MOROWALI UTARA – Ketua DPRD Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Warda Dg Mamala, SE, mengunjungi Pesantren Alkhairaat di Desa Koya, Kecamatan Petasia, Senin pagi (20/7/2026).
Warda bersama rombongan tiba sekitar pukul 08.30 WITA dan disambut hangat masyarakat serta pengurus pesantren. Alunan musik rebana mengiringi kedatangan Ketua DPRD Morowali Utara.
Baca Juga: Penekanan DPRD Morut saat Setujui Rancangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
Dalam kunjungan tersebut, Warda meninjau gedung asrama, ruang belajar, dan lingkungan pesantren.
Didampingi para pengurus dan pembina pesantren, Warda juga melihat langsung proses belajar mengajar yang berlangsung di Pesantren Alkhairaat Koya.
Usai berdialog dengan pengurus dan pembina pesantren, Warda menyatakan siap membantu mengatasi persoalan honor guru dan pengasuh pesantren yang selama ini menjadi kendala.
Baca Juga: Bapemperda DPRD Morut Sampaikan Hasil Pembahasan 4 Raperda di Paripurna
“Mulai 1 Agustus hingga ke depannya, honorarium atau gaji pengasuh (guru) di Pesantren Koya, menjadi tanggung jawab saya,” ujar Warda.
Karena selama ini, pembayaran honor guru dan pengasuh pesantren, masih bergantung pada bantuan rutin masyarakat Kolonodale dan sekitarnya. Ke depan, ini akan menjadi tanggung jawab pribadi Ketua DPRD Morut.
“Tidak usah lagi dibebankan ke masyarakat bantuan rutin itu. Saya ambil alih,” tegasnya.
Baca Juga: DPRD Morut Bahas Perhitungan APBD Tahun 2025 Bersama TAPD
Selain persoalan honor guru, Warda mengatakan pembangunan gedung asrama dan ruang belajar, serta pagar pesantren, juga akan menjadi perhatian. DPRD Morut, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar kebutuhan itu dapat diakomodir di APBD maupun sumber pendanaan lainnya.
Ia berharap, fasilitas pendidikan di Pesantren Alkhairaat Koya semakin layak, sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar yang lebih baik. Penguatan pendidikan Islam di Morowali Utara, juhga menjadi salah satu perhatian DPRD.
Baca Juga: Perkuat Kepemimpinan Daerah, Ketua DPRD Morut Ikut Retret di Magelang
“Pembangunan gedung Pesantren Alkhairaat Koya akan kami bicarakan dengan pemda. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA, sebaiknya dibuat satu atap ke depan. Mohon doanya semua dari kita yang hadir agar ke depan niat ini cepat terealisasi,” kata Warda. (*)





