10 Makanan Rendah Karbohidrat yang Ternyata Bisa Menghambat Diet

10 Makanan Rendah Karbohidrat yang Ternyata Bisa Menghambat Diet
Ahli Gizi Ungkap Makanan Rendah Karbohidrat yang Sebaiknya Dibatasi Saat Diet (Pixabay)

KESEHATAN – Diet rendah karbohidrat atau low carb masih menjadi salah satu metode paling populer untuk menurunkan berat badan. Banyak orang mengurangi nasi, roti, hingga makanan manis demi mempercepat pembakaran lemak dan mencapai berat badan ideal.

Namun, ternyata tidak semua makanan rendah karbohidrat otomatis menyehatkan atau efektif membantu diet. Sejumlah makanan yang diberi label low carb justru dapat memperlambat penurunan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Anwar Hafid Ajak ASN Perkuat Spiritualitas Lewat Jumat Subuh Berkah dan Dzikir Bersama

Berikut 10 makanan rendah karbohidrat yang menurut ahli gizi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.

1. Sosis
Sosis memang rendah karbohidrat, tetapi termasuk daging olahan yang tinggi natrium dan lemak jenuh. Kandungan garamnya dapat menyebabkan retensi cairan sehingga tubuh terasa lebih berat dan mudah mengalami kembung.

Selain itu, konsumsi daging olahan secara rutin juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan kenaikan berat badan.

Baca Juga: Update Piala Dunia 2026: Neymar Belum Siap, Brasil Krisis Kreativitas Jelang Lawan Haiti

2. Kue dan Biskuit Rendah Karbohidrat
Label “rendah karbohidrat” belum tentu berarti sehat. Banyak produk kue atau biskuit rendah karbohidrat tetap mengandung kalori tinggi karena dibuat menggunakan tepung kacang-kacangan, mentega, atau bahan tinggi lemak lainnya.

Sebagai gantinya, ahli gizi menyarankan memilih sumber karbohidrat alami seperti buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.

3. Daging Merah Berlemak
Tren diet karnivora memang sedang populer, tetapi konsumsi daging merah berlemak secara berlebihan bukan pilihan terbaik.

Baca Juga: Rekaman Langka The Beatles di Top Of The Pops Tahun 1964 Akhirnya Ditemukan

Lemak jenuh dalam potongan daging seperti ribeye dapat meningkatkan resistensi insulin dan memicu peradangan yang justru menyulitkan proses penurunan berat badan.

4. Bir dan Koktail Rendah Karbohidrat
Mengganti minuman beralkohol biasa dengan versi rendah karbohidrat belum tentu membantu diet.

Alkohol tetap mengandung kalori dan dapat memperlambat metabolisme tubuh. Jika dikonsumsi rutin, hasil diet pun bisa menjadi kurang maksimal.

Baca Juga: Marc Marquez Ungkap Tantangan Terbesar di Brno, Kondisi Bahu Jadi Sorotan

Air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam tetap menjadi pilihan minuman terbaik selama menjalani program penurunan berat badan.

5. Mentega
Mentega memang hampir tidak mengandung karbohidrat, tetapi kaya akan kalori dan lemak jenuh.

Jika digunakan berlebihan saat memasak, asupan kalori harian dapat meningkat tanpa disadari.

Baca Juga: Perempuan Rio Mukti Belajar Budidaya Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Sebagai alternatif, gunakan minyak zaitun extra virgin yang lebih baik untuk kesehatan jantung.

6. Keju
Sebagian besar keju rendah karbohidrat, tetapi juga tinggi kalori.

Jenis seperti cream cheese mengandung lemak jenuh cukup tinggi sehingga konsumsi berlebihan dapat meningkatkan berat badan sekaligus berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

Baca Juga: 7 Manfaat Keju Cottage untuk Kesehatan, Tinggi Protein dan Cocok untuk Diet

7. Mayones
Mayones sering dianggap sepele karena hanya digunakan sebagai pelengkap makanan.

Padahal, satu sendok makan mayones mengandung sekitar 100 kalori. Jika digunakan dua hingga tiga sendok sekaligus dalam sandwich atau burger, jumlah kalorinya bisa meningkat drastis.

8. Krim Kocok
Krim kocok memang rendah karbohidrat, tetapi mengandung lemak jenuh dan gula yang cukup tinggi.

Baca Juga: Kejutan Besar, Portugal Imbang 1-1 Lawan DR Kongo

Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan sekaligus memperbesar risiko penyakit jantung.

9. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Kacang-kacangan merupakan sumber protein, serat, vitamin, dan mineral yang sangat baik.

Namun, makanan ini juga padat kalori sehingga tetap perlu dikonsumsi dalam porsi yang sesuai agar tidak menghambat proses penurunan berat badan.

Baca Juga: PSI Sulteng Bergerak Bantu Korban Gempa, Salurkan 1.500 Paket Sembako di Sigi

10. Pemanis Buatan
Mengganti gula dengan pemanis buatan belum tentu menjadi solusi terbaik. Sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang berbeda-beda.

Beberapa studi menyebut pemanis buatan dapat membantu mengurangi kalori, sementara penelitian lain mengaitkannya dengan peningkatan nafsu makan hingga perubahan mikrobioma usus yang berpotensi memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.

Fokus pada Kualitas Makanan, Bukan Sekadar Rendah Karbohidrat
Ahli gizi menegaskan bahwa keberhasilan diet tidak hanya ditentukan oleh rendahnya asupan karbohidrat, tetapi juga kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Memilih makanan utuh yang kaya serat, protein berkualitas, lemak sehat, serta membatasi makanan ultra-proses akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi penurunan berat badan maupun kesehatan secara keseluruhan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *