KESEHATAN – Banyak orang menganggap suasana hati hanya dipengaruhi oleh stres atau kondisi psikologis. Padahal, apa yang Anda makan setiap hari juga memiliki dampak besar terhadap emosi dan kesehatan mental.
Menurut Dr. Tomi Mitchell, dokter keluarga bersertifikat sekaligus pendiri Holistic Wellness Strategies, makanan dapat berfungsi sebagai “obat” yang membantu menjaga keseimbangan tubuh, termasuk kesehatan otak dan suasana hati.
Baca Juga: Gagal Pertahankan Gelar, Argentina Ukir Rekor Pahit di Piala Dunia 2026
Berikut tujuh cara pola makan memengaruhi emosi Anda serta jenis makanan yang dapat membantu menjaga kesehatan mental.
1. Gula Darah yang Stabil Membantu Menjaga Suasana Hati
Mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan kadar gula darah secara cepat. Kondisi ini sering memicu rasa lelah, mudah marah, serta perubahan suasana hati.
Sebagai gantinya, pilih karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, sayuran, dan kacang-kacangan yang melepaskan energi secara bertahap. Kombinasikan dengan sumber protein berkualitas seperti telur, ikan, atau ayam tanpa lemak agar energi tetap stabil sepanjang hari.
Baca Juga: Sekretaris DPW NasDem Sulteng Mengundurkan Diri
2. Kekurangan Nutrisi Bisa Memicu Depresi dan Kecemasan
Tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral untuk menjaga fungsi otak tetap optimal. Kekurangan vitamin D, vitamin B6, B12, folat, magnesium, maupun asam lemak omega-3 dikaitkan dengan meningkatnya risiko depresi dan gangguan kecemasan.
Perbanyak konsumsi makanan bergizi seperti ikan berlemak, sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, serta makanan yang diperkaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhan harian.
3. Kesehatan Usus Berpengaruh pada Emosi
Usus sering dijuluki sebagai “otak kedua” karena memiliki hubungan erat dengan sistem saraf.
Baca Juga: Abd Mirsad: Syarat Objektif Penahanan Febrie Adriansyah Sudah Terpenuhi
Mikrobioma usus yang sehat membantu produksi serotonin, yaitu neurotransmiter yang berperan penting dalam mengatur suasana hati. Sebaliknya, ketidakseimbangan bakteri usus atau disbiosis dikaitkan dengan meningkatnya risiko depresi dan kecemasan.
Mengonsumsi makanan tinggi serat, probiotik, dan prebiotik dapat membantu menjaga kesehatan mikrobioma usus.
4. Hidrasi yang Cukup Membantu Otak Bekerja Optimal
Kurang minum air putih tidak hanya menyebabkan rasa haus, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Jadi Momen Bersejarah bagi Lionel Messi, Rekor Baru Menanti
Dehidrasi ringan saja dapat memicu kelelahan, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, hingga menurunkan kemampuan berpikir.
Selain memenuhi kebutuhan cairan dengan air putih, Anda juga bisa memperoleh asupan cairan dari buah dan sayuran yang kaya air seperti semangka, mentimun, jeruk, dan melon.
5. Terlalu Banyak Kafein dan Alkohol Bisa Memengaruhi Emosi
Kopi memang dapat meningkatkan energi, tetapi konsumsi kafein berlebihan berpotensi memicu kecemasan, jantung berdebar, hingga gangguan tidur.
Baca Juga: Foreign Tongues Meledak, The Rolling Stones Resmi Samai Rekor Legendaris The Beatles
Sementara itu, alkohol dapat menekan sistem saraf pusat sehingga memengaruhi kestabilan emosi dan suasana hati.
Mengurangi konsumsi keduanya secara bertahap dapat membantu memperbaiki kualitas tidur dan kesehatan mental.
6. Makanan Pemicu Peradangan Dapat Memperburuk Mood
Pola makan tinggi makanan olahan, gula tambahan, dan lemak trans dapat meningkatkan peradangan kronis dalam tubuh.
Baca Juga: Luis de la Fuente Hormati Lionel Scaloni, Tolak Anggapan Argentina Bermain Kotor
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa peradangan berkaitan dengan meningkatnya risiko depresi dan gangguan suasana hati.
Sebaliknya, pola makan antiinflamasi yang kaya buah, sayuran, biji-bijian utuh, ikan, minyak zaitun, dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga kesehatan otak sekaligus memperbaiki mood.
7. Triptofan Membantu Produksi Hormon Bahagia
Triptofan merupakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi serotonin, zat kimia otak yang membantu mengatur suasana hati.
Baca Juga: Argentina di Ambang Keabadian, Spanyol di Persimpangan Sejarah
Kadar triptofan yang rendah dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami kesedihan, kecemasan, bahkan depresi.
Sumber triptofan yang baik antara lain ayam, kalkun, telur, susu, keju, kacang-kacangan, dan berbagai jenis biji-bijian.
Pola Makan Sehat Bukan Hanya untuk Tubuh, tetapi Juga Pikiran
Menjaga pola makan bergizi seimbang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga mendukung kesejahteraan mental.
Memilih makanan utuh, memperbanyak buah dan sayuran, memenuhi kebutuhan cairan, serta membatasi gula, makanan olahan, alkohol, dan kafein dapat membantu menjaga suasana hati tetap stabil.***





