HUNGARIA – Maverick Vinales mengaku kebingungan dengan performanya sendiri setelah kembali ke lintasan MotoGP.
Meski kondisi bahunya terus menunjukkan perkembangan positif, pembalap Tech3 KTM itu justru terkejut karena belum mampu menemukan kecepatan yang ia yakini masih dimilikinya.
Baca Juga: Diablo Jadi Senjata Baru Deep Purple Jelang Album Splat!
Pada MotoGP Hungaria di Balaton Park, Vinales kembali mengalami akhir pekan yang sulit.
Ia hanya mampu lolos kualifikasi di posisi kedua dari belakang dan finis di urutan ke-19 dalam Sprint Race, jauh dari ekspektasi yang pernah mengiringinya sebagai salah satu pembalap tercepat KTM.
Vinales: Saya Mengira Akan Jauh Lebih Cepat
Setelah Sprint Race, pembalap Spanyol itu tidak menyembunyikan rasa frustrasinya.
Baca Juga: Bursa Transfer Barcelona Memanas, Cucurella Semakin Dekat ke Camp Nou?
“Saya terkejut karena saya pikir saya memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi.”
Menurut Vinales, hasil yang diperolehnya saat ini tidak mencerminkan potensi yang ia rasakan ketika berada di atas motor.
Namun, ia juga menyadari bahwa kenyataan di lintasan menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Inilah situasinya dan kami harus memahaminya.”
Baca Juga: Tengah Jalani Proses Hukum, Tahanan Perempuan di Sigi Tetap Bisa Menikah
Bagi Vinales, masalah utamanya bukan lagi keberanian atau kondisi fisik, melainkan bagaimana mengeluarkan performa maksimal dari motor KTM RC16.
Bahu Semakin Membaik, Tapi Masalah Lain Muncul
Cedera bahu yang dialami Vinales di Grand Prix Jerman tahun lalu sempat membuat kariernya berada dalam ketidakpastian.
Setelah menjalani operasi dan beberapa kali mencoba comeback, pembalap berusia 31 tahun itu akhirnya kembali balapan secara penuh sejak MotoGP Catalunya.
Baca Juga: Aniaya Tetangganya, Eks Polwan di Sigi Ditetapkan Tersangka
Kabar baiknya, kondisi fisik yang selama ini menjadi perhatian utama mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Kekuatannya memang masih perlu ditingkatkan, tetapi tidak buruk dibandingkan bagaimana perasaan saya di Mugello.”
Vinales bahkan mengakui bahwa kondisi bahunya kini jauh lebih baik daripada beberapa minggu lalu.
Baca Juga: Balaton Park Jadi Ujian Baru Marc Marquez Setelah Operasi Bahu
Namun, justru saat fisiknya membaik, tantangan baru muncul: memahami karakter motor KTM yang menurutnya sangat sulit dikendarai.
KTM RC16 Masih Menjadi Teka-Teki
Vinales mengungkapkan bahwa hingga kini ia belum menemukan titik kuat dari RC16 yang bisa dijadikan acuan untuk mencetak waktu putaran kompetitif.
Saat mencoba mengerem lebih dalam, ia sering melebar keluar lintasan. Ketika berusaha meningkatkan kecepatan di tikungan, motor justru tidak berbelok sesuai keinginannya.
“Selalu ada perasaan bagian belakang motor berputar.”
Baca Juga: Ingin Langsing Tanpa Ribet? Coba Terapkan 7 Kebiasaan Harian Ini
Masalah tersebut membuatnya kesulitan menemukan ritme dan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk bertarung di papan tengah, apalagi melawan para pembalap terdepan.
Bagi seorang rider yang pernah menjadi harapan besar proyek KTM, situasi ini tentu menjadi tantangan besar yang harus segera dipecahkan.
Sprint Race Berantakan karena Kesalahan Perangkat Start
Kesulitan Vinales di Balaton Park semakin bertambah setelah kesalahan teknis pada awal Sprint Race.
Baca Juga: Program BERANI LANCAR Sulteng Nambaso Dimulai, Jalan Palu-Kulawi Direkonstruksi
Ia mengakui lupa menonaktifkan perangkat start di bagian depan motor sehingga sistem tersebut tetap aktif selama beberapa tikungan pertama.
“Itu benar-benar bencana.”
Meski demikian, Vinales mencoba melihat sisi positif dari kejadian tersebut.
Karena tertinggal jauh dari rombongan utama, ia memiliki kesempatan untuk menguji berbagai setelan motor tanpa terganggu pertarungan di lintasan.
Baca Juga: Senyum Khas dan Tulisan di Kaos Jurnalis Hendly Mangkali saat Jalani Hukuman 1 Bulan
Menurutnya, data yang diperoleh selama Sprint Race justru memberikan informasi penting bagi tim Tech3 KTM untuk meningkatkan performa pada balapan berikutnya.
Masa Sulit yang Menuntut Kesabaran
Vinales menyadari bahwa proses kembali ke level kompetitif tidak akan terjadi dalam semalam.
Ia percaya bahwa kombinasi antara pemulihan fisik dan pemahaman lebih dalam terhadap karakter KTM RC16 akan menjadi kunci kebangkitannya.
Baca Juga: Tim NSL Tur Perdana ke Pasangkayu, NasDem Sigi Komitmen Fasilitasi Bakat Generasi Muda
“Saya perlu berlatih dan saya harus bersabar untuk memahami bagaimana cara mengendarai motor ini.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa mantan pembalap Yamaha dan Aprilia itu masih memiliki keyakinan besar terhadap kemampuannya, meski hasil di lintasan belum mencerminkannya.***





