AMERIKA – Kejutan besar terjadi di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026. Timnas Norwegia sukses menumbangkan favorit juara Brasil dengan skor 2-1 di Stadion New York New Jersey, Senin (6/7), sekaligus memastikan tiket bersejarah ke perempat final.
Bintang kemenangan Norwegia tak lain adalah Erling Haaland yang mencetak dua gol dalam 11 menit terakhir pertandingan. Sementara Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat penalti Neymar di masa injury time.
Baca Juga:Statistik Mentereng! 5 Pemain Terbaik Piala Dunia FIFA 2026
Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan di Piala Dunia FIFA 2026, sekaligus mengakhiri langkah Selecao lebih cepat dari yang diperkirakan.
Haaland Jadi Mimpi Buruk Brasil
Brasil sebenarnya memiliki peluang emas untuk membuka keunggulan sejak menit ke-14. Namun, penalti Bruno Guimaraes berhasil digagalkan oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland.
Kegagalan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Haaland akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-79 melalui sundulan tajam yang gagal dihentikan kiper Brasil.
Baca Juga: Berhenti Minum Kafein? Ini 5 Perubahan yang Akan Terjadi pada Tubuh Menurut Para Ahli
Hanya berselang 11 menit, striker Manchester City itu kembali mencetak gol lewat sepakan keras dari luar kotak penalti untuk menggandakan keunggulan Norwegia.
Brasil sempat memperkecil skor melalui penalti Neymar di masa tambahan waktu, tetapi gol tersebut tak mampu menghindarkan Selecao dari kekalahan 1-2.
5 Poin Penting Brasil vs Norwegia
1. Erling Haaland Antar Norwegia Ukir Sejarah
Erling Haaland kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu striker terbaik dunia.
Baca Juga: 5 Fakta Paraguay vs Prancis: Mbappe Ukir Rekor Baru, Les Bleus ke Perempat Final
Dua golnya membawa Norwegia melangkah ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Striker berusia 25 tahun itu kini telah mengoleksi tujuh gol di Piala Dunia FIFA 2026 dan total 62 gol dari 54 penampilan bersama tim nasional Norwegia.
2. Neymar Tutup Karier Piala Dunia dengan Rekor
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-67, Neymar langsung memberi dampak positif.
Baca Juga: Trailer Perdana Dokumenter Oasis ‘Don’t Look Back In Anger’ Resmi Dirilis
Ia sukses mencetak gol melalui titik penalti pada masa injury time, sekaligus mencatatkan gol internasional ke-80 bersama Brasil.
Gol tersebut juga menjadi gol kesembilannya dalam 15 penampilan di Piala Dunia, sekaligus menutup perjalanan internasionalnya dengan sebuah rekor membanggakan.
3. Orjan Nyland Tampil Heroik di Bawah Mistar
Penampilan gemilang Orjan Nyland menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Norwegia.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Maroko vs Kanada: Brace Ounahi, Rekor Diaz, dan Pulangkan Les Rouges
Kiper Sevilla tersebut menggagalkan penalti Bruno Guimaraes di awal laga, kemudian menambah tiga penyelamatan penting sepanjang pertandingan.
Aksinya membuat lini serang Brasil frustrasi hingga akhirnya hanya mampu mencetak satu gol melalui penalti.
4. Lini Tengah Norwegia Kuasai Pertandingan
Keberhasilan Norwegia tidak hanya ditentukan oleh Haaland. Duet Sander Berge dan Patrick Berg tampil dominan di lini tengah.
Baca Juga: Tidak Hanya Incar Kemenangan Politik, PAN Sulteng Siap Menangkan Masa Depan Rakyat
Berge mencatat akurasi operan luar biasa dengan 117 operan sukses dari 119 percobaan, sementara Patrick Berg memenangi tujuh dari delapan duel menghadapi gelandang-gelandang Brasil seperti Casemiro dan Bruno Guimaraes.
5. Bruno Guimaraes Jalani Laga Terburuknya
Bruno Guimaraes mengalami malam yang sulit. Selain gagal mengeksekusi penalti, gelandang Newcastle United itu hanya mampu menyelesaikan 22 dari 27 operan, menciptakan satu peluang, dan memenangi dua dari delapan duel sepanjang pertandingan.
Penampilannya menjadi salah satu penyebab Brasil gagal mengendalikan permainan.
Norwegia Kirim Peringatan untuk Para Kandidat Juara
Keberhasilan menyingkirkan Brasil membuktikan bahwa Norwegia bukan lagi tim kuda hitam.
Dengan performa luar biasa Haaland, solidnya lini tengah, serta penampilan impresif Nyland di bawah mistar, tim asuhan Stale Solbakken kini menjadi ancaman serius bagi siapa pun di babak perempat final.***





