lalu dan merupakan perjalanan yang luar biasa. Saya tidak sabar membagikannya kepada dunia,” katanya.
Luka Fisik dan Mental yang Hampir Menghancurkannya
Kecelakaan pesawat tahun 2008 menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam dunia musik modern.
Baca Juga: Liverpool Temukan Pengganti Salah, Bintang Monaco Jadi Target Utama Arne Slot
Travis Barker mengalami luka bakar tingkat tiga pada sekitar 65 persen tubuhnya dan harus menjalani 26 operasi selama tiga bulan perawatan intensif di rumah sakit.
Tragedi tersebut juga merenggut nyawa beberapa teman dekatnya sesuatu yang hingga kini masih membekas dalam hidup sang drummer.
Pada 2023 lalu, Travis Barker sempat membagikan penghormatan emosional kepada para korban kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Kejati Sulteng Musnahkan 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal Hasil Perkara Bea Cukai
“Pergi tetapi tidak akan pernah dilupakan,” tulisnya.
Dalam berbagai wawancara sebelumnya, Barker juga mengaku sempat mengalami depresi dan kecemasan ekstrem setelah kecelakaan itu.
Ia bahkan pernah mengatakan bahwa dirinya pernah menawarkan uang sebesar satu juta dolar kepada seorang teman untuk mengakhiri hidupnya.
Baca Juga: Enjoy The Moment, Gueners..!
Namun di balik semua itu, Travis Barker perlahan berhasil bangkit. Ia bahkan menyebut pengalaman tersebut sebagai “rehabilitasi” yang membantunya berhenti mengonsumsi obat resep.
Menaklukkan Ketakutan Terbesar
Salah satu momen paling emosional dalam dokumenter ini kemungkinan akan menyoroti bagaimana Barker akhirnya berhasil mengatasi trauma terbang yang menghantuinya selama bertahun-tahun.
Pada 2021, ia melakukan penerbangan pertamanya dalam 13 tahun bersama istrinya, Kourtney Kardashian.
Baca Juga: Dua Pajabat Sigi Tersangka dan Langsung Ditahan, Diduga Terima Uang Ratusan Juta
Momen tersebut menjadi simbol penting dari proses pemulihan panjang yang kini menjadi inti utama Louder Than Fear.
Bagi penggemar musik punk dan Blink 182, dokumenter ini diprediksi menjadi salah satu film musik paling emosional tahun ini bukan hanya tentang karier seorang drummer legendaris, tetapi juga tentang bertahan hidup ketika semuanya hampir berakhir.***





