Dokter Ungkap 5 Makanan Kaya Antioksidan, Bisa Turunkan Berat Badan Seperti Ozempic

Dokter Ungkap 5 Makanan Kaya Antioksidan yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan Seperti Ozempic
Pexels

KESEHATAN – Di tengah popularitas obat penurun berat badan seperti Ozempic, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa pola makan tetap menjadi fondasi utama dalam mengelola berat badan secara sehat dan berkelanjutan.

Menurut Christopher McGowan, MD, seorang spesialis pengobatan obesitas bersertifikasi, langkah terbaik untuk memulai program penurunan berat badan adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan nabati utuh yang padat nutrisi, terutama yang kaya akan antioksidan dan serat.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Setelah 6 Tahun, The Strokes Akhirnya Kembali dengan Album ‘Reality Awaits’

Tak hanya membantu menurunkan angka di timbangan, makanan-makanan ini juga dinilai mampu melindungi tubuh dari berbagai dampak buruk kelebihan berat badan, seperti resistensi insulin, gangguan metabolisme, peningkatan asam lemak bebas, hingga peradangan kronis tingkat rendah.

“Antioksidan bekerja sebagai penangkap radikal bebas alami yang membantu menetralkan stres oksidatif dalam tubuh. Ini dapat mengurangi perubahan inflamasi akibat kelebihan berat badan dan obesitas, sekaligus menurunkan risiko kerusakan sel yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular,” jelas McGowan.

Lalu, makanan apa saja yang disebut paling efektif?

Baca Juga: Nasabah Gugat BCA dan KPKNL ke PN Palu Rp 17 Miliar, Ini Penyebabnya

1. Buah dan Sayuran Berwarna Gelap
Salah satu cara termudah untuk meningkatkan asupan antioksidan adalah dengan “makan warna-warni”, terutama memilih buah dan sayuran dengan warna yang lebih pekat.

Warna alami pada tumbuhan sering kali berasal dari senyawa antioksidan seperti antosianin, karotenoid, dan klorofil. Senyawa inilah yang membuat makanan nabati berwarna merah, ungu, biru, oranye, atau hijau tua menjadi sangat berharga bagi kesehatan.

McGowan menyebut beberapa contoh terbaik, seperti:
• Blueberry
• Blackberry
• Tomat
• Sayuran hijau berdaun
• Brokoli
• Kubis Brussel

Baca Juga: Vinicius Bikin Real Madrid Panas soal Kontraknya, Florentino Perez Siap Bertindak

Makanan ini kaya akan fitonutrien yang tidak hanya mendukung penurunan berat badan, tetapi juga membantu melawan peradangan dalam tubuh.

2. Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian
Meski berukuran kecil, kacang-kacangan dan biji-bijian adalah sumber nutrisi yang sangat padat. Keduanya mengandung antioksidan tinggi, termasuk polifenol dan selenium, serta kaya akan protein, serat, dan lemak tak jenuh sehat.

Salah satu yang paling menonjol adalah kacang kenari. Selain mengandung folat, vitamin E, omega-3, dan magnesium, kenari juga disebut dapat membantu mengatur nafsu makan.

Baca Juga: Sevilla Tolak Sergio Ramos, Kini Dihantui Ancaman Degradasi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kacang kenari dapat memengaruhi bagian otak yang berkaitan dengan kontrol impuls dan rasa lapar, sehingga berpotensi membantu seseorang mengurangi keinginan makan berlebihan—efek yang mirip dengan tujuan penggunaan obat penurun berat badan.

3. Kacang-Kacangan dan Polong-Polongan
Kelompok makanan seperti kacang merah, kacang hitam, lentil, buncis, dan polong-polongan lainnya juga masuk dalam daftar superfood untuk penurunan berat badan.

Makanan ini kaya akan berbagai antioksidan, seperti:
• Asam fenolik
• Flavonoid
• Saponin
• Tokoferol
• Vitamin C

Baca Juga: Barcelona Pasang Harga untuk Gavi, Bursa Transfer Musim Panas Bisa Memanas

Tak hanya itu, kandungan protein nabati dan serat yang tinggi membuat kacang-kacangan sangat efektif untuk meningkatkan rasa kenyang, membantu mengontrol asupan kalori, serta mendukung kesehatan mikrobioma usus.

Para peneliti menilai kacang-kacangan berpotensi memainkan peran penting dalam melawan obesitas, terutama karena sifatnya yang rendah lemak dan memiliki indeks glikemik rendah.

Menariknya, jenis kacang dengan kulit biji berwarna lebih gelap disebut memiliki potensi antioksidan yang lebih kuat.

Baca Juga: NASA Putar ‘Pink Pony Club’ Milik Chappell Roan untuk Bangunkan Kru Artemis II

4. Teh Hijau
Teh hijau sudah lama dikenal sebagai salah satu minuman paling populer untuk mendukung program diet, dan ternyata hal itu bukan sekadar mitos.

Minuman ini kaya akan:
• Katekin
• Flavonoid
• Polifenol

Kombinasi senyawa tersebut dipercaya mampu membantu meningkatkan metabolisme dan mendukung proses pembakaran lemak.

Baca Juga: Timteng Terus Bergolak, Mentan Amran Sulaiman Pastikan Stok Beras RI Aman

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi empat cangkir teh hijau per hari berhubungan dengan penurunan signifikan pada:
• Berat badan
• Indeks massa tubuh (BMI)
• Lingkar pinggang
• Tekanan darah sistolik

Meski demikian, konsumsi teh hijau tetap sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.

5. Makanan Kaya Vitamin C
Selain dikenal untuk menjaga daya tahan tubuh, vitamin C juga memiliki peran penting dalam proses pembakaran lemak.

Baca Juga: 3 Jenis Teh yang Direkomendasikan Dokter untuk Redakan Masalah Perut, dari Kembung hingga Kram

McGowan merekomendasikan berbagai makanan tinggi vitamin C, seperti:
• Buah jeruk
• Paprika merah dan hijau
• Tomat
• Brokoli
• Stroberi
• Kubis Brussel
• Melon

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kadar vitamin C yang cukup dapat membakar hingga 30 persen lebih banyak lemak saat berolahraga intensitas sedang dibanding mereka yang kekurangan vitamin C.

Artinya, kekurangan vitamin C bisa membuat tubuh lebih sulit melepaskan lemak, sehingga penurunan berat badan menjadi kurang optimal.

Baca Juga: BTS Bikin ARMY Heboh! Lagu Tersembunyi ‘ARIRANG’ Akhirnya Terungkap, Diproduseri Suga

Bukan Pengganti Ozempic, Tapi Bisa Jadi Strategi Alami yang Kuat
Meski makanan-makanan ini disebut dapat “meniru” beberapa manfaat yang dicari dari obat seperti Ozempic terutama dalam hal mengontrol nafsu makan, meningkatkan rasa kenyang, memperbaiki metabolisme, dan mengurangi peradangan—para ahli menegaskan bahwa makanan bukanlah pengganti langsung obat resep.

Namun, memasukkan makanan kaya antioksidan ke dalam pola makan harian bisa menjadi strategi alami yang kuat untuk mendukung penurunan berat badan secara lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *