SPANYOL – Debut penuh tantangan terus dijalani Toprak Razgatlioglu di paddock MotoGP. Namun di balik hasil yang belum memuaskan di Catalunya, bos tim Pramac Yamaha melihat tanda-tanda besar: sang juara WorldSBK mulai memahami cara mengendarai motor MotoGP seperti Fabio Quartararo.
Kepala tim Pramac Yamaha, Gino Borsoi, mengungkapkan bahwa proses adaptasi Toprak memang tidak mudah.
Baca Juga: 4 Trik Sederhana agar Berat Badan Tetap Stabil Saat Hari Raya dan Liburan
Pembalap Turki itu harus mengubah gaya balap agresif khas Superbike agar cocok dengan karakter motor MotoGP dan ban Michelin yang sangat berbeda.
Pada MotoGP Catalunya, Razgatlioglu menjalani akhir pekan yang berat. Ia memulai balapan dari posisi terakhir setelah kesulitan menemukan grip di lintasan licin Catalunya. Dalam Sprint Race, Toprak hanya mampu finis di depan pembalap wildcard Yamaha, Augusto Fernandez.
Situasi belum membaik di balapan utama. Meski sempat terlihat akan membawa pulang satu poin usai finis ke-15, penalti tekanan ban membuatnya turun ke posisi ke-16.
Baca Juga: Atletico Madrid Jadikan Marc Cucurella Target Utama, Chelsea Pasang Harga Tinggi
Tak berhenti di situ, Toprak juga menutup tes pascabalapan Catalunya di posisi ke-19 dengan selisih waktu +1,257 detik dari pembalap tercepat.
Meski hasilnya belum bersinar, Borsoi menilai progres Razgatlioglu mulai terlihat jelas.
“Dia tidak tampil buruk, hanya saja masih membalap dengan gaya Superbike seperti biasanya,” ujar Borsoi.
Baca Juga: Pengajian Rutin Malam Jumat Ketua DPRD Morut: Menjadi Pengingat Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Menurutnya, mengubah gaya berkendara di MotoGP membutuhkan pengorbanan besar karena pembalap harus rela kehilangan waktu demi memahami karakter motor secara menyeluruh.
Borsoi bahkan menyebut Toprak kini mulai meniru pendekatan Quartararo saat menikung.
“Dari data telemetri, kami melihat di banyak tikungan Toprak sudah mulai belajar berkendara seperti Quartararo,” jelasnya.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026 Berhadiah Mobil hingga Belasan Motor
Pernyataan itu menjadi sinyal positif bagi Yamaha. Sebab Quartararo selama ini dikenal sebagai salah satu pembalap terbaik dalam memaksimalkan corner speed di MotoGP.
Bahkan dalam beberapa momen balapan, Razgatlioglu mampu mencatat lap time hanya setengah detik lebih lambat dari rombongan terdepan.
Lap terbaik Toprak di grand prix juga hanya terpaut 0,630 detik dari pemenang balapan Fabio Di Giannantonio dan hanya sekitar 0,2 detik dari catatan lap terbaik Quartararo.
Baca Juga: Sambut Idul Adha 1447 H, Warda: PHBI Morut Matangkan Persiapan
Selain progres pembalap, Yamaha juga mulai menemukan arah pengembangan motor baru mereka.
Dalam tes hari Senin, Pramac Yamaha mencoba sasis anyar dan paket aerodinamika terbaru. Hasil awalnya cukup menjanjikan.
“Toprak merasa lebih nyaman dengan sasis baru saat menikung,” kata Borsoi.
Baca Juga: Foo Fighters Gandeng Kru Ski Ekstrem untuk Video Musik Penuh Adrenalin
Sementara itu, Jack Miller merasakan peningkatan signifikan dari sisi aerodinamika, terutama saat memiringkan motor di tikungan. Quartararo disebut memiliki pendapat serupa.
Meski demikian, Yamaha masih menghadapi pekerjaan rumah besar pada sektor mesin V4 mereka yang dinilai kalah dalam akselerasi lintasan lurus dibanding rival Ducati dan KTM.
“Sejujurnya kami belum mendapat kabar soal peningkatan mesin,” tutup Borsoi.
Dengan proses adaptasi yang terus berjalan, Toprak Razgatlioglu memang masih butuh waktu. Namun jika benar mulai memahami gaya berkendara khas MotoGP ala Quartararo, Yamaha bisa saja sedang menyiapkan kejutan besar untuk masa depan.***





