8 Gejala Kekurangan Zat Besi yang Harus Anda Ketahui Sejak Dini

8 Gejala Kekurangan Zat Besi yang Harus Anda Ketahui Sejak Dini
Pexels

KESEHATAN – Kekurangan zat besi menjadi salah satu masalah gizi paling umum di dunia, namun sering kali tidak disadari. Padahal, mineral ini memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin—protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Menurut Daniel Landau, tubuh membutuhkan zat besi bersama vitamin B dan asam folat untuk menjaga fungsi sel darah merah tetap optimal. Tanpa kadar zat besi yang cukup, distribusi oksigen dalam tubuh terganggu dan dapat memicu berbagai gejala.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Hansi Flick Incar Bernardo Silva, Barcelona Siap Manfaatkan Transfer Gratis

Zat besi sendiri tidak bisa diproduksi oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan seperti daging merah (heme iron) maupun sayuran hijau dan kacang-kacangan (non-heme iron).

Berikut delapan tanda kekurangan zat besi yang perlu Anda waspadai:

1. Mudah Lelah dan Lesu
Kelelahan menjadi gejala paling umum. Saat tubuh kekurangan hemoglobin, suplai oksigen menurun sehingga energi pun ikut terkuras.

Baca Juga: Menjadi Gooners Adalah Hal Terberat dalam Hidup

Ahli gizi Emily Van Eck menyebutkan bahwa gejala ini sering dianggap sepele, terutama pada wanita, karena kerap dikira hanya akibat aktivitas harian.

2. Menstruasi Berlebihan
Perdarahan menstruasi yang berat dapat menyebabkan kehilangan zat besi dalam jumlah besar. Studi dari University College London menunjukkan sebagian besar wanita dengan kondisi ini juga mengalami defisiensi zat besi.

3. Muncul Keinginan Aneh (Pica)
Keinginan mengonsumsi benda tidak biasa seperti es atau tanah bisa menjadi tanda tubuh kekurangan zat besi.

Baca Juga: Hasil Kajian Spesies di Sulteng Dipaparkan, Dorong Rehabilitasi Ekosistem Berbasis Data

Fenomena ini dikenal sebagai Pica, yang sering dikaitkan dengan kekurangan nutrisi tertentu.

4. Gangguan Konsentrasi dan Pusing
Kadar zat besi rendah dapat memicu gejala neurologis seperti sakit kepala, sulit fokus, hingga pusing. Pada anak-anak, kondisi ini bahkan dapat berdampak pada kemampuan belajar.

5. Kulit Pucat, Rambut Rontok, dan Kuku Rapuh
Perubahan fisik juga bisa menjadi indikator. Saat zat besi rendah, tubuh memprioritaskan oksigen ke organ vital, sehingga aliran darah ke kulit berkurang.

Baca Juga: Dari Gugup ke Juara: Titik Balik Marquez Bersama Ducati

Menurut American Society of Hematology, kuku rapuh dan rambut rontok termasuk gejala umum anemia defisiensi besi.

6. Detak Jantung Cepat atau Tidak Teratur
Kekurangan zat besi memaksa jantung bekerja lebih keras untuk mendistribusikan oksigen. Dalam kasus berat, kondisi ini bisa memicu gangguan jantung.

Lembaga kesehatan Mayo Clinic menyebutkan bahwa anemia parah bahkan dapat menyebabkan pembesaran jantung.

Baca Juga: Rahasia Awet Muda dari Dapur: 5 Makanan Ini Terbukti Efektif

7. Telinga Berdenging Seperti “Desir”
Gejala ini dikenal sebagai Tinnitus pulsatile, yaitu suara berdetak yang mengikuti denyut nadi. Kondisi ini bisa terkait dengan perubahan aliran darah akibat kekurangan zat besi.

8. Sesak Napas dan Nyeri Dada Saat Aktivitas
Saat tubuh kekurangan oksigen, aktivitas fisik ringan pun bisa terasa berat. Sesak napas menjadi tanda umum yang tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai nyeri dada.

Pentingnya Deteksi Dini
Cara paling akurat untuk memastikan kekurangan zat besi adalah melalui tes darah lengkap (CBC). Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Selain meningkatkan asupan makanan kaya zat besi, penanganan juga harus menyasar penyebab utama kekurangan tersebut.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *