MOTOGP – Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, mengungkapkan bahwa KTM masih menghadapi persoalan besar terkait keandalan motor RC16.
Bahkan, ia memperingatkan bahwa solusi menyeluruh kemungkinan baru akan hadir setelah MotoGP Jerman di Sachsenring.
Baca Juga: Kejati Sulteng Geledah Kantor KSOP Palu dan Rumah Mantan Pejabat Donggala
Pernyataan tersebut disampaikan Acosta jelang MotoGP Belanda 2026 setelah menjalani akhir pekan yang penuh mimpi buruk di Grand Prix Republik Ceko, Brno.
Dalam tiga hari balapan di Brno, Acosta terus diterpa masalah teknis yang berbeda. Mulai dari kerusakan motor saat sesi latihan, gangguan pada perangkat pengatur ketinggian (ride-height device) yang berujung kecelakaan di Sprint Race, hingga gagal finis akibat kerusakan mesin pada lap terakhir balapan utama ketika sedang berada di posisi lima besar.
KTM Masih Mencari Akar Permasalahan
Acosta mengakui situasi yang dialami KTM saat ini cukup membingungkan karena setiap hari muncul masalah yang berbeda.
Baca Juga: Jerman Dipermalukan Ekuador! Ini 5 Fakta Menarik dari Duel Sengit Grup E Piala Dunia 2026
“Ini adalah akhir pekan yang sangat berat. Bahkan kami sendiri kesulitan memahami apa yang sebenarnya terjadi karena setiap hari saya mengalami masalah yang berbeda,” ujar Acosta.
Pembalap asal Spanyol itu menegaskan persoalan tersebut berada di luar kendalinya sebagai pembalap.
“Semua itu bukan berada dalam wewenang saya. KTM yang harus memahami apa yang sedang terjadi dan segera menemukan solusi.”
Baca Juga: Satu Abad Bala Keselamatan di Palu, FKUB Sulteng Apresiasi Konsistensi Pelayanan Sosial
Meski berharap perbaikan segera dilakukan, Acosta pesimistis perubahan besar bisa hadir dalam waktu dekat.
“Sepertinya akan sangat sulit melihat peningkatan sebelum Sachsenring.”
Fokus Bertahan Hingga Libur Musim Panas
MotoGP Jerman di Sachsenring akan menjadi seri terakhir sebelum jeda musim panas selama empat pekan.
Baca Juga: Stabilitas Perbankan Terjaga, LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan
Karena itu, Acosta memilih bersikap realistis dan berusaha memaksimalkan paket motor yang tersedia hingga saat ini.
“Sekarang kami hanya harus memahami bagaimana tampil sebaik mungkin dengan motor yang kami miliki.”
“Setelah liburan musim panas nanti, baru kita lihat di level mana sebenarnya kami berada,” jelasnya.
Baca Juga: Golkar Morut Tancap Gas, Awali Muscam di Wilayah Kunci
Harapan Acosta adalah KTM mampu memanfaatkan jeda kompetisi untuk memperbaiki berbagai masalah keandalan yang beberapa kali menggagalkan peluangnya meraih hasil maksimal musim ini.
Siap Belajar Banyak dari Marc Marquez
Di tengah situasi sulit bersama KTM, Acosta juga mulai menatap masa depannya bersama Ducati Lenovo Team pada MotoGP 2027.
Pekan ini Ducati telah resmi mengumumkan Acosta sebagai rekan setim baru Marc Marquez.
Baca Juga: Kejati Sulteng Geledah Kantor KSOP Palu dan Rumah Mantan Pejabat Donggala
Bagi Acosta, kesempatan berbagi garasi dengan juara dunia sembilan kali itu menjadi peluang emas untuk mempercepat perkembangan kariernya.
“Saya memikirkan pengalaman yang dimiliki Marc.”
“Dia satu-satunya pembalap di grid saat ini yang pernah menjadi rekan setim dan bersaing bersama legenda seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Valentino Rossi sejak awal karier MotoGP.”
Baca Juga: Gol Spektakuler hingga Rekor Bersejarah, 5 Momen Paling Viral di Matchday 2 Piala Dunia
Menurut Acosta, pengalaman panjang Marquez akan sangat berharga bagi dirinya yang masih berada pada tahap awal karier di kelas premier.
“Mungkin saya bisa belajar darinya, terutama soal bagaimana mengelola balapan, menghadapi tekanan, dan mempertahankan konsistensi.”
“Dia sudah memenangkan sembilan gelar dunia. Pengalamannya tentu sangat besar dan saya berharap bisa menyerap banyak hal darinya.”
Baca Juga: 5 Makanan yang Diam-Diam Merusak Diet, Nomor 3 Sering Dianggap Camilan Sehat
Tantangan Besar Sebelum Berpisah dengan KTM
Musim 2026 menjadi musim terakhir Acosta bersama KTM sebelum resmi berseragam Ducati.
Meski hasil di lintasan belum sesuai harapan akibat berbagai kendala teknis, pembalap berusia 22 tahun itu tetap bertekad menutup kebersamaannya dengan KTM sebaik mungkin sebelum memulai tantangan baru bersama tim pabrikan Ducati.***





