PALU – Internal DPD Partai Hanura Sulawesi Tengah (Sulteng) membenarkan Hadianto Rasyid yang juga Wali Kota Palu, telah mengajukan pengunduran diri. Ia pamit dari jabatan Ketua Hanura Sulteng, partai yang telah membesarkan namanya kurang lebih 16 tahun.
Menurut Wakil Ketua DPD Hanura Sulteng, Frits Sem A. Kandori, surat pengunduran diri Hadianto telah dikirim langsung ke DPP Hanura pada awal Juni 2026.
Baca Juga: Ketua DPRD Morut Buka Turnamen Domino Pas-Pas, Dukung Kebersamaan Komunitas Ojek
“Benar, Pak Hadianto Rasyid telah mundur dari Partai Hanura. Surat pengunduran diri telah beliau sampaikan ke DPP sekitar tanggal 3 atau 4 Juni 2026,” kata Frits di Palu, Sabtu (13/6/2026) dikutip dari Antara.
Ia membantah bahwa Hadianto ada masalah internal dengan partai. Bahkan ia memastikan hubungan antara pengurus dan kader Hanura di Sulteng tetap berjalan baik.
“Tidak ada masalah di internal. Semua baik-baik saja. Hubungan sesama kader tetap harmonis,” ujarnya.
Baca Juga: Edukasi Lingkungan Sejak Dini, 50 Pelajar SD Tanam Ribuan Mangrove di Oncone Raya
Meski menghormati keputusan Hadianto, Frits mengaku menyayangkan langkah itu diambil saat Hanura sedang menghadapi tahapan verifikasi partai politik.
“Namun, kami menghormati keputusan beliau dan berterima kasih atas kebersamaan serta kontribusinya selama ini,” tandas Frits.
Kabar pengunduran diri Hadianto mulai mencuat usai DPP Hanura menggelar pertemuan dengan ketua dan sekretaris DPD serta DPC Hanura kabupaten/kota pada 8 Juni 2026.
Baca Juga: Tes Ombak Pilgub di DPRD; Saling Sindir Ali – Anwar
Hadianto tidak hadir di momen itu. Kanar inu pun menyebar seketika.
Di tengah kabar itu, muncul informasi kalau Hadianto akan bergabung dengan Partai Gerindra yang dipimpin mantan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi.
Ketua DPD Gerindra Sulteng, Longki Djanggola mengaku belum mengetahui informasi terkait rencana Hadianto bergabung ke Gerindra.
Baca Juga: BNI Pastikan Dana Nasabah KC Parigi Rp3,3 Miliar Dikembalikan
“Saya tidak tahu. Belum ada pembicaraan ke arah itu,” ujarnya.
Ia bahkan menegaskan Hadianto belum pernah menemuinya untuk membahas kemungkinan bergabung dengan Partai Gerindra.
Informasi yang berkembang di masyarakat, mundurnya Hadianto mulai dikait-kaitkan dengan persiapan menuju pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng ke depan.
Baca Juga: SHGB Perusahaan Properti di Kelurahan Tondo Disoal, Ahli Waris Ajukan Keberatan ke ATR/BPN
Hadianto disebut cukup “berhasrat” mencalonkan Gubernur Sulteng. Salah satu isu yang menjadi modal propaganda adalah keberhasilan Hadianto membangun Kota Palu. (*)





