KESEHATAN – Banyak produk di supermarket tampil dengan label “sehat”, “alami”, “tinggi protein”, atau “bebas gluten” yang membuat konsumen merasa telah memilih makanan terbaik.
Namun, para ahli gizi mengingatkan bahwa tidak semua makanan yang terlihat sehat benar-benar baik untuk tubuh.
Baca Juga: Warga Tondo Digegerkan Penemuan Pelajar Meninggal Dunia di Rumah
Di balik kemasan yang menarik, beberapa produk ternyata masuk kategori makanan ultra-proses (ultra-processed foods), yaitu makanan yang telah mengalami banyak tahapan pengolahan dan mengandung berbagai bahan tambahan seperti gula, garam, pengawet, pewarna, perasa buatan, hingga lemak olahan.
Menurut Sarah Otto, konsumen perlu lebih cermat membaca daftar bahan dan label nutrisi daripada sekadar percaya pada klaim pemasaran di kemasan.
Berikut delapan makanan yang sering dianggap sehat, tetapi sebenarnya termasuk makanan yang sangat diproses.
Baca Juga: Barcelona Dilema Besar, Jual Casado Demi Keuangan atau Pertahankan Talenta La Masia?
1. Keripik Sayuran
Keripik sayuran sering dianggap alternatif sehat dibanding keripik kentang. Namun kenyataannya, banyak produk hanya mengandung sedikit sayuran asli dan lebih banyak tepung, minyak, garam, serta perasa tambahan.
Selain digoreng, sebagian besar nutrisi dan serat alami sayuran juga hilang selama proses produksi.
2. Protein Bar
Protein bar kerap menjadi pilihan praktis bagi mereka yang ingin hidup sehat atau berolahraga. Namun banyak produk mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, pemanis buatan, dan berbagai bahan pengawet.
Baca Juga: Liga BRM Cup: Arema FC Gagal Menang Setelah Ditahan Huntap 1 Tondo FC
Beberapa ahli bahkan menyebut protein bar tertentu lebih mirip permen dengan tambahan protein daripada makanan sehat.
3. Oatmeal Instan Berperisa
Oat sebenarnya termasuk makanan sehat yang kaya serat. Namun versi instan yang sudah diberi rasa sering kali mengandung tambahan gula, natrium tinggi, pewarna, dan perasa buatan.
Jika ingin mendapatkan manfaat maksimal, pilih oat utuh atau rolled oats tanpa tambahan pemanis.
Baca Juga: Daftar Jawara di Ajang Mancing PSI Poso Fishing Tournament 2026
4. Sereal Kemasan
Sereal sarapan sering dipromosikan sebagai menu sehat untuk keluarga. Namun banyak merek mengandung gula dalam jumlah tinggi, sirup jagung, pewarna makanan, dan bahan tambahan lainnya.
Menurut pakar nutrisi dan pembuat konten kesehatan Bobby Parrish, kandungan gula yang tinggi menjadi salah satu tanda utama makanan ultra-proses.
5. Camilan Bebas Gluten
Label “gluten free” sering dianggap identik dengan sehat. Padahal, banyak camilan bebas gluten justru dibuat menggunakan pati olahan yang rendah nutrisi dan tinggi karbohidrat sederhana.
Baca Juga: Pengadilan Austria Jatuhkan Hukuman 15 Tahun untuk Pelaku Teror Konser Taylor Swift
Produk seperti ini juga sering mengandung tambahan gula dan lemak untuk memperbaiki rasa dan tekstur.
6. Jus Buah Kemasan
Meski berasal dari buah, jus kemasan sering kehilangan sebagian besar serat selama proses produksi.
Akibatnya, gula alami buah lebih cepat diserap tubuh dan berpotensi memicu lonjakan gula darah. Karena itu, mengonsumsi buah utuh atau smoothie tanpa tambahan gula dianggap pilihan yang lebih baik.
Baca Juga: 228 Peserta Ramaikan PSI Poso Fishing Tournament 2026, Perebutkan Hadiah Rp30 Juta
7. Buah Kalengan
Buah kalengan tampak praktis dan sehat, tetapi banyak produk direndam dalam sirup gula atau mengandung pemanis buatan.
Kondisi ini membuat kandungan gula menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan buah segar.
8. Roti Kemasan
Tidak semua roti diciptakan sama. Banyak roti kemasan mengandung tepung olahan, pengemulsi, pengawet, perasa tambahan, dan bahan kimia untuk memperpanjang masa simpan.
Baca Juga: Atletico Madrid Bergerak Cepat, Reijnders Jadi Prioritas Utama Musim Panas
Karena itu, penting memeriksa daftar bahan sebelum membeli dan memilih roti dengan komposisi sederhana serta mudah dikenali.
Cara Mudah Mengenali Makanan Ultra-Proses
Para ahli menyarankan untuk melihat daftar bahan pada kemasan. Semakin panjang daftar bahan dan semakin banyak nama yang terdengar seperti zat kimia atau aditif, semakin besar kemungkinan produk tersebut termasuk makanan ultra-proses.
Sebaliknya, makanan utuh seperti buah segar, sayuran, kacang-kacangan, telur, ikan, dan biji-bijian umumnya memberikan manfaat nutrisi yang lebih baik bagi tubuh.
Pilih Makanan Asli, Bukan Sekadar Label Sehat
Label “sehat” tidak selalu menjamin kualitas nutrisi suatu produk. Membiasakan diri membaca komposisi dan memilih makanan yang minim proses bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jangka panjang.***





