PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (1/7/2026).
Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung semangat transformasi Polri yang semakin profesional, responsif, dan humanis dalam melayani masyarakat.
Baca Juga: LEGO Gandeng Olivia Rodrigo, Luncurkan Koleksi Eksklusif dengan Banyak Easter Egg
Gubernur bertindak sebagai inspektur upacara yang turut dihadiri Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Nasri, yang baru saja mengikuti upacara kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi di Jakarta, bersama unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, para kepala daerah, pejabat utama Polda Sulawesi Tengah, pimpinan instansi vertikal, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Presiden menegaskan bahwa tema HUT Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat”, merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat secara optimal.
Baca Juga: Tim Kuda Hitam Bersinar: 5 Negara yang Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2026
Presiden menekankan bahwa seluruh pengabdian Polri harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri harus dirasakan secara nyata melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan memberikan manfaat langsung bagi rakyat.
“Seluruh pengabdian Polri harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Polri harus hadir secara nyata melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan memberikan manfaat langsung,” demikian amanat Presiden yang dibacakan Gubernur.
Dalam amanatnya, Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan dinamika global semakin kompleks, mulai dari rivalitas geopolitik, ancaman kejahatan siber, hingga kejahatan transnasional yang menuntut kesiapan aparat kepolisian untuk terus beradaptasi.
Baca Juga: Jangan Berlebihan! Ini 6 Efek Samping Terlalu Banyak Mengonsumsi Protein
Karena itu, Polri diminta tidak lagi bekerja secara reaktif, tetapi harus mampu mengedepankan pendekatan yang prediktif, adaptif, dan responsif terhadap setiap perubahan, termasuk menjawab tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik.
Presiden juga menyoroti peran strategis Polri dalam mendukung berbagai program nasional, seperti menjaga ketahanan pangan, memberantas peredaran narkoba dan praktik judi online, serta mengamankan investasi dan proyek-proyek strategis nasional.
Menurutnya, tantangan tersebut harus diimbangi dengan reformasi birokrasi yang berkelanjutan agar Polri semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Baca Juga: Haaland Jadi Pahlawan, 5 Fakta Menarik Kemenangan Norwegia atas Pantai Gading
Selain itu, penguatan kualitas sumber daya manusia Polri juga menjadi perhatian utama. Aparat kepolisian diharapkan semakin menguasai perkembangan teknologi, memiliki orientasi pelayanan publik yang kuat, serta mampu menjadi pelindung masyarakat dari berbagai ancaman di era digital.
Presiden turut menegaskan pentingnya fleksibilitas organisasi Polri dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis.
Institusi kepolisian harus mampu membaca berbagai dinamika, memanfaatkan peluang, mengantisipasi ancaman, serta bertransformasi menjadi organisasi modern yang berbasis data, kolaboratif, dan prediktif.
Baca Juga: Praperadilan Ditolak, Penyidikan Kasus Pencabulan Anak di Buol Dinilai Sah
Dalam amanat tersebut, Presiden juga menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam memperkuat institusi Polri di negara demokrasi.
“Polri harus menunjukkan jati diri sebagai abdi masyarakat, memperkuat integritas, meningkatkan komunikasi publik, serta responsif terhadap kritik dan keluhan masyarakat,” tegas Presiden.
Presiden menambahkan bahwa tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata.
Baca Juga: Metallica Tunjukkan Kepedulian Sosial Lewat Donasi Besar untuk Cardiff Foodbank
Dengan diberlakukannya Undang-Undang Polri yang baru, institusi kepolisian diharapkan semakin mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memenuhi harapan masyarakat.
Menutup amanatnya, Presiden mengajak seluruh insan Bhayangkara menjadikan momentum HUT Bhayangkara ke-80 sebagai panggilan untuk meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Jadikan setiap tugas sebagai ibadah, setiap pelayanan sebagai kehormatan, dan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama kita mengenakan seragam ini,” pesan Presiden.
Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Sulawesi Tengah berlangsung penuh khidmat sebagai simbol komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera.***





