INGGRIS – Salah satu artefak paling bersejarah dalam dunia britpop kini siap berpindah tangan. Gitar akustik milik Noel Gallagher yang digunakan dalam proses penulisan album legendaris (What’s The Story) Morning Glory? akan segera dilelang—dan diprediksi menjadi incaran para kolektor musik dari seluruh dunia.
Instrumen yang dimaksud adalah Epiphone EJ-200, gitar akustik khas yang telah ditandatangani oleh sang musisi. Gitar ini akan dilepas melalui rumah lelang ternama Sotheby’s, bersama sejumlah memorabilia langka lainnya, termasuk lembar lirik tulisan tangan untuk lagu ikonik Don’t Look Back In Anger serta gitar listrik Rickenbacker 12 senar yang digunakan Gallagher selama lebih dari satu dekade.
Baca Juga: Angelina Sondakh Jadi Rebutan Ibu-ibu di Morut untuk Berswafoto
Ini menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya gitar EJ-200 tersebut dilelang ke publik. Nilainya diperkirakan berada di kisaran £45.000 hingga £60.000 (sekitar Rp 1 – Rp 1,3 miliar), mencerminkan statusnya sebagai salah satu benda paling penting dalam sejarah musik Inggris modern.
Keaslian gitar ini tidak diragukan. Instrumen tersebut dilengkapi dengan sertifikat autentik yang mengonfirmasi penggunaannya selama proses kreatif album Morning Glory, sebuah karya monumental yang dirilis pada 1995 dan mengubah wajah musik britpop selamanya.
Menurut spesialis budaya pop Sotheby’s, Craig Inciardi, gitar tersebut bukan sekadar alat musik biasa, melainkan bagian dari sejarah. Ia menyoroti betapa luar biasanya produktivitas Noel Gallagher saat menciptakan album tersebut.
Baca Juga: Barcelona Mulai Gerak! Negosiasi Julian Alvarez Siap Dimulai, Atletico Pasang Harga Gila
“Dia sangat produktif pada masa itu. Jika melihat daftar lagunya, album ini terasa seperti kumpulan greatest hits,” ungkapnya.
Fakta menarik lainnya, album Morning Glory direkam hanya dalam waktu 15 hari—sebuah pencapaian luar biasa untuk karya sebesar itu. Energi kreatif yang meledak-ledak pada masa tersebut kini seolah “tersimpan” dalam gitar yang akan dilelang ini.
Setelah masa kejayaannya, Noel Gallagher diketahui memberikan gitar tersebut kepada seorang kru panggung. Dari sana, gitar berpindah tangan hingga akhirnya dimiliki oleh seorang penggemar berat Oasis yang kini memutuskan untuk melepasnya ke pasar lelang.
Baca Juga: Sederhana tapi Ampuh, 3 Sayuran Ini Disebut Baik untuk Kesehatan Hati
Inciardi bahkan menyebut gitar ini sebagai “cawan suci” bagi para penggemar Oasis. Nilai historisnya terus meningkat seiring waktu, terutama karena keterkaitannya langsung dengan salah satu album paling berpengaruh sepanjang masa.
Album Morning Glory sendiri bukan sekadar sukses, ia adalah fenomena global. Di dalamnya lahir deretan lagu abadi seperti Wonderwall, Champagne Supernova, Some Might Say, dan She’s Electric yang hingga kini masih sering diputar lintas generasi.
Saat dirilis, album ini langsung terjual 350.000 kopi dalam minggu pertama dan kini telah melampaui 22 juta kopi di seluruh dunia.
Baca Juga: Halal Bihalal Akbar di Morut, Lapangan Morokoa Dipadati Ribuan Masyarakat Satu Jam sebelum Acara
Tak hanya itu, album ini juga menduduki puncak tangga lagu Inggris selama 10 minggu dan mengantarkan Oasis meraih BRIT Award 1996 untuk Album Inggris Terbaik.
Dengan warisan sebesar itu, tak heran jika gitar yang menjadi bagian dari proses kreatifnya kini memiliki nilai yang hampir tak ternilai—bukan hanya secara finansial, tetapi juga secara emosional dan historis.***





