KESEHATAN – Menghitung kalori masih menjadi topik yang sering diperdebatkan dalam dunia kesehatan dan diet. Sebagian orang menganggapnya efektif untuk menurunkan berat badan, sementara yang lain menilai terlalu fokus pada angka justru bisa memicu hubungan yang tidak sehat dengan makanan.
Namun satu hal yang disepakati banyak ahli adalah: memilih makanan rendah kalori tetapi kaya nutrisi dapat membantu proses penurunan berat badan menjadi lebih mudah dan realistis.
Baca Juga: Tawaran Fantastis! Luis Enrique Jadikan Julian Alvarez Target Utama PSG Musim Panas Ini
Ahli gizi Danielle McClellan, RD, baru-baru ini membagikan daftar makanan rendah kalori yang menurutnya cocok untuk membantu memulai perjalanan menurunkan berat badan tanpa harus merasa kelaparan.
Menariknya, makanan-makanan ini tidak hanya rendah kalori, tetapi juga bisa membantu meningkatkan rasa kenyang dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Berikut lima makanan yang disebut hampir “nol kalori” dan cocok dijadikan bagian dari pola makan sehat.
Baca Juga: Ketua DPRD Morut Apresiasi Kegiatan UKW, Dorong Pemberitaan Kritik Membangun
1. Jeli Tanpa Gula
Jeli tanpa gula menjadi pilihan pertama yang direkomendasikan McClellan.
Menurutnya, makanan ini sangat rendah kalori tetapi memiliki volume yang cukup banyak sehingga membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Satu porsi jeli tanpa gula umumnya hanya mengandung sekitar 10 kalori.
Agar lebih mengenyangkan, Anda bisa mengombinasikannya dengan bahan tinggi protein. Salah satu ide yang populer adalah membuat Jell-O whip dengan mencampurkan bubuk jeli tanpa gula, air panas, dan es batu lalu diblender hingga berbusa.
Baca Juga: Basrun Lagonda, Harapan Perubahan dan Masa Depan Korololaki
Hasilnya adalah camilan manis, ringan, dan rendah kalori yang cocok untuk membantu mengontrol keinginan ngemil.
2. Stroberi
Stroberi menjadi salah satu buah favorit untuk program diet karena rendah kalori tetapi kaya nutrisi. Sekitar satu cangkir stroberi hanya mengandung sekitar 30 kalori.
Buah merah ini juga kaya:
• vitamin C,
• serat,
• antioksidan,
• dan senyawa alami yang membantu melawan peradangan dalam tubuh.
Baca Juga: 5 Makanan yang Bisa Membantu Mengecilkan Lemak Perut Secara Alami
Antioksidan pada stroberi dipercaya membantu mendukung metabolisme dan menjaga sensitivitas insulin tetap baik—dua faktor penting dalam pengelolaan berat badan.
Selain dimakan langsung, stroberi juga cocok dijadikan:
• topping oatmeal,
• campuran yoghurt,
• smoothie,
• atau camilan sehat di sela aktivitas.
3. Zucchini atau Labu Hijau
Zucchini dikenal sebagai salah satu sayuran rendah kalori yang sangat fleksibel untuk berbagai menu sehat.
Baca Juga: Hadir dengan Nuansa Klasik! Deep Purple Siapkan Album Rock Terberat Mereka
Satu buah zucchini ukuran sedang hanya mengandung sekitar 30 kalori.
Karena teksturnya lembut dan mudah diolah, zucchini sering digunakan sebagai pengganti mi dalam menu rendah karbohidrat atau dikenal sebagai zoodles.
Sayuran ini juga cocok digunakan dalam:
• tumisan,
• lasagna sehat,
• omelet,
• hingga roti zucchini rendah kalori.
Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Lantik Puluhan Pejabat Pemprov, 10 Diantaranya Pimpinan Tinggi Pratama
Selain rendah kalori, zucchini mengandung serat dan air yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
4. Semangka
Semangka menjadi buah favorit banyak orang karena rasanya manis dan menyegarkan.
Menariknya, buah ini juga rendah kalori karena sekitar 92 persen kandungannya adalah air. Satu porsi semangka hanya mengandung sekitar 50 kalori.
Baca Juga: Manchester City Pantau Situasi Mbappe di Real Madrid, Duet dengan Haaland Mulai Dibahas
Selain membantu hidrasi tubuh, semangka juga kaya akan:
• vitamin C,
• kalium,
• dan likopen, yaitu antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh.
Semangka bisa dinikmati langsung, dijadikan jus tanpa gula, campuran smoothie, atau salad buah sehat.
Karena kandungan airnya tinggi, buah ini juga membantu mengurangi rasa lapar berlebihan.
Baca Juga: Kesepakatan Fantastis! Katalog Legendaris RHCP Resmi Berpindah Tangan
5. Paprika
Paprika menjadi makanan terakhir dalam daftar ahli gizi tersebut. Satu buah paprika ukuran sedang hanya mengandung sekitar 30 kalori, tetapi kaya vitamin dan antioksidan.
Paprika mengandung:
• vitamin C,
• vitamin A,
• dan senyawa antioksidan yang membantu menjaga kesehatan tubuh.
Sayuran berwarna cerah ini juga mudah dipadukan dengan menu tinggi protein seperti:
• omelet,
• dada ayam,
• salad,
• atau tumisan sehat.
Baca Juga: Tanda Kejayaan Partai Demokrat di Sulteng, Anwar Hafid Terpilih Aklamasi
Selain menambah rasa segar dan renyah, paprika membantu membuat makanan lebih mengenyangkan tanpa tambahan banyak kalori.
Kunci Diet Bukan Sekadar Mengurangi Makan
Menurunkan berat badan tidak berarti harus kelaparan. Memilih makanan rendah kalori tetapi kaya nutrisi dapat membantu tubuh tetap bertenaga sekaligus menjaga asupan kalori tetap terkendali.
Para ahli juga menekankan pentingnya mengombinasikan pola makan sehat dengan:
• tidur cukup,
• aktivitas fisik rutin,
• hidrasi yang baik,
• dan konsumsi protein yang cukup.
Pendekatan yang seimbang cenderung lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dibanding diet ekstrem.***





