SIGI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 6,7 dengan membuka posko tanggap bencana di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
Melalui program PSI Peduli, rombongan yang dipimpin langsung Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Dr. Agus Lamakarate, tiba di lokasi pengungsian di Lapangan Lembantongoa pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Baca Juga: Sang Maestro Perekam Cahaya dari Palu Itu Telah Berpulang
Tak hanya menyalurkan bantuan logistik, PSI Peduli juga langsung menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas gempa sebagai upaya memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.
Suasana pengungsian yang sebelumnya dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih hangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai permainan, bernyanyi bersama relawan, berinteraksi, hingga menerima bingkisan yang menghadirkan senyum di tengah situasi sulit.
Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Dr. Agus Lamakarate, mengatakan pemulihan kesehatan mental anak-anak merupakan bagian penting dalam penanganan bencana, selain pemenuhan kebutuhan logistik.
Baca Juga: Prof Zainal Abidin Pimpin Doa Bersama Lintas Agama untuk Korban Gempa Sulteng
“Trauma healing ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa. Melalui kegiatan bermain dan interaksi yang menyenangkan, kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, serta perlahan melupakan ketakutan yang muncul setelah bencana,” ujar Agus Lamakarate.
Ia menegaskan, perhatian terhadap aspek psikologis korban, khususnya anak-anak, tidak boleh diabaikan karena pengalaman saat gempa berpotensi meninggalkan trauma berkepanjangan apabila tidak segera ditangani.
Menurutnya, kegiatan sederhana seperti bermain, bernyanyi, dan berinteraksi dengan relawan mampu membantu mengembalikan rasa aman sekaligus menumbuhkan kembali semangat anak-anak selama berada di pengungsian.
Baca Juga: Bangkit dari Cedera Parah, Alex Marquez Lampaui Ekspektasi pada Hari Pertama di Brno
Selain menghadirkan program trauma healing, PSI Peduli juga menyiapkan 2.000 paket bantuan yang akan didistribusikan kepada warga Desa Lembantongoa yang tersebar di lima dusun.
Bantuan tersebut berisi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat dan akan disalurkan secara bertahap dengan melibatkan relawan serta pengurus PSI tingkat provinsi maupun Kabupaten Sigi.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para penyintas, PSI Peduli juga membuka dapur umum di lokasi bencana. Dapur umum tersebut disiapkan guna menyediakan makanan bagi warga yang masih bertahan di tenda pengungsian maupun masyarakat yang terdampak langsung akibat gempa.
Baca Juga: 10 Makanan Paling Menghidrasi yang Wajib Dikonsumsi Saat Cuaca Panas
Sementara itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Sigi, Adi Kabarani Repadjori, mengatakan seluruh relawan PSI Peduli akan tetap berada di lokasi selama masa tanggap darurat untuk mendampingi masyarakat.
“Tim PSI Peduli akan menginap di Lapangan Lembantongoa. Kami ingin hadir lebih dekat dengan warga, membantu kebutuhan mereka, sekaligus memberikan dukungan moril agar para penyintas tetap kuat dan optimistis menghadapi situasi ini,” katanya.
Adi menambahkan, kehadiran relawan tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga menjadi teman dan penyemangat bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Bungkam Australia 2-0, Ini 5 Fakta Penting di Balik Dominasi USMNT
“Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri. Semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga. Kami berharap masyarakat tetap kuat, saling mendukung, dan yakin bahwa kondisi akan segera pulih,” tambahnya.
Melalui rangkaian kegiatan trauma healing, penyaluran bantuan logistik, hingga pembukaan dapur umum, PSI Peduli berharap proses pemulihan masyarakat Lembantongoa dapat berjalan lebih cepat.
Pendekatan yang menyentuh kebutuhan fisik sekaligus psikologis penyintas diharapkan mampu membantu warga bangkit dari trauma, memperkuat semangat kebersamaan, serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascagempa di Kabupaten Sigi.***





