AMERIKA – Timnas Kroasia menutup fase grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan penting 2-1 atas Ghana di Stadion Philadelphia, Minggu (28/6/2026).
Hasil tersebut memastikan Vatreni finis sebagai runner-up Grup L, sedangkan Ghana tetap berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Baca Juga: Warda: NNI Tunda PHK 53 Karyawan setelah Hadiri RDP
Pertandingan berlangsung sengit di lapangan yang becek. Kroasia unggul lebih dulu melalui gol indah Petar Sucic sebelum Ghana sempat menyamakan kedudukan lewat Derrick Luckassen.
Namun, Nikola Vlasic menjadi penentu kemenangan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok Luka Modric.
Berikut lima poin penting dari laga tersebut.
Baca Juga: The Rolling Stones Bocorkan Warna Album Foreign Tongues Lewat Dua Lagu Terbaru
5. Petar Sucic Terus Bersinar
Petar Sucic kembali menunjukkan bahwa dirinya merupakan salah satu talenta muda paling menjanjikan yang dimiliki Kroasia.
Gelandang Inter Milan itu membuka keunggulan Kroasia pada menit ke-31 melalui tembakan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan matang dari Mateo Kovacic.
Gol tersebut menjadi gol internasional keduanya, tetapi lahir pada momen yang sangat penting bagi Kroasia.
Baca Juga: Environmental Fest II Resmi Dibuka, Wagub Sulteng Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan
Selain mencetak gol, Sucic tampil tenang dalam mengatur tempo permainan dan menunjukkan kedewasaan yang membuatnya layak menjadi andalan di fase gugur.
4. Ghana Bangkit di Babak Kedua
Ghana menjalani dua babak dengan wajah yang sangat berbeda. Pada babak pertama, Black Stars tampil pasif, kesulitan mengembangkan permainan, dan gagal memberikan ancaman berarti kepada pertahanan Kroasia.
Namun setelah turun minum, perubahan strategi dari pelatih Carlos Queiroz langsung memberikan dampak positif.
Baca Juga: Satreskrim Morowali Utara Tangkap Pelaku Pembunuhan dengan Senapan Angin
Masuknya Abdul Fatawu membuat serangan Ghana jauh lebih hidup. Mereka bermain lebih agresif, meningkatkan tekanan, dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui Derrick Luckassen setelah proses pemeriksaan VAR.
Meski tampil lebih baik, Ghana gagal mempertahankan hasil imbang hingga laga berakhir.
3. Penyelesaian Akhir Jadi Masalah Ghana
Secara statistik, Ghana sebenarnya mampu menciptakan peluang yang cukup baik.
Baca Juga: Ousmane Dembele Menggila! Prancis Permalukan Norwegia dan Sapu Bersih Fase Grup
Mereka mencatat nilai expected goals (xG) lebih tinggi dibanding Kroasia, namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama.
Antoine Semenyo menjadi salah satu pemain yang menyia-nyiakan peluang emas ketika tembakannya melenceng dari sasaran.
Ketajaman lini depan yang kurang maksimal membuat Ghana harus membayar mahal, terutama saat menghadapi tim berpengalaman seperti Kroasia.
Baca Juga: Sering Makan Sehat tapi Tetap Gemuk? Waspadai 5 Jenis Makanan Ini
2. Luka Modric Masih Jadi Sang Maestro
Usia 40 tahun tidak mengurangi kualitas Luka Modric sebagai pengatur permainan Kroasia.
Kapten Vatreni kembali menunjukkan kelasnya dengan memberikan assist dari sepak pojok yang berhasil disundul Nikola Vlasic menjadi gol kemenangan.
Assist tersebut membuat Modric mencatat sejarah sebagai pemain tertua yang memberikan assist di Piala Dunia menurut data Opta.
Baca Juga: Argentina Dapat Angin Segar, Hasil MRI Pastikan Kondisi Cuti Romero Terus Membaik
Tak hanya piawai membangun serangan, gelandang veteran itu juga beberapa kali melakukan intersepsi penting yang membantu Kroasia meredam tekanan Ghana.
1. Kroasia dan Ghana Sama-sama Melaju ke Babak Gugur
Meski harus mengakui keunggulan Kroasia, Ghana tetap punya alasan untuk tersenyum.
Kemenangan ini membawa Kroasia finis sebagai runner-up Grup L dengan selisih satu poin di belakang Inggris.
Sementara itu, Ghana berhasil melangkah ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Baca Juga: Hari Beatles Sedunia Resmi Diluncurkan, ‘All You Need Is Love’ Kembali Menggema
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Black Stars yang akhirnya kembali menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2010.
Dengan pengalaman para pemain senior dan munculnya generasi muda seperti Petar Sucic, Kroasia kembali menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan.
Di sisi lain, Ghana membuktikan daya juangnya dengan tetap mengamankan tiket ke fase gugur meski harus menelan kekalahan di laga terakhir grup.***





