POSO – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Ulama kharismatik, KH Adnan Arsal, wafat pada Jumat (27/3/2026).
Kabar kepergian tokoh yang dikenal luas sebagai “Panglima Damai Poso” ini disampaikan oleh Yayasan Wakaf Amanatul Ummah, lembaga yang menaungi Pondok Pesantren Amanah yang didirikan Adnan Arsal.
Baca Juga: FDP Tunjukan pada Dunia, Poso Aman dan Layak Dikunjungi
Dalam pernyataan resminya, pihak yayasan menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya sosok yang mereka sebut sebagai ayahanda, orang tua, sekaligus guru.
“Innalillahi wainnailaihi raji’un. Dengan izin Allah, telah berpulang dengan tenang menuju Rabb-Nya ayahanda, orang tua dan guru kita KH Muhammad Adnan Arsal. Insya Allah beliau husnul khatimah, diterima semua amal salehnya dan diampuni dosanya,” demikian pernyataan yayasan dikutip dari Metro Sulteng.
Baca Juga: Di HUT Poso ke-131, Vera Laruni Gaungkan Kepemimpinan Perempuan di Sulteng
Pihak yayasan juga menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan selama almarhum menjalani masa perawatan.
“Kami mengucapkan jazakumullah khairan atas semua doa dan dukungannya. Mohon maaf apabila selama hidup beliau terdapat khilaf dan salah,” lanjut pernyataan tersebut.
Rencananya, jenazah almarhum akan dibawa ke Poso setelah sebelumnya disemayamkan di kediamannya di Labuan.
Baca Juga: Tampil di Pembukaan Festival Danau Poso, Armand Maulana Kelelahan
Semasa hidup, KH Adnan Arsal dikenal sebagai ulama berpengaruh di Poso. Ia juga tercatat sebagai salah satu deklarator perdamaian Poso pada tahun 2001 di Malino, dalam proses yang difasilitasi oleh Jusuf Kalla.
Peran besarnya dalam merajut perdamaian membuat almarhum dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah rekonsiliasi konflik di Poso. (*)





