HUNGARIA – Marc Marquez kembali menjadi sorotan pada hari pertama MotoGP Hungaria di Balaton Park.
Meski masih menjalani proses pemulihan pasca operasi bahu, juara dunia sembilan kali itu mampu membuat kejutan dengan tampil kompetitif sepanjang sesi latihan Jumat.
Baca Juga: Ingin Langsing Tanpa Ribet? Coba Terapkan 7 Kebiasaan Harian Ini
Namun, di balik catatan waktu yang menjanjikan, pembalap Ducati Lenovo Team tersebut justru meredam ekspektasi. Marquez menegaskan dirinya masih jauh dari kondisi ideal untuk bertarung memperebutkan kemenangan akhir pekan ini.
Marc Marquez Jadi yang Tercepat, Lalu Beri Peringatan
Marquez membuka akhir pekan dengan impresif setelah mencatatkan waktu tercepat di FP1, pencapaian yang menjadi kali pertama baginya dalam hampir setahun terakhir.
Pada sesi sore, pembalap Spanyol itu kembali menunjukkan kecepatan saat menggunakan ban medium bekas sebelum akhirnya menutup sesi time attack di posisi ketujuh.
Baca Juga: Program BERANI LANCAR Sulteng Nambaso Dimulai, Jalan Palu-Kulawi Direkonstruksi
Meski hasil tersebut membuat banyak rival mulai mewaspadainya, Marquez justru menyebut dirinya menjalani “hari diesel” di Balaton Park.
“Saat ini saya tidak merasa lelah karena saya menjalani hari dengan mesin diesel,” ujar Marquez.
Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan pendekatan konservatif yang dipilihnya demi menjaga kondisi fisik dan bahunya selama akhir pekan balapan.
Baca Juga: Senyum Khas dan Tulisan di Kaos Jurnalis Hendly Mangkali saat Jalani Hukuman 1 Bulan
Masih Berjuang dengan Kondisi Fisik
Marquez mengakui bahwa dirinya belum bisa memaksakan ritme seperti sebelum cedera.
Bahkan, pada sesi pagi ia langsung merasakan keterbatasan fisiknya hanya setelah beberapa lap.
“Saya mencoba menekan sejak awal, tetapi setelah dua putaran saya merasa posisi tubuh saya tidak tepat, jadi saya harus mengurangi kecepatan.”
Baca Juga: Tim NSL Tur Perdana ke Pasangkayu, NasDem Sigi Komitmen Fasilitasi Bakat Generasi Muda
Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah kecepatan motor Ducati, melainkan kemampuan tubuhnya untuk mempertahankan performa dalam durasi balapan yang panjang.
Karena alasan itu, Marquez memilih menghemat energi dan menghindari risiko kecelakaan yang dapat memperburuk proses pemulihannya.
“Hari ini strategi saya adalah menyimpan energi yang cukup untuk dua hari berikutnya.”
Baca Juga: Maverick Vinales Kirim Pesan Tegas ke Tim MotoGP, Masa Depan 2027 Masih Misterius
Target Realistis: Start dari Baris Kedua
Alih-alih berbicara soal podium atau kemenangan, Marquez menetapkan target yang jauh lebih sederhana untuk sesi kualifikasi.
Pembalap Ducati itu mengaku akan sangat puas jika mampu mengamankan posisi start di baris kedua.
“Saya memperkirakan berada di posisi lima hingga sepuluh. Jika saya bisa start dari baris kedua, itu sudah menjadi kesuksesan besar.”
Baca Juga: Resmi Dirilis, Soundtrack Piala Dunia 2026 Hadir dengan Kolaborasi Spektakuler
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Marquez masih fokus pada proses pemulihan dibandingkan mengejar hasil instan.
Tolak Status Favorit Meski Rival Mulai Waspada
Menariknya, beberapa rival mulai memasukkan nama Marquez sebagai kandidat kuat pemenang akhir pekan ini, terutama mengingat rekornya yang impresif di Balaton Park musim lalu.
Namun sang juara dunia langsung membantah anggapan tersebut.
Baca Juga: Chelsea Terancam Kehilangan Cucurella, Tiga Bek Elite Eropa Masuk Radar
“Kalau balapannya hanya lima lap, mungkin iya. Tapi kalau Sprint 13 lap, saya tidak punya peluang.”
Marquez mengakui dirinya masih mampu tampil cepat dalam satu putaran, sebagaimana yang ditunjukkannya di Mugello ketika hampir merebut pole position.
Akan tetapi, menjaga konsistensi selama balapan penuh masih menjadi pekerjaan rumah terbesar.
Baca Juga: Bantu Bibit Jagung, LMP Parigi Moutong Dapat Apresiasi Petani dan Masyarakat
Pedro Acosta dan Di Giannantonio Memimpin Persaingan
Pada akhir hari pertama, posisi teratas dikuasai oleh Pedro Acosta dari KTM.
Sementara pembalap Ducati VR46, Fabio Di Giannantonio, menjadi rider Ducati tercepat dengan menempati posisi kedua.
Di sisi lain, rekan setim Marquez di Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengalami kesulitan dan gagal menembus sepuluh besar yang memberikan tiket otomatis menuju Q2.
Baca Juga: Bakal Main Bareng Maarten Paes! Dani Ceballos Tinggalkan Madrid dan Pilih Ajax
Hasil tersebut membuat tekanan kini berada di kubu Bagnaia menjelang sesi kualifikasi Sabtu.
Mugello Memberi Harapan, Balaton Uji Ketahanan
Setelah menunjukkan kemajuan fisik yang menjanjikan di Mugello, Balaton Park kini menjadi ujian berikutnya bagi Marc Marquez.
Kecepatan satu lap sudah mulai kembali, tetapi pertanyaan terbesar masih sama: apakah tubuhnya mampu bertahan sepanjang Sprint Race dan Grand Prix?
Jika jawabannya positif, bukan tidak mungkin nama Marquez kembali masuk dalam daftar penantang gelar pada paruh kedua musim.***





