AMERIKA – Langkah Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia harus berakhir dengan kekecewaan setelah takluk dari Spanyol pada final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York/New Jersey.
Kekalahan tersebut bukan hanya menggagalkan ambisi Albiceleste mempertahankan trofi, tetapi juga membuat mereka menyamai rekor yang tidak diinginkan dalam sejarah Piala Dunia.
Baca Juga: Sekretaris DPW NasDem Sulteng Mengundurkan Diri
Samai Rekor Kekalahan Terbanyak di Final
Dengan hasil tersebut, Argentina kini telah menelan empat kekalahan di partai final Piala Dunia, menyamai catatan Jerman sebagai tim dengan jumlah kekalahan terbanyak di laga puncak turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Empat kekalahan Argentina di final terjadi pada:
• 1930 melawan Uruguay
• 1990 melawan Jerman Barat
• 2014 melawan Jerman
• 2026 melawan Spanyol
Meski demikian, Argentina juga tetap tercatat sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia berkat sejumlah gelar yang pernah mereka raih.
Baca Juga: Abd Mirsad: Syarat Objektif Penahanan Febrie Adriansyah Sudah Terpenuhi
Spanyol Tampil Dominan Sepanjang Pertandingan
Pada laga final, tim asuhan Lionel Scaloni kesulitan mengembangkan permainan menghadapi organisasi permainan Spanyol yang disiplin.
Argentina bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 120 menit pertandingan. Situasi semakin sulit setelah mereka harus bermain dengan 10 pemain pada penghujung waktu normal.
Meski terus ditekan, penampilan gemilang Emiliano Martinez di bawah mistar gawang membuat Argentina mampu bertahan hingga babak perpanjangan waktu.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Jadi Momen Bersejarah bagi Lionel Messi, Rekor Baru Menanti
Ferran Torres Jadi Penentu Gelar Spanyol
Perlawanan Argentina akhirnya runtuh pada babak tambahan waktu.
Berawal dari umpan sundulan Nico Williams, Ferran Torres berhasil mencetak gol yang memastikan kemenangan La Roja sekaligus membawa Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia FIFA 2026.
Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan didominasi oleh permainan kolektif tim asuhan Luis de la Fuente.
Baca Juga: Foreign Tongues Meledak, The Rolling Stones Resmi Samai Rekor Legendaris The Beatles
Bagi Argentina, hasil ini menjadi akhir yang pahit setelah tampil impresif sepanjang turnamen dan berusaha mempertahankan gelar yang mereka raih empat tahun sebelumnya.
Meski gagal mempertahankan mahkota juara dunia dan harus menyamai rekor kekalahan terbanyak di final Piala Dunia, Argentina tetap menunjukkan konsistensi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Sementara itu, Spanyol menorehkan sejarah baru dengan menaklukkan sang juara bertahan untuk merebut trofi paling bergengsi di level internasional.***





