Ingin Otak Tetap Tajam Saat Tua? Terapkan 5 Kebiasaan Ini Mulai Sekarang

Ingin Otak Tetap Tajam Saat Tua? Terapkan 5 Kebiasaan Ini Mulai Sekarang
Rutin bergerak atau beraktivitas fisik olahraga dapat menjaga kesehatan otak (Pixabay)

KESEHATAN – Penyakit Alzheimer masih menjadi salah satu gangguan neurodegeneratif yang paling ditakuti seiring bertambahnya usia.

Hingga saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar mampu menyembuhkan penyakit tersebut, sehingga pencegahan menjadi langkah paling penting.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Mulai 1 Juni Hari Ini, Jembatan I Palu dan III Diberlakukan Sistem Dua Arah

Kabar baiknya, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Neurology dan didanai oleh National Institute on Aging menemukan bahwa perubahan gaya hidup sederhana dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan otak.

Menurut laporan National Institutes of Health (NIH), orang yang menerapkan empat hingga lima kebiasaan sehat memiliki risiko terkena Alzheimer hingga 60 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak menjalankannya.

Berikut lima kebiasaan yang didukung penelitian untuk membantu menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko Alzheimer.

Baca Juga: Martin Odegaard Pergi? Arsenal Sudah Siapkan Dani Olmo sebagai Pengganti Ideal

1. Rutin Bergerak dan Aktif Secara Fisik
Aktivitas fisik menjadi salah satu faktor paling penting dalam menjaga kesehatan otak.

Kabar baiknya, Anda tidak harus selalu berolahraga berat di pusat kebugaran. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berkebun, membersihkan rumah, bersepeda santai, atau melakukan pekerjaan rumah tangga secara rutin juga memberikan manfaat.

Menurut Alzheimer’s Society, orang yang berolahraga secara teratur memiliki kemungkinan hingga 20 persen lebih rendah mengalami demensia dibandingkan mereka yang jarang bergerak.

Baca Juga: Hadianto Rasyid Apresiasi Gerakan Kemanusiaan FKUB dan Bamag Sulteng

Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke otak, mengurangi peradangan, serta mendukung pembentukan koneksi saraf baru.

2. Tidak Merokok
Merokok tidak hanya berdampak buruk bagi paru-paru dan jantung, tetapi juga meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif.

Menurut James M. Ellison, perokok aktif memiliki risiko 30 hingga 75 persen lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Baca Juga: Sering Dikira Menyehatkan, 8 Makanan Ini Justru Perlu Diwaspadai

Bahkan, sejumlah penelitian memperkirakan sekitar 14 persen kasus Alzheimer berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Karena itu, berhenti merokok menjadi salah satu langkah paling efektif yang dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan otak dalam jangka panjang.

3. Konsumsi Alkohol Secara Bijak
Penelitian yang melibatkan hampir empat juta warga Korea Selatan menemukan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah ringan hingga sedang berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah dibandingkan konsumsi berlebihan.

Baca Juga: Warga Tondo Digegerkan Penemuan Pelajar Meninggal Dunia di Rumah

Penelitian yang dipimpin oleh Keun Hye Jeon menunjukkan bahwa individu yang mengurangi konsumsi alkohol dari tingkat berat ke tingkat sedang mengalami penurunan risiko demensia.

Namun para ahli tetap mengingatkan bahwa temuan ini bukan berarti seseorang perlu mulai mengonsumsi alkohol demi kesehatan otak. Risiko dan manfaatnya perlu dipertimbangkan secara individual sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

4. Mengikuti Diet MIND
Diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay) menjadi salah satu pola makan yang paling banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan otak.

Baca Juga: Barcelona Dilema Besar, Jual Casado Demi Keuangan atau Pertahankan Talenta La Masia?

Pola makan ini menggabungkan prinsip diet Mediterania dan DASH yang berfokus pada konsumsi:

  • Sayuran hijau
  • Buah beri
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian utuh
  • Ikan
  • Unggas
  • Minyak zaitun
  • Kacang polong

Menurut ahli epidemiologi nutrisi Martha Clare Morris, bahkan kepatuhan moderat terhadap diet MIND sudah dikaitkan dengan penurunan risiko Alzheimer.

Baca Juga: Liga BRM Cup: Arema FC Gagal Menang Setelah Ditahan Huntap 1 Tondo FC

Diet ini kaya antioksidan, vitamin, mineral, dan lemak sehat yang membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan.

5. Terus Melatih dan Menantang Otak
Otak juga membutuhkan “olahraga” agar tetap tajam. Para ahli menyarankan untuk terus mempelajari hal-hal baru dan melakukan aktivitas yang merangsang fungsi kognitif, seperti:

  • Membaca buku
  • Bermain catur
  • Belajar bahasa asing
  • Bermain alat musik
  • Mengikuti kursus atau pelatihan
  • Menyelesaikan teka-teki dan permainan strategi

Baca Juga: Daftar Jawara di Ajang Mancing PSI Poso Fishing Tournament 2026

Menurut Alzheimer’s Association, aktivitas mental yang menantang dapat membantu membangun cadangan kognitif yang berperan melindungi otak dari dampak penuaan dan demensia.

Gaya Hidup Sehat adalah Investasi untuk Otak
Meski tidak ada cara yang dapat menjamin seseorang sepenuhnya terhindar dari Alzheimer, penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kebiasaan sehat sehari-hari dapat memberikan perlindungan yang signifikan.

Mulai dari rutin bergerak, berhenti merokok, menjaga pola makan, hingga terus belajar hal baru, semuanya merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga fungsi otak tetap optimal seiring bertambahnya usia.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *