Sawit Jadi Andalan Ekonomi, 150 Petani  Morowali Digembleng

Sawit Jadi Andalan Ekonomi, 150 Petani Morowali Digembleng
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah, Muhammad Neng membuka pelatihan SDM sawit bagi 150 petani Morowali di Palu, Senin (15/6/2026).

PALU – Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit pada Senin (15/6/2026), dibuka Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, ST., MM., IPU.

Kegiatan tersebut diikuti 150 petani sawit asal Kabupaten Morowali, bertempat di salah satu hotel di Kota Palu.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Unjuk Rasa Penyelesaian Lahan, Ketua DPRD Morut Tegaskan Kawal Perjuangan Warga Tompira

Pelatihan merupakan bagian dari program Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Dalam sambutannya, Muhammad Neng mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Ditjen Perkebunan, BPDP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morowali hingga PT Daya Guna Lestari sebagai penyelenggara.

Menurutnya, kelapa sawit masih menjadi komoditas strategis yang berperan besar terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Pengurus KORPRI Sulteng Bahas Program Sosial dan Persiapan Hari Besar Organisasi

“Kelapa sawit telah menghidupi jutaan orang dan menjadi salah satu sektor yang memberi kontribusi besar bagi ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, industri sawit masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya isu lingkungan, tata kelola lahan, produktivitas yang belum optimal, perubahan iklim, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sektor sawit melalui berbagai program yang didukung BPDP.

Baca Juga: Jemaat GPID Pedati Palu Beribadah dengan Tenang Berkat Pengamanan Tim Patra

Tahun ini, Sulawesi Tengah memperoleh tiga program utama dari BPDP, yakni Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Program Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (Sarpras), serta Program Pengembangan SDM Perkebunan.

Program PSR ditujukan untuk membantu peremajaan tanaman sawit yang sudah tua dan tidak produktif tanpa membuka lahan baru.

Sementara program Sarpras mendukung penyediaan fasilitas perkebunan. Adapun program SDM fokus pada peningkatan kapasitas pekebun melalui pelatihan dan pendampingan.

Baca Juga: Rekor Legendaris Brasil Resmi Tumbang, Jerman Mengamuk di Piala Dunia 2026

Muhammad Neng menjelaskan, luas perkebunan sawit di Sulawesi Tengah saat ini mencapai sekitar 148 ribu hektare. Areal tersebut tersebar di tujuh kabupaten, yakni Morowali, Morowali Utara, Banggai, Poso, Donggala, Buol, dan Tolitoli.

Untuk Program PSR, Sulawesi Tengah mendapat alokasi seluas 950 hektare dengan nilai anggaran sekitar Rp57 miliar.

Pada kesempatan itu, Neng juga mengapresiasi BPDP yang menunjuk PT Daya Guna Lestari sebagai lembaga pelatihan resmi.

Baca Juga: Sering Sembelit? Coba Konsumsi 5 Buah Ini yang Terbukti Baik untuk Pencernaan

Perusahaan tersebut menyelenggarakan pelatihan Implementasi ISPO, Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit, serta Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit bagi peserta dari Morowali.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola kebun sawit.

“Semoga pelatihan ini memberi manfaat dan meningkatkan kapasitas pekebun, baik dalam pengelolaan kebun secara individu maupun kelompok,” katanya.

Baca Juga: Ditahan Maroko 1-1, Vinicius Jr Ungkap Janji Besar untuk Pendukung Brasil

Usai membuka kegiatan, Muhammad Neng juga menjadi pemateri pada sesi pertama pelatihan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Pasangkayu Nurdin S.Pt., MSi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morowali Abdul Muttaqin, serta sejumlah undangan lainnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *