ARGENTINA – Timnas Argentina kembali menjadi sorotan setelah FIFA dikabarkan membuka proses disipliner terhadap sejumlah pemain dan staf menyusul insiden panas yang terjadi pada Piala Dunia FIFA 2026.
Jika terbukti bersalah, enam pemain La Albiceleste berpotensi dijatuhi sanksi larangan bermain yang bisa berdampak hingga Piala Dunia 2030.
Baca Juga: Ketua MUI Palu Dukung Hukuman Mati Koruptor, Sebut Sudah Diatur dalam UU Tipikor
Langkah FIFA ini menjadi pukulan baru bagi Argentina yang sebelumnya gagal mempertahankan gelar juara dunia usai kalah 0-1 dari Spanyol di partai final melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.
Final tersebut berlangsung dalam tensi tinggi. Argentina bermain agresif dengan mencatatkan 25 pelanggaran, menerima enam kartu kuning, serta kehilangan Enzo Fernandez yang diganjar kartu merah.
Situasi memanas setelah peluit panjang dibunyikan. Keributan besar melibatkan pemain dari kedua tim terekam kamera dan kini menjadi bagian dari penyelidikan resmi FIFA.
Baca Juga: Sid Wilson Dipecat dari Slipknot Setelah 25 Tahun, Ada Apa Sebenarnya?
Leandro Paredes menjadi salah satu nama yang paling disorot setelah diduga mencekik Eric Garcia sebelum mendorong Gavi hingga terjatuh. Nahuel Molina juga terlihat terlibat bentrokan dengan Rodri dan menghadapi dugaan tindakan penyerangan.
Tak hanya pemain, asisten pelatih Argentina Robert Ayala juga masuk dalam investigasi setelah diduga melakukan pemukulan ke arah wajah Dani Olmo di tengah kekacauan pascalaga.
Sementara itu, Thiago Almada dan Gavi juga tengah diperiksa terkait dugaan aksi kekerasan saat keributan berlangsung.
Baca Juga: FIFA Kian Memanas! CEO Minta Seluruh Anggota Tolak Rencana Gianni Infantino
Dalam kasus terpisah, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Giovani Lo Celso ikut diperiksa karena diduga memperlihatkan bendera Falklands usai kemenangan semifinal atas Inggris, sebuah tindakan yang dinilai sensitif dan berpotensi melanggar regulasi FIFA.
Menurut laporan media Inggris, enam pemain Argentina berisiko menerima hukuman larangan tampil apabila terbukti melanggar kode disiplin FIFA. Sanksi tersebut bahkan bisa memengaruhi partisipasi mereka di Piala Dunia 2030.
Ironisnya, Argentina sudah dipastikan lolos otomatis ke Piala Dunia 2030 karena menjadi salah satu tuan rumah perayaan 100 tahun turnamen tersebut bersama Uruguay, Paraguay, Spanyol, Portugal, dan Maroko. Namun, status tuan rumah tidak serta-merta menghapus kemungkinan sanksi individu terhadap para pemain.
Baca Juga: 7 Makanan Terbaik untuk Melawan Flu, Bantu Pulih Lebih Cepat Secara Alami
Kini publik sepak bola dunia menanti keputusan resmi FIFA yang diperkirakan akan menentukan nasib sejumlah bintang La Albiceleste dalam beberapa waktu mendatang.
Jika terbukti bersalah, sanksi yang dijatuhkan FIFA bisa menjadi salah satu hukuman paling berat yang pernah diterima pemain Argentina dalam sejarah Piala Dunia dan berpotensi mengubah komposisi skuad mereka menuju edisi 2030.***





