Sering Makan Sehat tapi Tetap Gemuk? Waspadai 5 Jenis Makanan Ini

Sering Makan Sehat tapi Tetap Gemuk? Waspadai 5 Jenis Makanan Ini
Hati-hati, makanan yang terlihat sehat ternyata bisa menjadi musuh diet anda (Pixabay)

KESEHATAN – Sudah menjaga pola makan, rajin memilih makanan sehat, tetapi angka di timbangan justru terus bertambah? Kondisi ini ternyata cukup sering dialami banyak orang.

Selain faktor hormon, kurang aktivitas fisik, atau porsi makan yang berlebihan, jenis makanan yang dikonsumsi juga dapat menjadi penyebab kenaikan berat badan tanpa disadari.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Argentina Dapat Angin Segar, Hasil MRI Pastikan Kondisi Cuti Romero Terus Membaik

Sebuah penelitian terbaru dari peneliti Ohio State University (OSU) yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients mengungkap bahwa beberapa makanan yang selama ini dikenal sebagai pilihan sehat ternyata menyimpan kadar lemak jenuh dan gula tambahan yang cukup tinggi.

Konsumsi berlebihan terhadap makanan tersebut bukan hanya berpotensi meningkatkan berat badan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga gangguan metabolisme lainnya.

Para peneliti menjelaskan bahwa sebagian besar gula tambahan dalam pola makan orang dewasa berasal dari minuman manis, kue, sirup, dan madu. Namun, ada pula beberapa makanan yang tampak sehat tetapi justru menyumbang lemak jenuh dan gula secara tersembunyi.

Baca Juga: Hari Beatles Sedunia Resmi Diluncurkan, ‘All You Need Is Love’ Kembali Menggema

Berikut lima makanan yang perlu dikonsumsi dengan lebih bijak.

1. Dada Ayam Berkulit
Dada ayam dikenal sebagai sumber protein rendah lemak sehingga menjadi menu favorit saat menjalani program diet.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa dada ayam yang masih memiliki kulit mengandung lemak jenuh lebih tinggi dibandingkan yang dikira banyak orang. Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa menghilangkan kulitnya, asupan lemak jenuh pun akan terus bertambah.

Baca Juga: 8 Rutinitas Pagi yang Wajib Dicoba agar Tubuh Lebih Sehat dan Umur Lebih Panjang

Para peneliti menekankan bahwa meskipun kandungannya tidak terlalu besar dalam sekali makan, akumulasi konsumsi setiap hari tetap perlu diperhatikan.

2. Saus Berbahan Dasar Tomat
Saus tomat, saus pasta, hingga saus barbekyu sering dianggap pelengkap makanan yang tidak berbahaya.

Padahal, produk-produk tersebut dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi. Satu sendok makan saus tomat bisa mengandung sekitar 4 gram gula, sedangkan satu cangkir saus pasta dapat mengandung sekitar 10 gram gula.

Baca Juga: Tegas, DPRD Morowali Utara Minta PT NNI Tunda PHK Karyawan

Tanpa disadari, penggunaan saus dalam jumlah banyak bisa membuat total asupan gula harian meningkat drastis.

3. Batangan Sereal
Batangan sereal atau cereal bar sering dipasarkan sebagai camilan sehat dan praktis.

Sayangnya, banyak produk mengandung gula tambahan yang sangat tinggi, bahkan setara atau lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis permen.

Baca Juga: KTM Masih Krisis Keandalan, Pedro Acosta Beri Peringatan Jelang MotoGP Jerman

Karena mengusung label tinggi serat atau tinggi protein, banyak orang menganggap camilan ini aman dikonsumsi setiap hari, padahal kandungan gulanya tetap perlu diperhatikan melalui label nutrisi.

4. Daging Olahan
Daging olahan seperti salami, bologna, maupun irisan daging siap santap kerap menjadi isi sandwich atau menu makan siang.

Meski praktis, jenis makanan ini merupakan salah satu sumber lemak jenuh tersembunyi. Satu iris salami atau bologna dapat mengandung hingga 4 gram lemak jenuh.

Baca Juga: Kejati Sulteng Geledah Kantor KSOP Palu dan Rumah Mantan Pejabat Donggala

Jika dikombinasikan dengan keju, mayones, dan roti putih, jumlah kalori serta lemak jenuhnya akan semakin tinggi.

5. Susu, Krim, dan Krimer
Susu memang kaya nutrisi, tetapi beberapa produk susu juga mengandung gula alami maupun tambahan dalam jumlah cukup tinggi.

Selain itu, krim dan krimer memiliki kandungan lemak jenuh yang jauh lebih tinggi dibandingkan susu biasa. Dalam satu cangkir krim, kandungan lemak bisa mencapai 40–80 gram, tergantung jenisnya.

Baca Juga: Jerman Dipermalukan Ekuador! Ini 5 Fakta Menarik dari Duel Sengit Grup E Piala Dunia 2026

Sebagai alternatif, Anda bisa memilih susu nabati tanpa pemanis seperti susu oat, susu kedelai, atau susu almond untuk membantu mengurangi asupan gula tambahan.

Kunci Utamanya Tetap pada Porsi dan Label Nutrisi
Tidak semua makanan di atas harus dihindari sepenuhnya. Yang terpenting adalah memperhatikan ukuran porsi, membaca label kandungan gula dan lemak jenuh, serta mengimbanginya dengan pola makan bergizi dan aktivitas fisik yang rutin.

Dengan memilih makanan secara lebih cermat, Anda dapat menjaga berat badan tetap ideal sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit kronis di masa depan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *