FKUB SULTENG – Upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.
Salah satunya diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pusat Studi Kepolisian Universitas Tadulako (Untad) bersama akademisi, aparat penegak hukum, dan tokoh lintas agama di Kampus Universitas Tadulako, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Cek Kesiapan Menjadi Peserta Pemilu, KPU-Bawaslu Sambangi Kantor PSI Sulteng
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, sebagai salah satu narasumber utama.
Dalam pemaparannya yang berjudul Peran Tokoh Agama dalam Penguatan Nilai Keagamaan Strategi Kolaboratif Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Menuju Indonesia Emas 2045, ia menegaskan bahwa seluruh agama resmi di Indonesia memiliki kesamaan pandangan dalam menolak penyalahgunaan narkoba.
Menurut Prof. Zainal Abidin, perbedaan ajaran dan dogma teologis tidak menjadi penghalang bagi para pemuka agama untuk bersatu dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Baca Juga: Hyundai i20 2026 Makin Modern, Layar Ganda dan Desain Crossover Jadi Senjata Baru
Ia menyebut nilai-nilai keagamaan dapat menjadi benteng moral yang efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menjelaskan bahwa Islam mengajarkan konsep Hifz al-Aql atau menjaga akal, sementara Kristen dan Katolik memandang tubuh manusia sebagai Bait Allah yang harus dijaga kesuciannya.
Dalam ajaran Buddha terdapat sila kelima yang melarang penggunaan zat yang menyebabkan kelengahan, sedangkan dalam ajaran Khonghucu terdapat doktrin Laku Bakti (Xiao Jing) yang menolak tindakan merusak tubuh sebagai warisan leluhur.
Baca Juga: Kolaborasi Besar 2026, Marvel dan The Rolling Stones Siapkan Vinyl Edisi Terbatas
“Narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum semata. Ini adalah bentuk pengkhianatan mutlak terhadap eksistensi spiritual dan rancangan Tuhan atas kemanusiaan,” tegas Prof. Zainal di hadapan peserta FGD.
Mantan Rektor pertama IAIN Palu tersebut juga menekankan pentingnya sinergi dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Menurutnya, keberhasilan perang melawan narkoba membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama yang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran moral di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Rumor Gabung Honda Menguat, Fabio Quartararo Bicara Jujur Soal Masa Depannya
Ia menilai rumah ibadah dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba. Karena itu, penguatan peran tokoh agama perlu terus didorong melalui program-program yang terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zainal menawarkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat upaya pencegahan narkoba.
Di antaranya pembentukan model khutbah lintas agama yang terstandarisasi bersama BNN terkait literasi jenis narkoba baru, pelatihan konseling adiksi bagi takmir masjid, pendeta, biksu dan rohaniawan, serta deklarasi rumah ibadah bersih narkoba di wilayah rawan peredaran narkotika.
Baca Juga: Tiga Kartu Merah di Laga Pembukaan Piala Dunia 2026, Meksiko Menang
Selain itu, ia juga mengusulkan pembentukan posko layanan konseling awal yang terintegrasi dan bersinergi dengan FKUB sebagai wadah pendampingan masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait persoalan narkoba.
FGD yang dipandu Drs. Tasrif Siaraini itu turut menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, di antaranya perwakilan Kapolda Sulawesi Tengah melalui Dirresnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Pribadi Sembiring serta Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU ASEAN Eng.
Sementara itu, Kaposko Pusat Studi Kepolisian Untad yang juga menjabat Dirbinmas Polda Sulteng, Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, S.H., M.H., menjelaskan bahwa forum tersebut bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai situasi peredaran narkoba di Sulawesi Tengah sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam pemberantasannya.
Baca Juga: Buah Memang Sehat, Tapi 6 Jenis Ini Bisa Membuat Asupan Gula Anda Melonjak
“Kami ingin menyusun pemahaman bersama mengenai situasi dan tantangan pemberantasan narkoba di daerah ini, membangun komitmen antarpemangku kepentingan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman narkoba.
Dukungan dari unsur kepolisian, perguruan tinggi, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menyelamatkan generasi muda Sulawesi Tengah sekaligus menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.***





