SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan Program Berani Panen Raya menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2026 di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.
Baca Juga: Alexander Sorloth Dihujani Ancaman Pembunuhan Usai Norwegia Disingkirkan Inggris
Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid mengatakan Sulawesi Tengah memperoleh mandat strategis dalam mendukung Asta Cita Presiden sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional. Karena itu, pemerintah provinsi terus memperkuat sektor pertanian melalui Program Berani Panen Raya sebagai arah pembangunan pertanian daerah.
Menurutnya, peningkatan produktivitas padi menjadi fokus utama agar kontribusi Sulawesi Tengah terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar.
“Kalau pemerintah pusat menargetkan produktivitas hingga 10 ton per hektare, maka semangat Berani Panen Raya adalah mendorong petani Sulawesi Tengah terus meningkatkan hasil panennya. Yang terpenting adalah produktivitas naik dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” ujar Anwar Hafid.
Baca Juga: 5 Tanaman Hias yang Bisa Membantu Tidur Lebih Nyenyak Menurut Penelitian
Saat ini, rata-rata produktivitas padi di Sulawesi Tengah masih berada di kisaran 4 ton per hektare. Melalui Program Berani Panen Raya, Pemerintah Provinsi menargetkan produksi meningkat menjadi rata-rata 6 ton per hektare pada 2027.
Anwar menilai target tersebut realistis apabila seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian, hingga para petani, mampu bekerja secara terpadu dan memanfaatkan teknologi pertanian modern.
“Kalau rata-rata Sulawesi Tengah bisa mencapai 6 ton per hektare, kita sudah memberi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” katanya.
Baca Juga: Prediksi Skor Argentina vs Inggris: Messi dan Kane Berebut Tiket Final Piala Dunia
Ia menjelaskan Program Berani Panen Raya tidak hanya difokuskan pada peningkatan produktivitas lahan sawah yang telah ada, tetapi juga mendorong perluasan areal tanam melalui program cetak sawah baru.
Menurut Anwar, meningkatnya alih fungsi lahan pertanian menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi melalui pembukaan lahan sawah baru agar kapasitas produksi pangan tetap terjaga.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi alat dan mesin pertanian, serta digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Tidur Orang yang Jarang Sakit, Bisa Bantu Tingkatkan Sistem Imun
Dengan penerapan sistem pertanian modern, ia optimistis sektor pertanian Sulawesi Tengah akan semakin maju dan mampu bersaing dengan berbagai daerah maupun negara lain.
Anwar Hafid menegaskan tujuan utama Program Berani Panen Raya bukan hanya mengejar peningkatan hasil panen, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani terus meningkat melalui produktivitas yang lebih tinggi dan sistem pertanian yang lebih modern.
“Tujuan akhir dari Berani Panen Raya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi menghadirkan kesejahteraan bagi petani Sulawesi Tengah,” tegasnya.***





