KALTENG – Antrean BBM di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya dan beberapa wilayah Kalimantan Tengah mulai berangsur normal. Kondisi itu terjadi setelah Pertamina menambah kuota pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Meski distribusi mulai membaik, Polda Kalteng memastikan pengawasan penyaluran BBM tetap diperketat.
Bahkan, aparat kepolisian berhasil mengungkap enam kasus dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan BBM subsidi. Dari pengungkapan tersebut, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, enam laporan polisi itu ditangani Polda Kalteng bersama sejumlah polres di daerah setempat.
“Total ada enam laporan polisi dengan sembilan tersangka. Dua laporan ditangani Polda Kalteng, sementara sisanya ditangani Polres Kotawaringin Timur dan Polres Kotawaringin Barat,” kata Budi, Senin (11/5/2026), dikutip dari prokalteng.co
Ia menegaskan, pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti keseriusan aparat dalam mengawal distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.
Selain penindakan hukum, kepolisian bersama instansi terkait juga terus memperketat pengawasan di SPBU maupun jalur distribusi lainnya.
“Kami pastikan akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan dan penyelewengan BBM, khususnya BBM subsidi,” tegasnya.
Sementara itu, antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang sebelumnya sempat mengular kini mulai berkurang.
Penambahan suplai BBM disebut berdampak pada stabilnya distribusi dan menurunnya kepanikan masyarakat.
Polda Kalteng juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena stok BBM di Kalimantan Tengah dipastikan masih aman.
“Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panic buying. Stok BBM aman dan distribusi terus berjalan,” tandasnya. (*)





