BANGGAI – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan akses yang selama bertahun-tahun dihadapi warga Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. Tanpa menunggu proses penganggaran pemerintah, Anwar Hafid memutuskan membangun jembatan gantung menggunakan dana pribadinya.
Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas kondisi masyarakat yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai, termasuk para pelajar yang berangkat dan pulang sekolah tanpa jembatan yang layak.
Baca Juga: Malam Ini, Enau “Sesi Potret” akan Nyanyi di Tepi Danau Lindu
Bagi Anwar Hafid, keselamatan masyarakat merupakan prioritas yang tidak bisa ditunda oleh panjangnya proses birokrasi.
Sebagai bentuk keseriusan, pembangunan jembatan kini telah memasuki tahap awal. Tim teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengukuran dan perhitungan sebagai dasar penyusunan desain serta spesifikasi konstruksi jembatan gantung.
Tri Harsono Sibay, yang dipercaya Gubernur Anwar Hafid mengawal proyek tersebut, mengatakan proses pengukuran diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan. Setelah seluruh tahapan teknis selesai, pekerjaan konstruksi akan segera dimulai.
Baca Juga: Kekalahan dari Spanyol Berujung Petisi, Fans Argentina Desak FIFA Ulang Final
“Pengukuran dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan spesifikasi teknis jembatan. Jika semua berjalan sesuai rencana, paling cepat dalam waktu satu minggu pekerjaan sudah bisa dieksekusi,” ujar Tri.
Menurutnya, keputusan membiayai pembangunan melalui dana pribadi diambil karena kondisi APBD Provinsi Sulawesi Tengah saat ini masih terdampak kebijakan efisiensi, sehingga proses pembangunan melalui mekanisme anggaran pemerintah membutuhkan waktu lebih lama.
Sementara itu, warga Desa Masungkang masih harus menghadapi risiko setiap hari saat melintasi sungai.
Baca Juga: 8 Makanan yang Membantu Menghaluskan Kerutan Menurut Dokter
Karena itu, Anwar Hafid memilih menghadirkan solusi secepat mungkin agar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, tidak lagi mempertaruhkan nyawa demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Tidak ada waktu lagi untuk saling menyalahkan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana ada yang peduli terhadap rakyatnya dan segera menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” demikian semangat yang mendasari langkah Gubernur Anwar Hafid mempercepat pembangunan jembatan tersebut.
Tri juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan melalui semangat gotong royong.
Baca Juga: Alex Baena Cetak Rekor Bersejarah Setelah Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
“Insyaallah tidak ada hambatan dalam pembangunan jembatan ini. Bagi masyarakat yang ingin membantu sebagai relawan, mari bersama-sama bergotong royong membangun jembatan untuk saudara-saudara kita di Desa Masungkang. Semoga jembatan ini dapat segera dimanfaatkan dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga,” katanya.
Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan menjadi solusi permanen atas persoalan akses yang selama ini membayangi kehidupan masyarakat Desa Masungkang.
Lebih dari sekadar infrastruktur penghubung, jembatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sekaligus bukti bahwa tindakan nyata dapat menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan warga.
Langkah cepat yang diambil Gubernur Anwar Hafid juga menegaskan komitmennya bahwa kehadiran pemimpin tidak hanya diukur dari kebijakan yang dibuat, tetapi juga dari keberanian mengambil keputusan ketika keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.***





