KESEHATAN – Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering datang tanpa gejala, tetapi dampaknya bisa sangat serius. Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan.
Selain mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, perubahan pola makan menjadi langkah penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Beberapa jenis makanan ternyata dapat memicu kenaikan tekanan darah sehingga sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari.
Baca Juga: DPRD Morut Bahas Perhitungan APBD Tahun 2025 Bersama TAPD
Ahli jantung Dr. Nieca Goldberg menjelaskan bahwa pola makan memang menjadi fondasi utama dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit jantung. Namun, kebutuhan setiap orang bisa berbeda tergantung faktor usia, jenis kelamin, genetika, hingga gaya hidup.
Meski begitu, ada sejumlah makanan yang secara umum diketahui berpotensi meningkatkan tekanan darah. Berikut tujuh di antaranya.
1. Makanan Tinggi Natrium
Garam atau natrium merupakan musuh utama bagi penderita hipertensi. Saat tubuh menerima terlalu banyak natrium, cairan akan tertahan sehingga volume darah meningkat dan jantung harus bekerja lebih keras.
Neymar Comeback! Ancelotti Beri Sinyal Positif Jelang Brasil vs Skotlandia
Beberapa makanan dengan kandungan natrium tinggi antara lain:
• Sup dan kaldu instan
• Makanan kalengan
• Acar dan makanan fermentasi
• Makanan kemasan atau ultra-proses
• Mi instan
Selain mengurangi garam, para ahli juga menyarankan meningkatkan konsumsi makanan kaya kalium seperti pisang, alpukat, brokoli, tomat, kentang, kacang-kacangan, dan jeruk karena membantu menyeimbangkan efek natrium.
2. Daging Berlemak
Daging berlemak mengandung lemak jenuh yang dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah. Kondisi ini membuat aliran darah menjadi tidak lancar dan meningkatkan risiko hipertensi.
Baca Juga: Foreign Tongues Segera Rilis, Richards Sebut Energi Kreatif Mick Jagger Tak Pernah Padam
Sebagai gantinya, pilih sumber protein yang lebih sehat seperti:
• Ikan salmon
• Sarden
• Makarel
• Ayam tanpa kulit
• Seafood
• Protein nabati seperti tahu dan tempe
3. Daging Olahan
Hot dog, sosis, bacon hingga irisan daging olahan sering kali mengandung natrium dalam jumlah sangat tinggi.
Bahkan, dua ons irisan kalkun olahan bisa mengandung hampir 700 mg natrium. Angka tersebut mendekati setengah batas konsumsi natrium harian yang dianjurkan bagi penderita hipertensi.
Baca Juga: Aksi Nyata PSI Peduli, Relawan Tembus Lembantongoa Bantu Korban Gempa Sigi
Tak heran jika ahli gizi menyebut daging olahan sebagai salah satu makanan yang paling perlu dihindari oleh penderita tekanan darah tinggi.
4. Makanan dan Minuman Manis
Terlalu banyak gula tambahan memang tidak langsung menaikkan tekanan darah. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan kadar gula darah, yang akhirnya memberi beban lebih besar pada jantung.
Contohnya meliputi:
• Minuman bersoda
• Minuman energi
• Teh kemasan manis
• Minuman kopi dengan tambahan gula berlebih
• Aneka makanan penutup tinggi gula
Baca Juga: Daft Punk Gema di Piala Dunia 2026! ‘One More Time’ Jadi Lagu Perayaan Gol Timnas Prancis
5. Alkohol
Konsumsi alkohol juga diketahui dapat meningkatkan tekanan darah, bahkan pada jumlah yang tergolong sedang.
Selain itu, alkohol dapat mengganggu efektivitas obat hipertensi dan meningkatkan risiko kerusakan hati maupun jantung apabila dikonsumsi secara berlebihan.
6. Makanan Gorengan
Makanan yang digoreng umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, dan sering kali mengandung natrium yang tinggi.
Baca Juga: Polres Sigi Gerak Cepat Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Bakubakulu
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gorengan secara berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko prehipertensi maupun hipertensi. Oleh karena itu, penderita tekanan darah tinggi disarankan membatasi makanan yang dimasak dengan metode deep frying.
7. Kafein Berlebihan
Kopi memang memiliki sejumlah manfaat kesehatan, tetapi konsumsi kafein secara berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat untuk sementara.
Kafein merangsang pelepasan hormon adrenalin yang membuat pembuluh darah menyempit dan jantung bekerja lebih keras. Bagi penderita hipertensi, membatasi konsumsi kopi, minuman energi, maupun minuman berkafein lainnya dapat menjadi langkah bijak.
Baca Juga: Gempa Sigi Picu Longsor, PSI Peduli Hadir Pulihkan Trauma Warga Lembantongoa
Menjaga Pola Makan Lebih Penting daripada Sekadar Mengurangi Garam
Mengelola tekanan darah tinggi bukan hanya soal mengurangi garam. Memilih makanan yang lebih sehat, memperbanyak buah dan sayuran, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta membatasi gula, alkohol, dan makanan olahan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Dengan perubahan gaya hidup yang konsisten, risiko komplikasi akibat hipertensi dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.***





