KESEHATAN – Menghitung kalori sering dianggap sebagai cara paling efektif untuk menurunkan berat badan. Namun bagi sebagian orang, metode ini terasa melelahkan, membingungkan, dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Kabar baiknya, para ahli gizi mengatakan ada cara yang lebih sederhana untuk mendukung penurunan berat badan tanpa harus terus-menerus memeriksa angka pada aplikasi pencatat makanan.
Baca Juga: Program BERANI LANCAR Sulteng Nambaso Dimulai, Jalan Palu-Kulawi Direkonstruksi
Mulai dari sarapan yang tepat hingga memperbaiki kualitas tidur, kebiasaan sehari-hari berikut dapat membantu mengontrol rasa lapar, meningkatkan metabolisme, dan mendukung pengelolaan berat badan secara alami.
1. Awali Hari dengan Sarapan Tinggi Protein dan Serat
Sarapan yang kaya protein dan serat dapat membantu mengurangi rasa lapar sepanjang hari.
Menurut ahli gizi Nichole Dandrea-Russert, kombinasi protein dan serat membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga Anda cenderung makan lebih sedikit di waktu berikutnya.
Baca Juga: Senyum Khas dan Tulisan di Kaos Jurnalis Hendly Mangkali saat Jalani Hukuman 1 Bulan
Pilihan sarapan yang bisa dicoba antara lain:
- Oatmeal dengan kacang dan biji-bijian
- Roti gandum dengan alpukat
- Smoothie tinggi protein
- Tahu orak-arik dengan sayuran
- Yogurt tinggi protein dengan buah
Selain membantu mengontrol nafsu makan, protein dan serat juga berkontribusi terhadap kesehatan metabolisme.
Baca Juga: Tim NSL Tur Perdana ke Pasangkayu, NasDem Sigi Komitmen Fasilitasi Bakat Generasi Muda
2. Isi Piring dengan Warna-Warni Alami
Jika piring makan Anda terlihat berwarna-warni, kemungkinan besar Anda mengonsumsi lebih banyak nutrisi.
Menurut Kathleen Jordan, sayuran dan buah berwarna cerah biasanya kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung pengelolaan berat badan.
Cobalah mengombinasikan:
- Sayuran hijau
- Wortel
- Paprika merah
- Ubi ungu
- Mangga
- Buah beri
Baca Juga: Maverick Vinales Kirim Pesan Tegas ke Tim MotoGP, Masa Depan 2027 Masih Misterius
Semakin beragam warna dalam piring Anda, semakin beragam pula nutrisi yang diperoleh tubuh.
3. Jangan Takut Mengonsumsi Karbohidrat Sehat
Karbohidrat sering dianggap musuh utama diet. Padahal, tidak semua karbohidrat berdampak buruk terhadap berat badan.
Karbohidrat kompleks dari biji-bijian utuh justru membantu menjaga kesehatan usus dan mendukung metabolisme yang lebih baik.
Baca Juga: Resmi Dirilis, Soundtrack Piala Dunia 2026 Hadir dengan Kolaborasi Spektakuler
Pilihan karbohidrat sehat meliputi:
- Oat
- Beras merah
- Quinoa
- Gandum utuh
- Rye
- Ubi jalar
Mengurangi karbohidrat olahan seperti roti putih dan makanan manis memang bermanfaat, tetapi menghilangkan seluruh sumber karbohidrat sehat bukanlah solusi terbaik.
Baca Juga: Chelsea Terancam Kehilangan Cucurella, Tiga Bek Elite Eropa Masuk Radar
4. Prioritaskan Tidur Berkualitas
Kurang tidur dapat menjadi salah satu penyebab tersembunyi kenaikan berat badan.
Saat tubuh kurang istirahat, hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang bisa terganggu. Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan, terutama makanan tinggi gula dan karbohidrat.
Selain itu, rasa lelah juga dapat mengurangi motivasi untuk berolahraga dan menjalani gaya hidup aktif.
Baca Juga: Bantu Bibit Jagung, LMP Parigi Moutong Dapat Apresiasi Petani dan Masyarakat
Targetkan tidur berkualitas sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam untuk mendukung kesehatan metabolisme dan pengendalian berat badan.
5. Tambahkan Sedikit Rasa Pedas pada Makanan
Jika Anda menyukai makanan pedas, ada kabar baik. Senyawa alami seperti kapsaisin dalam cabai dan gingerol dalam jahe diketahui dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mendukung pembakaran lemak.
Selain itu, keduanya juga kaya antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif.
Baca Juga: Bakal Main Bareng Maarten Paes! Dani Ceballos Tinggalkan Madrid dan Pilih Ajax
Cara mudah menambahkannya antara lain:
- Menambahkan cabai ke tumisan
- Mengonsumsi teh jahe
- Menambahkan jahe pada smoothie
- Menggunakan cabai segar sebagai pelengkap makanan
6. Ganti Minuman Diet dengan Air Putih
Banyak orang beralih ke minuman rendah kalori atau bebas gula untuk mengurangi asupan energi.
Baca Juga: Saat Mantan Wartawan Senior Jabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
Namun beberapa penelitian menunjukkan konsumsi pemanis buatan dalam jangka panjang dapat memengaruhi mikrobiota usus dan regulasi rasa lapar. Karena itu, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk hidrasi sehari-hari.
Agar lebih menarik, Anda bisa menambahkan:
- Irisan lemon
- Daun mint
- Mentimun
- Jeruk nipis
- Basil segar
Baca Juga: Kasus Asusila di Kampus PNJ, Prof Zainal Tekankan Pengawasan dan Pembinaan Moral Mahasiswa
Minuman sederhana ini dapat membantu menjaga hidrasi tanpa tambahan kalori maupun pemanis buatan.
7. Pertimbangkan Puasa Intermiten
Puasa intermiten (intermittent fasting) menjadi salah satu metode yang semakin populer untuk mengelola berat badan. Metode ini mengatur kapan Anda makan, bukan hanya apa yang Anda makan.
Salah satu pola yang paling populer adalah 16:8, yaitu berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.
Baca Juga: Siapa Tersangka Dugaan Korupsi MBG Berikutnya? Kejagung Tahan 3 Eks Pejabat Badan Gizi Nasional
Selain membantu mengurangi kebiasaan ngemil, puasa intermiten juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu tubuh memanfaatkan cadangan energi dengan lebih efisien.
Namun metode ini tidak cocok untuk semua orang, sehingga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Penurunan Berat Badan Tidak Selalu Harus Menghitung Kalori
Meski menghitung kalori dapat membantu sebagian orang mencapai target berat badan, kebiasaan sehari-hari sering kali memiliki dampak yang sama besar bahkan lebih berkelanjutan.
Mulai dari memperbanyak protein dan serat, tidur yang cukup, hingga memperbaiki kualitas makanan yang dikonsumsi, langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menciptakan pola hidup sehat yang lebih mudah dijalani dalam jangka panjang.***





