KESEHATAN – Daging merah seperti sapi, kambing, dan domba merupakan sumber protein, zat besi, serta vitamin B12 yang penting bagi tubuh.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa mengonsumsinya secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Baca Juga: Rekor Pele Tumbang! Harry Kane Antar Inggris Menang Dramatis atas DR Kongo
Dokter dan ahli gizi menyarankan agar pola makan lebih banyak diisi oleh sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang lebih sehat seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Menurut ahli diet kardiologi preventif Michelle Routhenstein, konsumsi daging merah terutama daging olahan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Bahkan, World Cancer Research Fund International merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari tiga porsi per minggu. Sayangnya, banyak orang tanpa sadar mengonsumsi jauh lebih banyak dari batas tersebut.
Baca Juga: IPR Oyom Belum juga Terbit, Pekerja Informal Mengadu ke DPN Sulteng
Lantas, bagaimana cara mengetahui tubuh mulai terdampak akibat terlalu banyak makan daging merah? Berikut beberapa tandanya.
1. Gangguan Pencernaan
Daging merah hampir tidak mengandung serat. Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa diimbangi buah dan sayuran, Anda bisa mengalami sembelit, perut kembung, hingga diare.
Kurangnya serat membuat proses pencernaan melambat sehingga sisa makanan bertahan lebih lama di usus dan menghasilkan gas berlebih.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Bacakan Amanat Presiden pada HUT Bhayangkara ke-80
2. Kolesterol Jahat (LDL) Meningkat
Konsumsi daging merah yang tinggi, terutama yang kaya lemak jenuh, dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol “jahat”.
Kolesterol ini dapat menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke. Karena tidak menimbulkan gejala khusus, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi cara terbaik untuk mengetahuinya.
3. Tekanan Darah Tinggi
Daging merah, terutama yang telah diproses seperti sosis, kornet, atau daging asap, umumnya mengandung natrium dan lemak jenuh yang tinggi.
Baca Juga: LEGO Gandeng Olivia Rodrigo, Luncurkan Koleksi Eksklusif dengan Banyak Easter Egg
Kombinasi tersebut dapat meningkatkan tekanan darah sehingga memperbesar risiko hipertensi dan gangguan kardiovaskular.
4. Bau Mulut
Sering mengalami bau mulut meski sudah menyikat gigi?
Asupan protein yang terlalu tinggi dari daging merah dapat menghasilkan senyawa seperti amonia saat dicerna tubuh. Senyawa inilah yang dapat menyebabkan aroma napas menjadi kurang sedap.
Baca Juga: Tim Kuda Hitam Bersinar: 5 Negara yang Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2026
Selain itu, sisa daging yang menempel di sela-sela gigi juga menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut.
5. Bau Badan Lebih Menyengat
Tak hanya napas, bau badan juga bisa berubah akibat terlalu banyak mengonsumsi daging merah.
Saat proses pencernaan berlangsung, tubuh menghasilkan senyawa tertentu yang kemudian dikeluarkan melalui keringat. Ketika bercampur dengan bakteri di permukaan kulit, senyawa tersebut dapat memicu bau badan yang lebih kuat.
Baca Juga: Jangan Berlebihan! Ini 6 Efek Samping Terlalu Banyak Mengonsumsi Protein
6. Kulit Mudah Berjerawat
Pola makan tinggi lemak jenuh diketahui dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh.
Akibatnya, sebagian orang menjadi lebih rentan mengalami jerawat, kulit kusam, atau masalah kulit lainnya.
Mengurangi konsumsi daging merah dan memperbanyak makanan nabati dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
Baca Juga: Haaland Jadi Pahlawan, 5 Fakta Menarik Kemenangan Norwegia atas Pantai Gading
7. Mudah Lelah
Meski tinggi protein, terlalu banyak makan daging merah justru dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi lain seperti serat, vitamin, dan mineral.
Ketidakseimbangan nutrisi tersebut dapat memicu rasa lelah, kurang bertenaga, hingga penurunan performa fisik.
8. Berat Badan Naik
Daging merah umumnya mengandung kalori dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan sumber protein tanpa lemak.
Baca Juga: Praperadilan Ditolak, Penyidikan Kasus Pencabulan Anak di Buol Dinilai Sah
Jika dikonsumsi dalam porsi besar secara rutin tanpa diimbangi aktivitas fisik, risiko kenaikan berat badan hingga obesitas akan meningkat.
9. Nyeri Sendi
Daging merah mengandung purin yang cukup tinggi. Saat dipecah oleh tubuh, purin menghasilkan asam urat.
Jika kadar asam urat meningkat, kristal dapat menumpuk di persendian dan memicu nyeri, pembengkakan, bahkan serangan asam urat.
Baca Juga: Metallica Tunjukkan Kepedulian Sosial Lewat Donasi Besar untuk Cardiff Foodbank
Selain itu, konsumsi lemak jenuh berlebihan juga berkaitan dengan meningkatnya peradangan dalam tubuh yang dapat memperburuk keluhan sendi.
10. Fungsi Ginjal Menurun
Asupan protein yang terlalu tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang sisa metabolisme protein.
Pada orang yang telah memiliki gangguan ginjal, kondisi ini dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi protein berlebihan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.
Baca Juga: Euforia Paraguay! Presiden Umumkan Libur Nasional Setelah Kalahkan Jerman
Konsumsi Sewajarnya, Tubuh Lebih Sehat
Daging merah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan dengan memperbanyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, serta memilih sumber protein yang lebih beragam.
Dengan pola makan yang seimbang dan gaya hidup aktif, Anda dapat memperoleh manfaat nutrisi dari daging merah tanpa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.***





