SIGI – Perseteruan dua tokoh politik di Kabupaten Sigi, Moh. Irwan Lapatta dan Moh. Rizal Intjenae, memantik perhatian serius. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Ilyas Nawawi, S.Sos.
Ia mengajak mantan Bupati Sigi dua periode Irwan Lapatta dan Bupati Sigi saat ini, Rizal Intjenae, untuk saling bermaafan dan menjaga suasana kondusif di masyarakat.
Menurut Ilyas, perseteruan dua tokoh tersebut sebaiknya tidak terus berlarut-larut, karena bisa berdampak pada kondisi sosial dan psikologi masing-masing pendukung.
“Lebih bijak dan lebih terhormat, bila kedua tokoh ini saling memaafkan. Kedepankan citra positif di tengah masyarakat. Karena Sigi yang damai, merupakan modal utama pembangunan daerah. Irwan maupun Rizal, sama-sama memiliki basis massa militan,” kata Ilyas dimintai tanggapannya, Senin pagi (6/7/2026) di Sigi.
Ia menilai, jika perseteruan kedua tokoh itu tak kunjung mereda, masyarakat bisa ikut terpolarisasi. Dan pada akhirnya masyarakat Sigi juga yang dirugikan.
“Saya mengimbau semua pihak agar ikut andil mendinginkan suasana ini. Sigi sedang berbenah dan mencari berbagai upaya untuk mendorong potensi pembangunan daerahnya. Kalau masyarakat terpecah, itu hanya merugikan kita semua,” ujar Ilyas mengingatkan.
Anggota DPRD Sigi ini bahkan menyebut Irwan maupun Rizal, merupakan figur yang selama ini menjadi panutan masyarakat Sigi. Keduanya memiliki kontribusi besar bagi daerah.
“Pak Irwan telah berhasil membawa Sigi dalam manajemen pemerintahan yang baik. Sementara Pak Rizal hadir dengan berbagai terobosan baru. Kalau dua pemikiran besar ini disatukan, saya yakin kontinyunitas pembangunan di Kabupaten Sigi akan semakin terjamin,” tuturnya.
Apalagi setelah Sigi mengalami bencana gempa, seharusnya menjadi kesempatan untuk saling introspeksi dan memperkuat persaudaraan.
“Damai itu indah. Saling bermaafan dalam suasana daerah yang ditimpa gempa adalah momen yang baik dan mulia untuk mengambil hikmah,” ujar Ilya.
Di akhir pernyataannya, Ilyas mengutip pesan moral bahwa setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan pula.
“Hal jaza’ul ihsan illal ihsan. Setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan pula”.
Diberitakan sebelumnya, Irwan Lapatta dan Rizal Intjenae terlibat perseteruan. Hal itu dipicu pernyataan Rizal Intjenae saat menghadiri pelantikan KONI Sigi.
Rizal menyampaikan bahwa dirinya pernah diperiksa di Kejaksaan Tinggi, karena kasus Iskandar Nongtji dan Irwan Lapatta. Kasus yang ia maksud terkait pembangunan ruas jalan Sadaunta-Lindu dan Kalamanta-Batas.
Berdasarkan pernyataan itulah, Irwan Lapatta keberatan. Rizal dianggap telah mencemarkan nama baiknya. Irwan Lapatta pun melakukan somasi hukum hingga melaporkan Bupati Sigi itu ke Polda Sulteng. (*)





