MOTOGP – Ducati resmi mengumumkan perpanjangan kontrak Marc Marquez hingga akhir musim MotoGP 2028.
Kepastian ini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai masa depan juara dunia tujuh kali tersebut dan memastikan dirinya tetap menjadi ujung tombak Ducati pada era baru MotoGP 850cc yang akan dimulai pada 2027.
Baca Juga: Mbappe Menggila! Prancis Hancurkan Irak 3-0 Meski Laga Sempat Tertunda Dua Jam
Marquez yang tampil luar biasa sejak bergabung dengan Ducati Lenovo Team berhasil membayar kepercayaan pabrikan asal Italia tersebut.
Setelah merebut gelar juara dunia pada musim debutnya bersama tim pabrikan, pembalap Spanyol itu kini akan melanjutkan proyek jangka panjang Ducati menghadapi perubahan regulasi besar, termasuk penggunaan motor 850cc dan ban Pirelli.
Sebelumnya sempat muncul keraguan mengenai durasi kontrak baru Marquez setelah ia mengalami cedera bahu di Mandalika musim lalu.
Baca Juga: Bapemperda DPRD Morut Sampaikan Hasil Pembahasan 4 Raperda di Paripurna
Namun, Ducati akhirnya mengikat pembalap berusia 33 tahun itu dengan kontrak berdurasi dua musim, yang disebut telah disepakati beberapa bulan lalu dan baru diumumkan setelah kesepakatan komersial baru antara MSMA dan MotoGP rampung di Brno.
Pada musim 2027 nanti, Marquez akan memiliki rekan setim baru, Pedro Acosta, yang diproyeksikan menjadi bagian dari proyek jangka panjang Ducati.
Marquez: Ducati Adalah Tempat Terbaik
Marquez mengaku sangat bahagia bisa melanjutkan kariernya bersama Ducati dan menyebut hubungan yang terjalin selama ini dibangun atas dasar kepercayaan.
Baca Juga: Sekjen LMP: Terima Kasih Presiden Prabowo terkait Penangguhan Roy-Tifa
“Saya merasa sangat senang. Saya benar-benar bahagia bisa memperpanjang kerja sama dengan Ducati Lenovo Team dan tetap menjadi bagian dari keluarga ini.”
Ia mengatakan keputusan bergabung dengan Ducati merupakan langkah terbaik dalam kariernya.
“Ketika saya memutuskan bergabung dengan Ducati, saya yakin ini adalah proyek paling kompetitif. Mereka percaya kepada saya, dan kami membangun hubungan berdasarkan kepercayaan serta kerja keras.”
Baca Juga: Bukan Cuma Olahraga, Ini 8 Kebiasaan yang Membantu Jantung Tetap Awet Muda
Menurut Marquez, kontrak baru tersebut memberinya ketenangan untuk terus fokus mengejar prestasi.
“Perpanjangan kontrak ini kembali menunjukkan kepercayaan mereka kepada saya. Itu memberi ketenangan yang saya butuhkan untuk terus mengambil keputusan terbaik.”
Ia juga mengenang keberhasilan meraih gelar juara pada musim pertamanya bersama Ducati.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Messi Antar Argentina Lolos, Scaloni Ungkap Rahasia Kepemimpinannya
“Pada musim pertama kami bersama, kami langsung berjuang memperebutkan gelar dan berhasil memenangkannya. Itu membuktikan bahwa keputusan kami adalah langkah yang tepat.”
Marquez menegaskan motivasinya tetap sama, yakni terus bersaing di level tertinggi.
“Saya masih balapan karena mencintai olahraga ini dan ingin mencapai target yang lebih besar. Saya yakin Ducati adalah tempat terbaik untuk mewujudkannya. Selama berada di sini, saya akan memberikan segalanya demi masa depan tim.”
Baca Juga: Tagih Hak Daerah, Andhika Mayrizal Minta Pemerintah Segera Bayar DBH Sulteng
Bangkit dari Masa Sulit
Karier Marquez di MotoGP dimulai bersama Repsol Honda pada 2013. Dalam tujuh musim berikutnya, ia sukses meraih enam gelar dunia kelas utama dan menjadi salah satu pembalap paling dominan dalam sejarah MotoGP.
Namun, cedera patah tulang lengan di Jerez pada 2020 mengubah perjalanan kariernya. Komplikasi cedera yang disertai gangguan penglihatan (diplopia) membuat performanya menurun, ditambah merosotnya daya saing Honda.
Marquez bahkan sempat menjalani lebih dari 1.000 hari tanpa kemenangan sebelum akhirnya bangkit setelah mengambil keputusan berani meninggalkan Honda dan bergabung dengan Gresini Ducati.
Baca Juga: Solidaritas Lintas Agama, FKUB dan BAMAG Distribusikan Ratusan Paket Bantuan ke Sigi
Performa impresif bersama tim satelit membuat Ducati mempromosikannya ke tim pabrikan untuk musim 2025, mengalahkan Jorge Martin dan berduet dengan Francesco Bagnaia.
Kepercayaan itu langsung dibalas Marquez dengan gelar juara dunia, meski musimnya harus berakhir lebih cepat akibat cedera bahu setelah insiden dengan Marco Bezzecchi di Grand Prix Indonesia.
Siap Menyambut Era Baru MotoGP
Kini, Marquez menjadi salah satu pembalap yang diunggulkan menghadapi regulasi baru MotoGP 2027.
Baca Juga: KTM Percaya Penuh pada Pedro Acosta, Ini Alasan Tetap Turunkan di Tes MotoGP 2027
Penghapusan perangkat pengatur ketinggian motor, pembatasan aerodinamika, serta penggunaan ban Pirelli diyakini dapat menguntungkan gaya balap agresifnya.
Selain mengincar gelar dunia kedelapan untuk menyamai rekor Giacomo Agostini, Marquez juga hanya membutuhkan 14 kemenangan lagi untuk menyamai rekor 89 kemenangan MotoGP milik Valentino Rossi.
Dengan kontrak baru hingga 2028, peluang Marc Marquez untuk terus menorehkan sejarah bersama Ducati kini semakin terbuka lebar.***





