AMERIKA – Kontroversi yang mengiringi perjalanan Argentina di Piala Dunia FIFA 2026 terus memanas.
Menjelang laga final melawan Spanyol, sebuah petisi daring yang menyerukan agar Tim Tango dikeluarkan dari turnamen telah memperoleh lebih dari 17 juta tanda tangan dari para penggemar sepak bola di berbagai negara.
Baca Juga: Ribuan Orang Deklarasi AAC di Palu: Kegiatan Sosial, Bukan untuk Politik
Petisi yang diunggah melalui situs Argentinaout.com tersebut menuduh FIFA dan perangkat pertandingan memberikan perlakuan istimewa kepada Argentina sepanjang turnamen.
Bahkan, penggagas petisi mempertanyakan alasan negara-negara lain tetap bertanding jika hasil akhirnya disebut sudah “ditentukan”.
Hingga laporan ini ditulis, jumlah penandatangan petisi telah mencapai 17.125.023 orang, menjadikannya salah satu petisi sepak bola paling ramai diperbincangkan selama gelaran Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Prediksi Skor Prancis vs Inggris: Duel Bergengsi Dua Raksasa Eropa di Miami
Bermula dari Laga Kontra Mesir
Perdebatan mulai memuncak setelah kemenangan dramatis Argentina atas Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar.
Usai pertandingan, pelatih Mesir Hossam Hassan secara terbuka mengecam kepemimpinan wasit. Ia menilai timnya mengalami ketidakadilan yang membuat peluang lolos ke perempat final sirna.
Nada serupa juga disampaikan penyerang Mesir, Mostafa Ziko, yang menuding pertandingan telah “dicurangi” dan secara sinis mengucapkan selamat kepada Argentina atas “gelar Piala Dunia berikutnya”.
Baca Juga: Liam Gallagher Soroti Gaya Bermain Inggris usai Gagal ke Final Piala Dunia 2026
Kontroversi kemudian berlanjut di babak perempat final saat Argentina mengalahkan Swiss. Sejumlah pihak kembali mempertanyakan beberapa keputusan wasit yang dianggap menguntungkan skuad Lionel Scaloni.
Sepuluh Alasan dalam Petisi
Petisi tersebut memuat sepuluh poin utama yang menjadi dasar tuntutan agar Argentina didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026, antara lain:
- Menuduh pertandingan melawan Mesir telah dicurangi.
- Menyebut Argentina tidak menghadapi lawan dari 10 besar ranking FIFA hingga semifinal melawan Inggris.
- Mengklaim Argentina terlalu sering memperoleh hadiah penalti.
- Menuduh wasit mengabaikan sejumlah pelanggaran yang dilakukan pemain Argentina.
- Mengangkat dugaan tindakan rasisme yang melibatkan oknum suporter Argentina terhadap streamer IShowSpeed.
- Menyoroti insiden keributan antara pendukung Argentina dan Mesir di tribun sebagai dugaan bentuk rasisme.
- Menilai wasit gagal menjalankan protokol anti-rasisme setelah adanya laporan dari kubu Mesir.
- Menganggap keputusan-keputusan tersebut memperlihatkan keberpihakan terhadap Lionel Messi dan Argentina.
- Mengklaim aturan terkait tindakan diskriminatif tidak diterapkan secara konsisten terhadap pemain Argentina.
- Menyebut adanya klaim bahwa Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) sedang diselidiki FBI atas dugaan pencucian uang.
Baca Juga: ‘Kami Sangat Kecewa’, Harry Kane Buka Suara Usai Inggris Disingkirkan Argentina
Meski demikian, berbagai tuduhan yang tercantum dalam petisi tersebut merupakan klaim dari pihak penggagas petisi dan belum menjadi dasar keputusan resmi dari FIFA maupun otoritas terkait.
Argentina Tetap Fokus Hadapi Final
Terlepas dari derasnya kontroversi di luar lapangan, Argentina tetap memastikan langkah ke partai puncak dan akan menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara Piala Dunia FIFA 2026.
Final tersebut dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinanti sekaligus paling sarat sorotan, dengan isu kontroversi yang terus membayangi perjalanan La Albiceleste sepanjang turnamen.***





