SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya menyatukan masyarakat melalui nilai spiritual dan kearifan lokal.
Hal itu ia sampaikan saat penutupan kegiatan Paskah Nasional di Lapangan Asrama Satuan Brimob, Kabupaten Sigi, Minggu malam (26/4/2026).
Baca Juga: Wabup Sigi Ketua Panitia Paskah 2026, Gubernur Bangga Sulawesi Tengah Tuan Rumah
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Hadir pula Menteri Agama RI, Nassarudin Umar, bersama masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang.
Di acara itu, Anwar Hafid mengaku terkesan dengan antusiasme warga. Suasana tertib dan khusyuk menjadi pemandangan yang membanggakan.
Baca Juga: Tokoh Gereja di Poso Diajak Perkuat Toleransi dan Kerukunan Beragama
“Sudah lebih dari setahun saya jadi gubernur. Biasanya orang berkumpul di konser. Tapi malam ini duduk rapi dalam acara spiritual,” ujarnya.
Momen itu menjadi bukti bahwa cita-cita Sulteng Berkah mulai terwujud. Nilai spiritual, kata dia, menjadi fondasi penting dalam membangun daerah.
Pembangunan tidak hanya soal fisik dan ekonomi. Penguatan karakter dan spiritual masyarakat harus berjalan seimbang.
Baca Juga: Toleransi, Warisan Luhur yang Harus Dijaga di HUT Sulteng ke-62
Gubernur Anwar Hafid meyakini, harmoni sosial yang dibangun dari nilai keimanan dan budaya lokal, akan membawa Sulawesi Tengah menjadi daerah yang maju dan sejahtera.
“Ini bukti bahwa Sulteng Berkah yang kita cita-citakan benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Kegiatan Paskah Nasional, ujarnya, bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini menjadi ruang memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
Baca Juga: Pesan Gubernur Anwar Hafid di Peringatan Hari Kartini ke-147
Penutupan Paskah Nasional pun menjadi simbol kuat toleransi dan persatuan di Sulawesi Tengah.
“Malam ini, Tuhan mempertemukan kita dalam kebahagiaan. Inilah wujud persaudaraan masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkas Gubernur Sulteng. (*)





