Gianni Infantino Diterpa Kontroversi Baru, UEFA Pertanyakan Tata Kelola FIFA

Gianni Infantino Diterpa Kontroversi Baru, UEFA Pertanyakan Tata Kelola FIFA
UEFA kecam keras dugaan rencana Gianni Infantino (instagram/@gianni_infantino)

AMERIKA – Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino yang dikabarkan ingin membuka kepemilikan Piala Dunia FIFA kepada investor swasta memicu gelombang kontroversi.

UEFA langsung memberikan respons keras dan menilai langkah tersebut berpotensi mengancam independensi serta tata kelola sepak bola dunia.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Detasemen Gegana Sambangi Desa Guntarano, Patroli Sekaligus Bagikan Sembako

Kontroversi bermula setelah FIFA mengumumkan niatnya untuk meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola menjadi lebih dari US$10 miliar, dengan syarat memperoleh persetujuan dari 211 asosiasi anggota FIFA.

Dana tersebut diklaim akan digunakan untuk memperluas program pengembangan sepak bola di seluruh dunia.

Namun, laporan dari The Times menyebut terdapat rencana yang jauh lebih besar di balik pengumuman tersebut.

Baca Juga: Janji Terbayar, Marc Cucurella Abadikan Luis de la Fuente di Dadanya

Media Inggris itu mengklaim Gianni Infantino sedang mempertimbangkan penjualan saham dalam bisnis Piala Dunia FIFA kepada investor swasta melalui pembentukan sebuah perusahaan baru yang akan mengelola aset komersial turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.

Laporan itu juga menyebut sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah dimintai pandangan mengenai skema tersebut.

Kabar itu langsung memicu reaksi keras dari UEFA. Konfederasi sepak bola Eropa tersebut menilai langkah tersebut melewati batas yang seharusnya tidak pernah dilakukan oleh badan pengatur sepak bola dunia.

Baca Juga: Jejak KPK di Pemalang, Bupatinya Kembali Terjaring OTT

Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan bahwa isu tersebut harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan sepak bola.

“Ini melanggar batasan yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepak bola. UEFA menanggapinya dengan sangat serius. Begitu pula seharusnya setiap asosiasi sepak bola nasional, liga, klub, pemain, pendukung, pemerintah, dan semua pihak yang peduli terhadap masa depan olahraga ini.”

UEFA juga mempertanyakan kurangnya transparansi mengenai pihak-pihak yang akan memperoleh keuntungan finansial apabila rencana tersebut benar-benar dijalankan.

Baca Juga: Pemprov Sulteng Gratiskan Denda Pajak Kendaraan dan Beri Diskon 50 Persen

“Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan. Tidak seorang pun memiliki sepak bola. Sepak bola bukanlah milik FIFA untuk dijual.”

Menurut laporan yang sama, Gianni Infantino bahkan disebut berpotensi memimpin perusahaan baru tersebut sebagai komisaris setelah masa jabatannya sebagai Presiden FIFA berakhir.

Klaim tersebut semakin memperkuat kekhawatiran mengenai potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan aset komersial sepak bola dunia.

Baca Juga: Alasan Ketua DPRD Morut Bantu Rp10 Juta Semarak HUT RI ke-81 di Mori Utara

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari FIFA mengenai detail skema yang dilaporkan tersebut. Sementara itu, wacana tersebut telah memicu perdebatan luas mengenai masa depan tata kelola sepak bola internasional dan batas antara kepentingan komersial dengan nilai-nilai olahraga.

Jika rencana tersebut benar-benar diwujudkan, keputusan itu berpotensi menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah FIFA sekaligus memengaruhi arah pengelolaan Piala Dunia pada masa mendatang.

Kontroversi mengenai masa depan kepemilikan komersial Piala Dunia FIFA diperkirakan akan terus bergulir. Kini perhatian tertuju pada langkah FIFA dalam menjelaskan laporan tersebut dan bagaimana respons asosiasi-asosiasi anggota terhadap rencana yang menuai kritik keras dari UEFA.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *